COMMUNITY ATTITUDE AND KEY DRIVERS OF SUSTAINABLE TOURISM SUPPORT A CASE STUDY OF CBT IN NGLANGGERAN
Vidia Elika, Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah
Pariwisata berbasis komunitas (Community-Based Tourism atau CBT) telah banyak dipromosikan sebagai model pembangunan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan, sebagaimana ditunjukkan oleh keberhasilan Desa Wisata Nglanggeran di Yogyakarta yang telah meraih pengakuan di tingkat nasional maupun internasional. Namun, di balik capaian tersebut, desa ini belakangan menunjukkan tanda-tanda overtourism serta dinamika sosial-ekonomi yang berpotensi mengancam keberlanjutannya. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan penting mengenai bagaimana masyarakat memandang perkembangan pariwisata dan dampaknya terhadap komunitas mereka.
Penelitian ini menggunakan kerangka kerja Sustainable Tourism Attitude Scale (SUSTAS) untuk mengkaji sikap masyarakat terhadap pariwisata serta menganalisis perbedaannya berdasarkan faktor sosiodemografis, partisipasi komunitas, dan manfaat yang dirasakan, serta menarik pembelajaran pada konteks Nglanggeran. Penelitian dilakukan melalui survei kuantitatif terhadap 350 responden dengan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum masyarakat memiliki sikap positif terhadap pariwisata berkelanjutan, yang menegaskan dukungan mereka terhadap praktik CBT. Tidak ditemukan perbedaan signifikan berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan, atau lama tinggal, yang mengindikasikan bahwa persepsi masyarakat dibentuk oleh faktor di luar karakteristik sosiodemografis. Warga dengan tingkat partisipasi yang lebih tinggi dalam kegiatan pariwisata menunjukkan sikap yang lebih positif, sementara mereka yang merasakan manfaat ekonomi yang lebih besar menunjukkan hubungan yang lebih kuat dengan sikap positif terhadap keberlanjutan. Temuan ini menegaskan pentingnya partisipasi nyata distribusi manfaat yang adil dalam menumbuhkan dukungan masyarakat terhadap pariwisata berkelanjutan.
Hasil penelitian ini menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat dan pemerataan manfaat dalam menjaga keberlanjutan CBT. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menelusuri lebih dalam dinamika partisipasi komunitas serta mengkaji dampak mikroekonomi pariwisata pada tingkat rumah tangga.
Community-based tourism (CBT) has been widely promoted as an inclusive and sustainable model of tourism development, as demonstrated by the success of Nglanggeran Tourism Village in Yogyakarta, which has received national and international recognition. However, despite these achievements, the village has recently shown signs of overtourism and dynamics that may threaten its sustainability. This raises important questions about how residents perceive tourism development and its impacts on their community.
This study used the Sustainable Tourism Attitude Scale (SUSTAS) framework to examine public attitudes toward tourism and analyzed the differences based on sociodemographics, community participation, and perceived benefit factors, and draw learning in the context of Nglanggeran. This research was conducted through a quantitative survey of 350 residents via simple random sampling. Results show that residents generally hold positive attitudes toward sustainable tourism, reaffirming their support for CBT practices. No significant differences were found based on age, gender, education, or length of residency, indicating that perceptions are shaped by factors beyond sociodemographics. Residents with higher participation in tourism activities expressed significantly more positive attitudes, while those who perceived greater benefits from tourism showed stronger associations with positive sustainability attitudes. These findings highlight the importance of active participation and equitable benefit distribution in fostering community support.
These findings underscore the importance of community empowerment and equitable distribution of benefits for sustaining CBT. Future research should delve deeper into the dynamics of community participation and examine tourism’s microeconomic impacts at the household level.
Kata Kunci : benefit, Community-Based Tourism (CBT), participation, residents’ attitude, sustainable tourism