Synthesis of Graphene-Based Materials Modified with Gold Nanoparticles, Zinc Oxide, and Niclosamide: Synthesis and Evaluation of Antioxidant, Antibacterial, Cytotoxic, and Antiviral Activities Against Dengue Virus Serotype 3 (DENV-3)
Pandji Zamzami Fathurrohman, Prof. Drs. Sri Juari Santosa, M.Eng., Ph.D; Yoshimasa Amano, Ph.D; Dr.biol.hom. Nastiti Wijayanti, S.Si., M.Si.
2025 | Disertasi | S3 Ilmu Kimia
Material
berbasis grafena, termasuk oksida grafena (GO) dan oksida grafena tereduksi
(rGO), memiliki potensi besar dalam aplikasi biomedis karena sifat
fisikokimianya yang dapat disesuaikan, sehingga memungkinkan modifikasi
permukaan dengan nanopartikel logam atau molekul terapeutik. Penelitian ini
menyajikan sintesis nanokomposit yang terdiri dari GO yang dimodifikasi dengan
nanopartikel emas (GO-Au dan rGO-Au), seng oksida (GO-Zn dan rGO-Zn), serta
niclosamide (GO-Nic). Material
yang disintesis berupa GO, GO-Au, rGO-Au, GO-Zn, rGO-Zn, dan GO-Nic,
dikarakterisasi menggunakan spektroskopi UV-Vis, FTIR, Raman, XRD, SEM-EDX,
TEM, HR-TEM, dan XPS. Nanomaterial tersebut selanjutnya dievaluasi aktivitas
antioksidan, antibakteri, sitotoksik, dan antivirusnya, khususnya terhadap
virus dengue serotipe 3 (DENV-3).
Nanokomposit
GO-Au dan rGO-Au hasil sintesis memiliki nanopartikel emas (AuNPs) ultra kecil
dengan diameter rata-rata kurang dari 10 nm. Sebaliknya, proses pembuatan
nanokomposit GO-Zn dan rGO-Zn menghasilkan pembentukan partikel seng oksida
(ZnO) yang cukup besar, dengan ukuran melebihi 200 nm. Selain itu, hibrida GO-Nic
yang dihasilkan berhasil menginkorporasi 12,4% niklosamida pada lembaran GO.
Uji komprehensif
menunjukkan bahwa material berbasis GO secara umum memiliki bioaktivitas yang
lebih tinggi, seperti aktivitas antioksidan, antibakteri, dan antivirus,
dibandingkan dengan bentuk yang direduksi, khususnya pada GO-Au dan rGO-Au. Kedua
nanokomposit ini menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih baik terhadap E.
coli (Gram-negatif) dan S. aureus (Gram-positif) dibandingkan dengan GO yang
tidak dimodifikasi. Secara spesifik, nanokomposit GO-Au menunjukkan kinerja
antibakteri yang lebih kuat terhadap E. coli, dengan tingkat inhibisi 52,5%
dibandingkan dengan 42,7% untuk rGO-Au pada konsentrasi 100 µg/mL. Sebaliknya,
rGO-Au lebih efektif terhadap S. aureus, mencapai tingkat inhibisi pertumbuhan
sebesar 98,7%, dibandingkan dengan 59,6% untuk GO-Au.
Nanokomposit GO-Au dan rGO-Au jgua menunjukkan
aktivitas penangkap radikal dalam uji DPPH dan ABTS. Pada konsentrasi 200
µg/mL, GO-Au mencapai inhibisi sebesar 74,6?n 49,1% pada uji DPPH dan ABTS
secara berturut-turut, sedangkan rGO-Au mencapai 55,2?n 47,0%. Nilai IC??
untuk GO-Au juga lebih rendah, yaitu 98,5 µg/mL untuk DPPH dan 202,8 µg/mL
untuk ABTS, dibandingkan dengan rGO-Au yang menunjukkan nilai masing-masing
sebesar 208,7 µg/mL dan 150,4 µg/mL. GO dan rGO-Au dapat diklasifikasikan
sebagai bahan antioksidan moderat, sementara GO-Au dikategorikan sebagai
antioksidan aktif. Temuan ini menunjukkan potensi antioksidan yang lebih kuat
pada GO-Au.
Pengujian
antivirus menunjukkan bahwa GO-Au dan GO-Zn memiliki kinerja yang sedikit lebih
efektif terhadap DENV-3 dibandingkan dengan rGO-Au dan rGO-Zn. GO-Au mampu
menurunkan kadar RNA DENV-3 hingga 4,0% pada perlakuan pra-infeksi, 4,4% pada
pasca-infeksi, dan 14,9% pada perlakuan simultan pada konsentrasi 5 µg/mL, serta
tanpa menunjukkan adanya toksisitas hingga 50 µg/mL. Pada konsentrasi yang
sama, GO-Zn juga menunjukkan aktivitas penghambatan virus secara moderat,
dengan penurunan RNA virus antara 10,1% hingga 12,0% pada ketiga mode perlakuan
tersebut. Sementara itu, GO-Nic menunjukkan aktivitas antivirus yang kuat
meskipun pada konsentrasi yang sangat rendah, dengan penurunan RNA virus hingga
38,5% hanya pada konsentrasi 0,02 µg/mL.
Evaluasi sitotoksisitas menunjukkan bahwa toksisitas dari GO tanpa modifikasi dan GO-Au tidak terdeteksi hingga konsentrasi 50 µg/mL, sedangkan GO-Nic merupakan yang paling toksik karena menyebabkan kematian sel secara total bahkan pada konsentrasi 0,5 µg/mL. Urutan tingkat sitotoksisitas dari yang paling tidak toksik hingga yang paling toksik adalah sebagai berikut: GO dan GO-Au < rGO>
Kesimpulannya, bentuk GO tak tereduksi secara
konsisten menunjukkan bioaktivitas yang lebih baik dalam uji antioksidan,
antibakteri, dan antivirus dibandingkan rGO. Keunggulan ini dikaitkan dengan
keberadaan gugus fungsi yang mengandung oksigen pada GO, yang meningkatkan
kemampuan dispersi dalam media air dan interaksi biologis, serta mencegah
terbentuknya agregat material yang besar. GO-Au menunjukkan kinerja biologis
yang paling baik di antara semua material yang dikaji, dikarenakan kombinasi
AuNPs ultra kecil ecara signifikan meningkatkan
bioaktivitasnya sambil mempertahankan
sitotoksisitas yang sangat rendah.
Hasil ini menekankan efek sinergis dari fungsionalitas
permukaan oksigen dan modifikasi dengan AuNPs sebagai faktor kunci dalam
meningkatkan kinerja biologis dari nanomaterial berbasis oksida grafena.
Graphene-based materials,
including reduced graphene oxide (rGO) and graphene oxide (GO), possess
considerable potential in biomedical applications due to their tunable
physicochemical properties, which allow surface modification with metal
nanoparticles or therapeutic molecules. This study presents the synthesis of
nanocomposites composed of GO modified with gold nanoparticles (GO-Au and
rGO-Au), zinc oxide (GO-Zn and rGO-Zn), and niclosamide (GO-Nic). The
synthesized materials, including GO, GO-Au, rGO-Au, GO-Zn, rGO-Zn, and GO-Nic,
were characterized using UV-Vis spectroscopy, FTIR, Raman spectroscopy, XRD,
SEM-EDX, TEM, HR-TEM, and XPS. These nanomaterials were further evaluated for
their antioxidant, antibacterial, cytotoxic, and antiviral activities,
particularly against dengue virus serotype 3 (DENV-3).
The synthesized GO-Au and rGO-Au
nanocomposites contained ultrasmall gold nanoparticles (AuNPs) with an average
diameter of less than 10 nm. In contrast, the preparation of GO-Zn and rGO-Zn
nanocomposites led to the formation of large zinc oxide (ZnO) particles,
exceeding 200 nm in size. Additionally, the produced GO-Nic hybrid incorporated
12.4% niclosamide onto the GO sheets.
Comprehensive assays revealed that
GO-based materials generally exhibited superior bioactivity, including
antioxidant, antibacterial, and antiviral activities, compared to their reduced
counterparts, particularly in the case of GO Au and rGO Au. Both nanocomposites
demonstrated enhanced antibacterial activity against E. coli (a Gram-negative bacterium) and S. aureus (a Gram-positive
bacterium) compared to unmodified GO. Specifically, the GO Au nanocomposite exhibited
stronger antibacterial performance against E. coli, with an inhibition rate of
52.5% compared to 42.7% for rGO Au at 100 µg/mL. Conversely, rGO Au was more
effective against S. aureus,
achieving a growth inhibition rate of 98.7%, compared to 59.6% for GO Au.
GO-Au and rGO-Au nanocomposites
also demonstrated radical scavenging activity in both DPPH and ABTS assays. At
a concentration of 200 µg/mL, GO-Au achieved 74.6% and 49.1% inhibition in DPPH
and ABTS assays, respectively, while rGO-Au reached 55.2% and 47.0%. The IC??
values for GO-Au were also lower, with 98.5 µg/mL for DPPH and 202.8 µg/mL for
ABTS, compared to rGO-Au, which showed values of 208.7 µg/mL and 150.4 µg/mL,
respectively. GO and rGO–Au were classified as moderate antioxidants, while
GO–Au was categorized as an active antioxidant. These findings indicate a
stronger antioxidant potential for GO-Au.
In antiviral evaluations, GO-Au and
GO-Zn showed slightly more effective antiviral performance against DENV-3 than
rGO-Au and rGO-Zn. GO-Au effectively reduced DENV-3 RNA levels to 4.0% in
pre-treatment, 4.4% in post-treatment, and 14.9% in co-treatment modes at 5
µg/mL, with no observed cytotoxicity up to 50 µg/mL. GO-Zn at 5 µg/mL also
demonstrated moderate viral inhibition, ranging from 10.1 to 12.0% in pre-,
post-, and co-treatment modes. On the other hand, GO-Nic showed strong
antiviral activity at an extremely low concentration, reducing viral RNA to
38.5% at just 0.02 µg/mL.
Cytotoxic evaluation showed that the toxicity of unmodified GO and GO-Au was not observed until 50 µg/mL, while GO-Nic was the most toxic, causing complete cell death even at 0.5 µg/mL. The order of cytotoxicity level from the least toxic ast follows: GO and GO-Au < rGO>
In conclusion,
GO-based materials consistently exhibited superior bioactivity in antioxidant,
antibacterial, and antiviral evaluations compared to rGO derivatives. This
superiority is attributed to the presence of oxygen-containing functional
groups, which enhance aqueous dispersibility, promote biological interactions,
and prevent the formation of visible aggregates. Among the tested materials,
GO–Au emerged as the most effective, as the incorporation of ultrasmall AuNPs significantly
amplified its bioactivity while maintaining negligible cytotoxicity. This
finding highlights the synergistic effect of surface oxygen functionalities and
AuNP modification as a critical factor in enhancing the biological performance
of graphene oxide nanomaterials.
Kata Kunci : antibacterial, antioxidant, antiviral, graphene oxide, nanoparticles, niclosamide