Prediksi Kawasan Perumahan dan Kesesuaiannya Dengan RTRW Di Wilayah Kabupaten Demak
Maddu Madani Shibghatillah, Dr. Yori Herwangi, S.T., MURP.
2026 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah
Pertumbuhan permukiman yang pesat di Kabupaten Demak memunculkan kebutuhan untuk memahami prediksi kawasan perumahan serta tingkat kesesuaiannya dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), terutama menanggapi tantangan backlog tahun 2024 yang mencapai 43.912 unit dan diproyeksikan mencapai 44.334 unit pada tahun 2025. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan menganalisis prediksi kawasan perumahan dan bagaimana kesesuaian hasil prediksi dengan rencana tata ruang wilayah.
Penelitian menggunakan metode analisis spasial berbasis citra penginderaan jauh dan wawancara mendalam dengan stakeholder. Pemodelan prediksi perubahan lahan menggunakan CA–ANN (MOLUSCE), validasi akurasi klasifikasi tutupan lahan. Sedangkan wawancara terbuka menggunakan triangulasi untuk melakukan analisis.
Hasil menunjukkan bahwa wilayah Karangawen, Guntur, Mijen, Wonosalam, Mranggen, dan Demak serta Karanganyar merupakan zona dengan prediksi tinggi untuk pengembangan perumahan, ditandai oleh fasilitas dasar yang mencukupi, dan perbatsan langsung dengan wilayah Kota Semarang, Kabupaten Jepara dan Kabupaten Kudus, serta kecamatan tersebut memiliki ketersediaan lahan luas. Hasil Prediksi tahun 2030 mencapai 159 km² mengindikasikan pertumbuhan signifikan, tetapi hanya 88,32 km² (56,7%) yang sesuai dengan rencana tata ruang wilayah, terutama pada kawasan pertanian, dan sebagian ruang lindung. Hasil prediksi tersebut dikuatkan dengan hasil wawancara stakeholder bahwa wilayah tersebut dinilai memenuhi kriteria perkembangan perumahan yang ideal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa prediksi spasial dapat menjadi alat strategis dalam mendukung kebijakan pembangunan perumahan yang berkelanjutan.
The rapid expansion of residential areas in Demak Regency has intensified the need to assess both the potential for housing development and its alignment with the Regional Spatial Plan (RTRW), particularly in response to the housing backlog, which reached 43,912 units in 2024 and is projected to increase to 44,334 units by 2025. In light of these challenges, this research aims to analyze the predicted potential of residential development zones and to evaluate the conformity of these predictions with the the Regional Spatial Plan (RTRW).
The study employs spatial analysis using remote sensing imagery combined with in-depth interviews with key stakeholders. Land-use change prediction was carried out using the CA–ANN (MOLUSCE) model, supported by accuracy validation of land-cover classification. Stakeholder interviews were analyzed through triangulation to strengthen the interpretation of spatial findings.
The results indicate that Karangawen, Guntur, Mijen, Wonosalam, Mranggen, Demak, and Karanganyar are zones with high potential for residential expansion, characterized by adequate basic facilities, strategic borders with Semarang City, Jepara Regency, and Kudus Regency, and the availability of extensive land resources. The 2030 prediction shows a projected built-up area reaching 159 km², yet only 88.32 km² (56.7%) align with the RTRW, with notable inconsistencies in agricultural zones and parts of protected areas. These findings are reinforced by stakeholder assessments confirming the suitability of these regions for housing development. The study concludes that spatial prediction models offer a strategic tool for supporting sustainable housing development policies in the region.
Kata Kunci : Kawasan Perumahan, Backlog, Rencana Tata Ruang Wilayah, Evaluasi Perubahan Penggunaan Lahan, Kabupaten Demak