Laporkan Masalah

Peran Temperamen Negative Affectivity terhadap Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak Usia Dini: Keyakinan Akan Peran Ayah sebagai Moderator

Aliya Zahra Budiman, Dr. Arum Febriani, S.Psi., M.A.

2025 | Tesis | S2 Psikologi

Keterlibatan ayah berperan penting dalam perkembangan anak usia dini, tetapi dinamika tersebut menjadi kompleks dalam budaya Indonesia yang masih memiliki stereotip peran gender yang kaku. Meskipun tuntutan peran ayah di masa sekarang mendorong peningkatan keterlibatan dalam pengasuhan, keyakinan tradisional yang menempatkan ayah sebagai pencari nafkah masih bertahan. Penelitian ini bertujuan menguji peran keyakinan akan peran ayah (paternal role belief) sebagai moderator dalam hubungan antara temperamen anak negative affectivity dan keterlibatan ayah. Partisipan penelitian terdiri dari 228 ayah yang memiliki anak berusia 3–6 tahun. Instrumen yang digunakan adalah Skala Keterlibatan Ayah, Child Behavior Questionnaire (CBQ) subskala Negative Affectivity, dan The Role of the Father Questionnaire (ROFQ). Analisis data dilakukan dengan menggunakan simple moderation analysis. Hasil analisis menunjukkan adanya efek interaksi antara temperamen negative affectivity dan keyakinan akan peran ayah yang signifikan pada keterlibatan ayah (b = 1,38, p < 0>negative affectivity anak berhubungan dengan semakin rendah keterlibatan ayah. Sebaliknya, pada ayah dengan keyakinan peran tinggi, negative affectivity anak justru berhubungan dengan peningkatan keterlibatan ayah. Temuan ini menegaskan bahwa keyakinan internal ayah merupakan faktor krusial yang tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga mampu mengubah tantangan pengasuhan menjadi pemicu keterlibatan yang lebih besar.

Father involvement plays a crucial role in supporting early childhood development, yet this dynamic becomes complex within Indonesian culture, which still upholds rigid gender-role stereotypes. Although contemporary demands on fathers have encouraged greater involvement in childcare, traditional beliefs that position fathers primarily as breadwinners remain persistent. This study aims to examine the role of paternal role belief as a moderator in the relationship between children’s negative affectivity temperament and father involvement. The participants were 228 Indonesian fathers with children aged 3–6 years. The instruments used were the Father Involvement Scale, the Negative Affectivity subscale of the Child Behavior Questionnaire (CBQ), and the Role of the Father Questionnaire (ROFQ). Data were analyzed using simple moderation analysis. Results indicated a significant interaction effect between negative affectivity temperament and paternal role belief on father involvement (b = 1.38, p < .001), indicating a moderating role. Specifically, among fathers with low paternal role beliefs, higher child negative affectivity was associated with lower father involvement. Conversely, among fathers with high paternal role beliefs, higher child negative affectivity was associated with greater father involvement. These findings highlight that fathers’ internal role beliefs function not only as a protective factor, but also have the ability to transform parenting challenges into triggers for greater involvement.

Kata Kunci : keterlibatan ayah, temperamen anak, negative affectivity, keyakinan akan peran ayah

  1. S2-2025-524832-abstract.pdf  
  2. S2-2025-524832-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-524832-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-524832-title.pdf