POTENSI PENGEMBALIAN KERUGIAN KEUANGAN NEGARA DALAM PERKARA KORUPSI INVESTASI PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI
Mohd. Sulthoni, Prof. Dr. Mailinda Eka Yuniza , S.H., LL.M.
2025 | Tesis | S2 Magister Hukum Litigasi
Peningkatan nilai transaksi serta partisipasi masyarakat dalam Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) membawa implikasi pada potensi meningkatnya risiko penyimpangan dan pelanggaran, termasuk kerugian negara. Penelitian ini mengkaji permasalahan hukum dan strategi pemulihan kerugian keuangan negara dalam perkara korupsi investasi PBK pada BUMD PT Taru Martani, yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp18,7 miliar. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) menganalisis permasalahan hukum dalam perkara korupsi investasi PBK pada PT Taru Martani; dan (2) merumuskan strategi serta mekanisme hukum yang dapat ditempuh untuk memulihkan kerugian keuangan negara secara efektif.
Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode normatif-empiris, dengan menelaah peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan regulasi Bappebti, serta dilengkapi dengan data empiris berupa fakta persidangan dan praktik penerapan hukum dalam sektor PBK. Pendekatan ini memungkinkan analisis yang komprehensif atas relasi antara norma hukum, pelanggaran regulatif, dan dampak konkret terhadap keuangan negara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerugian keuangan negara dalam perkara ini merupakan konsekuensi dari akumulasi kesalahan struktural pada dua rezim hukum sekaligus: tindakan ultra vires pengurus BUMD dan pelanggaran substantif oleh perusahaan pialang berjangka. Jalur pidana yang hanya menjerat pelaku individu terbukti tidak memadai untuk memulihkan kerugian secara proporsional. Sebaliknya, jalur perdata melalui gugatan perbuatan melawan hukum serta jalur administratif melalui mekanisme pengawasan dan sanksi Bappebti menawarkan efektivitas yang lebih besar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemulihan kerugian keuangan negara dalam kasus serupa harus ditempuh melalui pendekatan administrasi, sehingga pemulihan kerugian keuangan negara dapat dilakukan secara optimal.
Kata Kunci : Regional-Owned Enterprise (BUMD); Commodity Futures Trading; State Financial Loss Recovery, Asset Recovery