Laporkan Masalah

Desain kartografis pada pemetaan taktual kota Yogyakarta

Ika Noor Muslihah M., Drs. Noorhadi Rahardjo, M.Si., P.M.

2010 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Tunanetra membutuhkan fasilitas yang dapat mentransmisikan kepada mereka hubungan antar informasi kebumian disekitarnya guna meningkatkan kualitas hidup. Kartografi taktual dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan tunanetra terhadap representasi fenomena geografis melalui peta taktual, yaitu peta yang dibaca dengan diraba. Peta taktual harus didesain dan diproduksi sesuai kebutuhan dan kemampuan tunanetra sebagai pengguna. Peta taktual memiliki spesifikasi berbeda dari peta visual pada umumnya. Peta taktual dikembangkan dari generalisasi peta visual, baik dalam penggunaan simbol maupun penyampaian informasi. Hal tersebut dilakukan untuk mengakomodasi tingkat sensitifitas indera peraba yang lebih rendah dibandingkan dengan indera penglihatan dalam menangkap informasi. Tunanetra di Kota Yogyakarta saat ini membutuhkan Peta Taktual Kota Yogyakarta untuk kepentingan orientasi kewilayahan, guna perencanaan mobilisasi. Peta taktual belum terstandardisasi internasional. National Mapping Council of Australia telah menyusun spesifikasi pemetaan taktual kota, American Printing House telah mempublikasikan panduan desain gambar taktual, Vasconcellos telah mengembangkan teori variabel taktual, BAKOSURTANAL telah menyusun spesifikasi pemetaan rupabumi, dan pemerintah RI telah mengeluarkan PP No. 10 tahun 2000 sebagai ketentuan aturan tingkat ketelitian peta di Indonesia. Kelima hal tersebut diramu dan disesuaikan dengan kebutuhan dan kapabilitas tunanetra di Kota Yogyakarta untuk mendesain Peta Taktual Kota Yogyakarta yang diproduksi menggunakan swell paper Peta yang diproduksi menggunakan swell paper memiliki keunggulan dalam kemudahan desain dan update informasi sesuai kebutuhan, karena sepenuhnya memanfaatkan perangkat digital. Namun, tingginya potensi pengembangan itu belum didukung oleh mudah dan murahnya perolehan swell paper terutama di Indonesia. Penelitian ini juga dibatasi ketersediaan swell paper dalam pengembangan desain peta, sehingga kekurangan dari luaran yang dihasilkan tidak dapat langsung diperbaiki.

Blind people need facilities for delivering the relationship between geographic information surround them to increase their life quality, Tactual cartography has been developing to full fill the blind needs for representing geographic phenomenon by tactual map, a kind of tactual reading map. The tactual map design and production should appropriate with the needed and the capability of blind people as a map users. Tactual map is different from commonly visual map which is developed from visual map generalization including the uses of symbols and the transformation of information. The generalization is done to cover the sensitivity of tactual sense which is lower than visual sense in case of catching the information. Nowadays, blind people in Jogjakarta need The Tactual Map of Yogyakarta City, which is used for regional orientating to make a mobilization planning. Tactual map hasn't been international standardized. National Mapping Council of Australia has arranged the tactual city mapping specifications, American Printing House has published the tactual graphic design guide, Vasconcellos has developed the tactual variable theory, BAKOSURTANAL has arranged the specification for topographic mapping, and RI government has released PP No. 10 in 2000 as a regulation of the map level accuracy in Indonesia. The five of them has formulated and has adapted with the needs and capabilities of blind people in Yogyakarta City for designing Tactual Map of Yogyakarta City which has been produce by swell paper. The map produced by swell paper has goodness for the easy design and the information update upon the needs because it uses digital equipment in the process. However, this high potential hasn't support by the easily and cheaply ways to get swell paper, especially in Indonesia. This research has also limited in swell paper stock for developed the map design, so the weakness from this research output can't improvable directly.

Kata Kunci : Tunanetra, Kartografi Taktual, Peta Taktual, Orientasi Kewilayahan, Swell Paper

  1. S1-187137-2010-IKA_NOOR_MUSLIHAH_M-abstract.pdf  
  2. S1-187137-2010-IKA_NOOR_MUSLIHAH_M-bibliography.pdf  
  3. S1-187137-2010-IKA_NOOR_MUSLIHAH_M-tableofcontent.pdf  
  4. S1-187137-2010-IKA_NOOR_MUSLIHAH_M-title.pdf