PERBEDAAN PENGALAMAN DAN RISIKO KARIES BERDASARKAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN (Studi di Wilayah Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek dengan Pendekatan Metode CAMBRA))
Citra Saka Gama Diarum, Dr. drg. Indra Bramanti, M.Sc., Sp. KGA (K); Prof. Dr. drg. Al.Supartinah S., S.U, Sp. KGA (K)
2026 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Kesehatan Gigi Anak
Karies
merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami anak-anak. BB/TB
merupakan indikator status gizi yang direkomendasikan oleh Kementerian
Kesehatan dan WHO, karena lebih sensitif untuk mendeteksi terjadinya kejadian wasting.
Faktor risiko terjadinya karies dan gangguan gizi dapat saling berkaitan.
Metode CAMBRA merupakan salah satu metode yang digunakan untuk melakukan
penilaian risiko karies, melalui faktor risiko yang mungkin dimiliki seorang
anak.
Penelitian yang
dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh status gizi terhadap pengalaman dan
risiko karies, ditinjau melalui metode CAMBRA. Jenis penelitian yang dilakukan
adalah cross sectional observasioanl. Status gizi responden
dikelompokkan menjadi 3, yakni gizi kurang, lebih, dan normal. Penilaian
pengalaman karies dengan dmft dan risiko karies dinilai melalui metode CAMBRA.
Penelitian dilakukan pada 90 responden.
Hasil uji Kruskall Wallis didapatkan bahwa
terdapat pengaruh status gizi terhadap pengalaman karies (p<0>Post Hoc menunjukkan perbedaan karies yang signifikan (p<0>0,05). Hasil uji Chi Square menunjukkan terdapat perbedaan risiko
karies yang signifikan (p<0>Chi-Square
tersebut hanya berlaku pada populasi penelitian karena nilai effect size
dan power analysis yang kecil.
Hasil observasi menggunakan metode CAMBRA didapatkan
hasil bahwa faktor risiko yang paling banyak ditemukan adalah faktor risiko
lingkungan yang terdiri dari kebiasaan mengkonsumsi camilan dan pengalaman
karies orang
tua, serta adanya indikator penyakit yang ditandai adanya karies pada subyek
penelitian.
Dental caries is
one of the most common health problems experienced by children.
Weight-for-height (W/H) is a nutritional status indicator recommended by the
Ministry of Health and the World Health Organization (WHO), as it is more
sensitive in detecting wasting. The risk factors for caries and nutritional
disorders may be interrelated. The CAMBRA (Caries Management by Risk
Assessment) method is one of the approaches used to assess caries risk based on
potential risk factors present in a child.
This study aimed
to determine the influence of nutritional status on caries experience and
caries risk, assessed using the CAMBRA method. The research employed a
cross-sectional observational design. The nutritional status of respondents was
categorized into three groups: underweight, overweight, and normal. Caries
experience was assessed using the dmft index, while caries risk was evaluated
using the CAMBRA method. The study was conducted on 90 respondents.
A significant association was found with caries experience (p < 0> 0.05). The Chi-square test indicated a significant difference in caries risk among nutritional status groups (p < 0>
The observation using the CAMBRA method revealed that the
most prevalent risk factors were environmental factors, which included snacking
habits and parental history of caries, as well as the presence of disease
indicators characterized by existing carious lesions in the study subjects.
Kata Kunci : Status Gizi, Pengalaman Karies, Risiko Karies, Metode CAMBRA