Laporkan Masalah

Peran Transportasi Laut dalam Mendukung Konektivitas Antar Pulau di Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku

CHIKAL HUTANJALAY, Atrida Hadianti, S.T, M.Sc, Ph.D

2025 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Sebagai wilayah kepulauan, Kabupaten Kepulauan Aru membutuhkan angkutan laut maupun angkutan penyebrangan sebagai sarana pergerakan orang dan barang. Peran transportasi laut sangat dibutuhkan untuk mendukung konektivitas antar pulau di Kabupaten Kepulauan Aru. Aktivitas ekonomi di Kabupaten Kepulauan Aru saat ini terpusat di gugus pulau IV (Dobo) sebagai pintu masuk dan ibukota kabupaten. Namun situasi ini memberikan konsekuensi jarak yang dalam perkembangannya menjadi kelemahan bagi gugus pulau lain yang ada di Kabupaten Kepulauan Aru khususnya dengan keberadaan wilayah yang terisolasi di sisi timur Kabupaten Kepulauan Aru. Oleh karena itu dibutuhkan sistem transportasi laut yang tanggung untuk mendukung konektivitas antar pulau kecil di Kabupaten Kepulauan Aru.

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menilai kesenjangan konektivitas dan aksesibilitas transportasi laut antar pulau kecil di Kabupaten Kepulauan Aru, (2) menghitung potensi interaksi pergerakan orang dan barang antar pelabuhan di Kabupaten Kepulauan Aru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deduktif kuantitatif-kualitatif dengan menggunakan metode analisis indeks konektivitas dan aksesibilitas. Sedangkan untuk mengetahui potensi interaksi pergerakan orang dan barang antar pelabuhan menggunakan metode analisis pergerakan wilayah berdasarkan distribusi jumlah naik dan turun penumpang serta bongkar dan muat barang antar pelabuhan.  

Hasil penelitian menunjukan bahwa Gugus Pulau IV (Dobo) Kecamatan Pulau-Pulau Aru memiliki nilai indeks konektivitas tertinggi dengan nilai shimbel 37 rute tersebut mudah untuk dijangkau serta menjadi tujuan interaksi hampir sebagian besar masyarakat yang berapa pada 10 gugus pulau di Kabupaten Kepulauan Aru. Sedangkan gugus pulau yang memiliki kategori sedang antara lain Gugus Pulau V (Benjina) Kecamatan Aru Tengah dan Gugus Pulau VIII (Tabarfane) Kecamatan Aru Selatan Utara dan sisanya masuk kedalam kategori rendah diantaranya Gugus Pulau I, II, III, VI, VII, IX dan X. Sedangkan potensi interaksi pergerakan orang dan barang antar pelabuhan di Kabupaten Kepulauan Aru berdasarkan potensi interaksi antar gugus pulau yang sangat kuat dan mudah diakses adalah interaksi terhadap Gugus Pulau IV (Dobo) Kecamatan Pulau-Pulau Aru dengan total nilai interaksi bongkar barang 10.895,759 dan total interaksi muat barang 1.272.417 sedangkan untuk total nilai interaksi penumpang turun 8.415.984 dan total nilai interaksi penumpang naik 10.318.454. Penyebabnya adalah keterpusatan segela jenis kegiatan/aktivitas baik itu aktivitas bongkar muat barang maupun aktifitas penumpang naik dan turun melalui pelabuhan utama menuju ke pelabuhan pada masing-masing gugus pulau yang menghubungkan Gugus Pulau IV dengan gugus pulau lainnya ada di Kabupaten Kepulauan Aru.

As an archipelago, the Aru Islands Regency requires sea transport and ferry services as a means of transporting people and goods. Sea transport plays a vital role in supporting inter-island connectivity in the Aru Islands Regency. Economic activity in the Aru Islands Regency is currently centred on island cluster IV (Dobo) as the entry point and capital of the regency. However, this situation has consequences in terms of distance, which has become a weakness for other island clusters in the Aru Islands Regency, especially with the existence of isolated areas on the eastern side of the Aru Islands Regency. Therefore, a reliable sea transportation system is needed to support inter-island connectivity in Aru Islands Regency.

This research aims to (1) assessing the gap in connectivity and accessibility of sea transportation between small islands in the Aru Islands Regency, (2) calculating the potential interaction of the movement of people and goods between ports in the Aru Islands Regency. The method used in this study is a quantitative-qualitative deductive approach using connectivity and accessibility index analysis. Meanwhile, to determine the potential for interaction between the movement of people and goods between ports, a regional movement analysis method is used based on the distribution of the number of passengers boarding and disembarking as well as the loading and unloading of goods between ports.

The results of the study show that Island Cluster IV (Dobo) in Aru Islands Subdistrict has the highest connectivity index value with a shimbel value of 37. This route is easily accessible and is the destination for interactions for most of the communities in the 10 island clusters in Aru Islands Regency. Meanwhile, the island clusters with a moderate category include Island Cluster V (Benjina) in Central Aru District and Island Cluster VIII (Tabarfane) in North South Aru District, while the rest are in the low category, including Island Clusters I, II, III, VI, VII, IX and X. Meanwhile, the potential for interaction in the movement of people and goods between ports in the Aru Islands Regency, based on the very strong and easily accessible potential for interaction between island groups, is the interaction with Island Group IV (Dobo) in Pulau District -Pulau Aru Subdistrict, with a total value of goods unloading interaction of 10,895,759 and a total value of goods loading interaction of 1,272,417, while the total value of passenger disembarkation interaction is 8,415,984 and the total value of passenger embarkation interaction is 10,318,454. The reason for this is the centralisation of all types of activities, both loading and unloading of goods and passenger boarding and disembarking, through the main port to the ports on each island cluster connecting Island Cluster IV with other island clusters in the Aru Islands Regency.

Kata Kunci : Maritime Transport, Connectivity, Accessibility, Interaction Potential, Island Group

  1. S2-2025-528819-abstract.pdf  
  2. S2-2025-528819-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-528819-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-528819-title.pdf