Laporkan Masalah

Solusi atau Ilusi? Dampak Distribusional Upah Minimum pada Ketahanan Pangan Rumah Tangga

Jonathan Farez Satyadharma, Eny Sulistyaningrum, S.E., M.A., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan

Meskipun kebijakan upah minimum secara luas digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja, dampaknya terhadap ketahanan pangan rumah tangga masih jarang diteliti. Penelitian ini mengkaji peran upah minimum tingkat kabupaten/kota pada ketahanan pangan rumah tangga di Indonesia, dengan fokus pada Pulau Jawa. Kami menggunakan regresi kuantil tak bersyarat dengan recentered influence functions untuk menangkap dampak distribusional di berbagai rumah tangga. Untuk mengatasi masalah eksogenitas lemah pada upah minimum, kami menerapkan model two-way fixed effects yang dimodifikasi, dengan menyertakan district fixed effects dan district-pair-year fixed effects untuk memperhitungkan perbedaan struktural serta kejutan ekonomi regional yang serupa. Dengan menggunakan data rumah tangga tahunan dari Susenas, kami menilai dua dimensi ketahanan pangan: akses pada makanan, yang diwakili oleh pengeluaran pangan per kapita; dan asupan gizi, diukur melalui konsumsi harian per kapita pada kalori, karbohidrat, lemak, dan protein. Hasil estimasi menunjukkan bahwa kenaikan upah minimum belum efektif dalam meningkatkan akses pada makanan dan asupan gizi rumah tangga. Peningkatan akses pada makanan lebih mencerminkan kenaikan harga kalori dan makronutrien, bukan peningkatan kualitas konsumsi. Perbaikan asupan lemak yang tampak cenderung diakibatkan oleh pengurangan konsumsi protein. Situasi rumah tangga miskin bahkan lebih buruk karena meskipun ada yang melakukan penyesuaian alokasi asupan gizi, konsumsi protein melemah di rumah tangga lainnya. Akan tetapi, kondisi ini sangat mungkin terjadi akibat pilihan. Rumah tangga miskin memiliki keleluasaan untuk mengurangi kebutuhan nonmakanannya, tetapi mereka memilih tidak melakukannya. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan dan penyempurnaan kebijakan upah minimum saja tidak cukup untuk meningkatkan ketahanan pangan. Intervensi tambahan yang terintegrasi dengan kebijakan upah minimum, seperti pemberian kupon sembako, sangat disarankan.

While minimum wage policies are widely implemented to improve workers’ welfare, their effects on household food security remain underexplored. This study examines the role of district-level minimum wages in shaping household food security in Indonesia, focusing on Java Island. We employ unconditional quantile regression with recentered influence functions to capture distributional effects across different types of households. To address potential weak exogeneity of minimum wages, we apply a modified two-way fixed effects model incorporating district fixed effects and  district-pair-year fixed effects to account for structural differences and shared regional economic shocks. Using annual household data from the Susenas, we assess two dimensions of food security: access to food, proxied by per capita food expenditure, and nutritional intake, measured by per capita daily consumption of

calories, carbohydrates, fats, and proteins. The estimation results indicate that increases in minimum wages have not been effective in improving households’ access to food or nutritional intake. The observed increase in food expenditure primarily reflects rising prices of calories and macronutrients rather than an improvement in dietary quality. The modest gains in fat intake are largely driven by a reduction in protein consumption. The situation for poor households is even severe because, although some adjust their nutrient allocation, protein consumption declines in other households. However, this is likely a matter of choice. Poor households have the flexibility to reduce their non-food expenditures, but they choose not to. These findings imply that raising and refining minimum wage policies alone is insufficient to strengthen food security. Additional interventions integrated with minimum wage policies, such as the provision of food vouchers, are highly recommended.

Kata Kunci : dampak distribusional, efek tetap pasangan kabupaten-tahun, ketahanan pangan, regresi kuantil tanpa syarat, upah minimum.

  1. S2-2025-528662-abstract.pdf  
  2. S2-2025-528662-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-528662-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-528662-title.pdf