Laporkan Masalah

Efek Utang Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Manusia di Negara-Negara Berkembang

Yohanes Maria Vianey Mudayen, Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D.; Rimawan Pradiptyo, M.Sc., Ph.D.; Sekar Utami Setiastuti, S.E., M.Sc., Ph.D.

2025 | Disertasi | S3 Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan

Disertasi ini terdiri dari dua esai mengenai efek utang pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan manusia di negara-negara berkembang. Esai pertama berfokus pada kajian mengenai efek utang pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang. Esai pertama menggunakan pendekatan regresi kuantil dengan efek tetap dan bootstrapping pada distribusi kuantil 10% sampai 90%. Pengelompokan kuantil dilakukan berdasarkan berdasarkan persentile spesifik dari pertumbuhan ekonomi pada 127 negara berkembang. Bootstrapping adalah teknik statistik yang menggunakan resampling dengan sistem komputasi dari data asli agar residual data berdistribusi normal. Efek tetap dan bootstrapping ditambahkan pada regresi kuantil untuk mengatasi masalah heterogenitas negara dan ketergantungan cross-sectional yang muncul dalam penggunaan data panel. Esai kedua berfokus pada kajian mengenai pengaruh utang pemerintah terhadap pembangunan manusia di negara-negara berkembang. Pembangunan manusia meliputi harapan hidup, pendidikan, dan standar hidup layak. Esai kedua menggunakan pendekatan panel dinamis Generalized Method of Moment  yaitu  FD-GMM. Dalam kajian ini, pendekatan FD-GMM lebih dipilih daripada Sys-GMM karena hasil FD-GMM lebih kuat dalam memenuhi kriteria Arrelano Bond, Sargan Hansen test, dan uji ketakbiasan. GMM dipilih karena keandalannya dan fleksibilitasnya dalam estimasi. Keunggulannya meliputi ketahanan terhadap ketidaksesuaian distribusi data, konsistensi estimator, efisiensi asimtotik, kemampuan mengatasi endogenitas, penanganan kondisi momen berlebih, fleksibilitas dalam penentuan kondisi momen berdasarkan teori ekonomi, serta kemampuan estimator spesifik FD-GMM dalam mengatasi tantangan panel dinamis melalui penggunaan lag dan perbedaan variabel sebagai instrumen. Penelitian ini menggunakan data panel dari 127 negara berkembang dalam periode 2012 - 2019. Data bersumber dari The World Bank, World Development Indicators (WDI) dan Transparency International, 2012-2019. Tahun 2012 dipilih sebagai tahun awal karena salah satu variabel independen yaitu variabel Indeks Persepsi Korupsi menggunakan metode pengukuran baru mulai tahun 2012. Sedangkan tahun 2019 dipilih sebagai akhir periode penelitian karena tahun tersebut adalah akhir masa kondisi normal sebelum masa pandemi covid-19. Hasil kajian esai pertama menggunakan regresi kuantil dengan efek tetap dan bootstrapping menunjukkan bahwa utang publik tidak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Utang publik justru menghambat pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang terutama pada kuantil 30% sampai 90%. Faktor-faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang adalah perdagangan, tingkat inflasi, pengeluaran pemerintah, korupsi, dan investasi asing langsung neto. Perdagangan dan investasi langsung neto berpengaruh signifikan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang. Sedangkan utang publik, tingkat inflasi, pengeluaran pemerintah, dan korupsi justru menghambat pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang. Di sisi lain, pengeluaran pendidikan, utang swasta, pendapatan pajak, dan partisipasi angkatan kerja tidak berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang. Temuan esai pertama ini menegaskan bahwa tata kelola utang publik dan tata kelola pemerintahan sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang. Pemerintah negara-negara berkembang perlu menyusun kebijakan untuk melakukan pembenahan serius terhadap manajemen utang yang pruden dan berkelanjutan, konsolidasi fiskal yang bertahap dan terukur, skala prioritas untuk pengeluaran yang produktif, peningkatan transparansi dan akuntabilitas utang, pengembangan pasar keuangan domestik, dan penguatan institusi dan tata kelola ekonomi. Hasil kajian esai pertama memberikan kontribusi empiris dan kebijakan terhadap penilaian efektivitas kelembagaan dalam kaitannya dengan dampak pengelolaan utang publik terhadap pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang. Hasil kajian esai kedua menggunakan model FD-GMM menunjukkan bahwa tingkat utang publik pada tidak berpengaruh signifikan terhadap pembangunan manusia. Variabel lainnya yang turut memengaruhi pembangunan manusia adalah lag pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi, pengeluaran pendidikan, dan korupsi. Lag pembangunan manusia maupun pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pembangunan manusia. Menariknya, pengeluaran pendidikan dan korupsi justru berpengaruh negatif signifikan terhadap pembangunan manusia. Di sisi lain, utang publik dan perdagangan tidak berpengaruh signifikan terhadap pembangunan manusia. Implikasi dari hasil kajian ini menegaskan pentingnya perbaikan mendasar dalam pengelolaan utang publik yang lebih hati-hati dan berkelanjutan, termasuk pengendalian defisit anggaran, penetapan prioritas belanja untuk pembangunan manusia, peningkatan transparansi serta akuntabilitas, dan penguatan kapasitas kelembagaan dalam pengelolaan utang. Temuan ini memberikan kontribusi empiris dan kebijakan dalam menilai efektivitas tata kelola kelembagaan serta dampak utang publik terhadap pembangunan manusia di negara berkembang.

This dissertation consists of two essays on the effects of government debt on economic growth and human development in developing countries. The first essay focuses on the study of the effects of government debt on economic growth in developing countries. The first essay uses a quantile regression approach with fixed effects and bootstrapping on the 10% to 90% quantile distribution. The quantile grouping is done based on specific percentiles of economic growth in 127 developing countries. Bootstrapping is a statistical technique that uses resampling with a computational system from the original data so that the residual data is normally distributed. Fixed effects and bootstrapping are added to the quantile regression to overcome the problems of country heterogeneity and cross-sectional dependence that arise in the use of panel data. The second essay focuses on the study of the effect of government debt on human development in developing countries. Human development includes life expectancy, education, and decent living standards. The second essay uses the Generalized Method of Moment dynamic panel approach, namely FD-GMM. In this study, the FD-GMM approach is preferred over Sys-GMM because the FD-GMM results are stronger in meeting the Arrelano Bond criteria, Sargan Hansen test, and unbiasedness test. GMM is chosen because of its reliability and flexibility in estimation. Its advantages include resilience to data distribution mismatch, estimator consistency, asymptotic efficiency, ability to overcome endogeneity, handling excess moment conditions, flexibility in determining moment conditions based on economic theory, and the ability of the FD-GMM specific estimator to overcome dynamic panel challenges through the use of lags and differences in variables as instruments. This study uses panel data from 127 developing countries in the period 2012 - 2019. Data sourced from The World Bank, World Development Indicators (WDI) and Transparency International, 2012-2019. 2012 was chosen as the starting year because one of the independent variables, namely the Corruption Perception Index variable, uses a new measurement method starting in 2012. Meanwhile, 2019 was chosen as the end of the research period because that year was the end of the normal condition period before the Covid-19 pandemic. The results of the first essay study using quantile regression with fixed effects and bootstrapping show that public debt is not in line with economic growth. Public debt actually inhibits economic growth in developing countries, especially in the 30% to 90% quantile. Other factors that affect economic growth in developing countries are trade, inflation rate, government spending, corruption, and net foreign direct investment. Trade and net direct investment have a significant effect on increasing economic growth in developing countries. Meanwhile, public debt, inflation rate, government spending, and corruption actually inhibit economic growth in developing countries. On the other hand, education spending, private debt, tax revenues, and labor force participation do not contribute significantly to economic growth in developing countries. The findings of this first essay confirm that public debt governance and governance are critical to driving economic growth in developing countries. Developing country governments need to formulate policies to make serious improvements to prudent and sustainable debt management, gradual and measured fiscal consolidation, priority scales for productive spending, increased debt transparency and accountability, development of domestic financial markets, and strengthening of economic institutions and governance. The results of the first essay study provide empirical and policy contributions to the assessment of institutional effectiveness in relation to the impact of public debt management on economic growth in developing countries. The results of the second essay study using the FD-GMM model show that the level of public debt has no significant effect on human development. Other variables that also affect human development are human development lag, economic growth, education expenditure, and corruption. Both human development lag and economic growth have a positive and significant effect on the level of human development. Interestingly, education expenditure and corruption actually have a significant negative effect on human development. On the other hand, public debt and trade do not have a significant effect on human development. The implications of this study underscore the importance of fundamental improvements in more prudent and sustainable public debt management, including controlling budget deficits, prioritizing spending for human development, increasing transparency and accountability, and strengthening institutional capacity in debt management. These findings provide empirical and policy contributions to assessing the effectiveness of institutional governance and the impact of public debt on human development in developing countries.

Kata Kunci : utang publik, pertumbuhan ekonomi, pembangunan manusia, regresi kuantil, fixed effects, bootstrapping, FD-GMM.

  1. S3-2025-450158-abstract.pdf  
  2. S3-2025-450158-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-450158-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-450158-title.pdf