Perkembangan pembangunan manusia menurut kabupaten/kota di Jawa Timur 1996-2007
Fransius Awaldo Damanik, Drs. Tukiran, M.A.
2011 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANRata-rata Indeks Pembangunan Manusia Jawa Timur dari tahun 1996-2007 masih tertinggal dibandingkan Provinsi lainnya yang ada di pulau Jawa. Ini dapat dikatakan kondisi pembangunan yang sudah dicapai masih jauh sekali dari kondisi idealnya. Tujuan penelitian ini secara umum ingin mengetahui perkembangan kualitas manusia selama 1996-2007 di Jawa Timur, dan secara khusus untuk mengetahui hubungan pencapaian Indeks Pembangunan Manusia dengan fungsi satuan wilayah pengembangan di Provinsi Jawa Timur 1996-2007 baik di bidang kesehatan, pendidikan, atau ekonomi. Pembangunan manusia diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia atau IPM. Indeks ini terdiri dari tiga komponen yaitu kesehatan (angka harapan hidup), pendidikan (angka melek huruf dan rata-rata lamanya sekolah), serta ekonomi (pengeluaran per kapita). Berdasarkan IPM ini nantinya dapat memberikan gambaran pembangunan manusia di tingkat kabupaten maupun kota. Data yang digunakan adalah Indeks Pembangunan Manusia menurut kabupaten atau kota di propinsi Jawa Timur terbitan dari UNDP dan BPS. Data Pembangunan Manusia dikumpulkan berdasar titik waktu 1996, 2002, dan 2007. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif, analisis komparasi, dan analisis spasial. Berdasarkan data yang ada pada angka pencapaian IPM menjelaskan bahwa pembangunan manusia di Kota lebih tinggi daripada di tingkat Kabupaten tetapi tidak secara keseluruhan. Hal ini dapat dibuktikan dari adanya beberapa Kabupaten memiliki nilai indeks pembangunan manusia yang lebih tinggi daripada Kota seperti Sidoarjo, Gresik, Tulungagung, dan Kabupaten lainnya, sehingga hipotesis pertama dari penelitian ini tidak terbukti. Semua satuan wilayah pengembangan (SWP) memiliki persamaan dalam hal fungsi wilayah terutama di bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi sehingga hipotesis kedua dari penelitian ini terbukti. Variabel faktor penentu yang tinggi perlu dipertahankan kalau dapat ditingkatkan meskipun sulit. Variabel faktor penentu yang rendah perlu diprioritaskan dalam program kebijakan pemerintah pusat maupun daerah untuk dapat memajukannya.
The average of Human Development Index from 1996-2007 in East Java are still lagging behind compared to other provinces in Java. It can be said that development conditions achieved is still far from ideal conditions. The aim of this research generally is willing to understand the development of human quality along 1996-2007 in East Java, and in particular is to know the relationship between the achievement of the Human Development Index with the function of unit area of development in East Java Province 1996-2007 both in the field of health, education, or economics. Human development is measured by Human Development Index (HDI). This index composed by three components, health (life expectancy rate), education (literacy rate and average year of schooling), and economy (purchasing power per capita). Based on this HDI, therefore, can give images of human development in regencies and municipalities level. Used data are Human Development Index according to regencies or municipalities in East Java Provinces published by UNDP and BPS. Human Development data is collected based on point of time 1996, 1999, and 2007. Research methods used are quantitative descriptive analysis, comparative analysis, and spatial analysis. Based on existing data on the achievement of HDI figure explains that human development in the municipalities are higher than at the regencies level but not as a whole. This can be evidenced from the several regencies have a human development index value is higher than municipalities as Sidoarjo, Gresik, Tulungagung, and other regencies, so the first hypothesis of this research is not proven. All units of the development region (SWP) has similar functions in terms of territory for particularly in health, education and the economy so that the second hypothesis of this research is proven. Variables of high determinant factor is need to be maintained if can be improved even if difficult. Low Variable is need to be prioritized in central or local government policy program to enhance them.
Kata Kunci : Indeks Pembangunan Manusia,Satuan Wilayah Pengembangan, Jawa Timur