Peranan Lalat Sebagai Vektor Mekanik Penyakit Kecacingan Di Beberapa Pasar Di Yogyakarta
Herman Sumawan, Dra. E. Sutarti, SU ; Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si.
1998 | Skripsi | S1 KEDOKTERANPenyakit parasit terutama kecacingan tetap menjadi beban masalah kesehatan masyarakat terutama golongan ekonomi lemah meskipun teknologi pelayanan kesehatan sekarang sudah sangat maju perkembangannya. Hal ini berkaitan dengan kendala vyang dihadapi dalam usaha pemberantasaannya seperti adanya tempat-tempat yang sulit dikontrol menyebabkan tidak terkendalinya, tingkat penyebaran penyakit ini. Salah satu tempat tersebut, yaitu pasar yang kondisi lingkungannya penuh dengan sisa sampah serta sanitasi yang sangat buruk, sehingga menyebabkan laju perkembangan 1lalat yang cepat, padahal spesies ini sangat berpotensi dalam menyebarkan berbagai penyakit salah satunya penyakit kecacingan. Tujuan penelitian ini secara umum yaitu mengetahui seberapa besar perananberbagai macam lalat dalam penyebaran penyakit kecacingan di beberapa pasar di Yogyakarta. Sedangkan secara khusus adalah mengetahui genus lalat yang paling berpotensi sebagai vektor mekanik penyakit kecacingan dan mengetahui pasar-pasar di Yogyakarta yang mempunyai resiko besar menyebarkan penyakit kecacingan. Lalat ditangkap 100 ekor setiap pasar dengan menggunakan jaring lalat, dengan lokasi di tempat sampah dan tempat penjualan daging. Lalat kemudian dibius dengan kloroform, dikelompokkan menurut genusnya, setelah itu dicucil dengan extran 2%, serta dibuat preparat mikroskop. Dengan analisis univariat didapatkan ternyata jumlah lalat Chrysomia persentasenya paling besar yaitu 85, 26%, kemudian M. domestica 13,26%, Fannia 1,17%, dan Parasarcophaga 0,32%. Sedangkan pasar yang paling banyak didapatkan lalat yaitu Demangan 62,35%, Kranggan 16,12%, Sentul 9,76%, Pathuk 6,68%, dan Beringharjo 5,09%. Dari hasil pemeriksaan didapatkan telur cacing tambang di Pasar Demangan sedangkan di Beringharjo didapatkan telur cacing A. lumbricoides, untuk Kranggan, Pathuk dan Sentul hasilnya negatif. Jadi dapat disimpulkan bahwa Lalat dapat menyebarkan penyakit kecacingan di pasar secara mekanik melalui telur yang menempel pada tubuhnya. Lalat yang paling dominan dan mempunyai resiko tinggi berperan sebagai vektor mekanik penyakit kecacingan yaitu Chrysomia. Pasar Demangan dan Beringharjo merupakan tempat beresiko tinggi dalam penyebaran penyakit kecacingan. Oleh karena itu perlu peningkatan kesadaran bagi masyarakat melalui penyuluhan dan promosi kesehatan serta pemberantasan lalat vyang intensif dengan pengelolaan sampah di tiap pasar.
Kata Kunci : parasit, kecacingan