Laporkan Masalah

Identifikasi Indikator Kesulitan Keuangan Pemerintah Daerah

Nuryani, Prof. Irwan Taufiq Ritonga, M.Bus., Ph.D., CA.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi indikator yang dapat menandakan kesulitan keuangan pada pemerintah daerah di Indonesia. Meskipun penelitian mengenai kesulitan keuangan pemerintah daerah telah dilakukan di berbagai negara, definisi yang baku mengenai konsep tersebut, khususnya dalam konteks pemerintah daerah di Indonesia, belum tersedia secara jelas. Selain itu, indikator dan ukuran yang digunakan untuk menilai kesulitan keuangan pemerintah daerah pun beragam dan tidak semuanya dapat diterapkan di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan eksplorasi untuk mengidentifikasi indikator keuangan yang mencerminkan kesulitan keuangan pada pemerintah daerah.

Penelitian ini mendefinisikan kesulitan keuangan sebagai ketidakmampuan pemerintah daerah dalam memenuhi kewajiban keuangan secara tepat waktu dan/atau menyediakan layanan sesuai dengan harapan masyarakat untuk mencapai tujuan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua indikator keuangan yang dapat menandakan kesulitan keuangan, yaitu rasio likuiditas dengan ambang nilai 3,38 kali dan rasio solvabilitas anggaran dengan ambang nilai 0,9945 kali. Karakteristik ini diharapkan dapat menjadi peringatan dini (early warning) bagi pemerintah daerah terhadap potensi kesulitan keuangan, sekaligus memberikan masukan bagi pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan di bidang hubungan keuangan pusat dan daerah. Selain itu, lembaga pemberi pinjaman dapat mengunakan penanda tersebut sebagai kriteria dalam analisis kelayakan pinjaman daerah.

This study aims to identify indicators that can signal financial distress in local governments in Indonesia. Although research on local government financial distress has been conducted in various countries, a standard definition of this concept, particularly in the context of local government in Indonesia, is not yet clearly available. In addition, the indicators and measures used to assess the financial distress of local governments vary and not all of them can be applied in Indonesia. Therefore, this study employed an exploratory approach to identify financial indicators that reflect financial distress in local governments.

This study defines financial distress as the inability of local governments to fulfill their financial obligations on time and/or provide services that meet community expectations to achieve national objectives. The results of the study show that two financial indicators can signal financial distress: the liquidity ratio, with a limit value of 3.38 times, and the budget solvency ratio, with a limit value of 0.9945 times. These characteristics are expected to serve as an early warning for local governments of potential financial distress, while also providing input to the central government in formulating policies on central-regional financial relations. In addition, lending institutions can use these indicators as criteria in analyzing the feasibility of local debts.

Kata Kunci : kesulitan keuangan, Indonesia, pemerintah daerah, indikator keuangan, peringatan dini

  1. S2-2025-528654-abstract.pdf  
  2. S2-2025-528654-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-528654-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-528654-title.pdf