HUBUNGAN ANTARA GEJALA DEPRESI DAN GEJALA KECEMASAN DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN KANKER PARU DI RSUP SARDJITO
Maria Seraphine Agusta, Dr. dr. Agus Siswanto Sp.PD KPsi ; dr. Nur Rahmi Ananda Sp.PD KPMK
2025 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Penyakit Dalam
INTISARI
HUBUNGAN ANTARA GEJALA DEPRESI DAN GEJALA KECEMASAN DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN KANKER PARU
DI RSUP SARDJITO
Maria Seraphine Agusta1, Agus Siswanto2, Nur Rahmi Ananda3
1PPDS Ilmu Penyakit Dalam FKKMK UGM
2Divisi Psikosomatik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKKMK UGM
3Divisi Pulmonologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKKMK UGM
Pendahuluan: Kanker paru merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia dan sering menimbulkan beban psikologis yang berat bagi penderitanya. Gejala depresi dan kecemasan merupakan masalah psikologis yang umum terjadi pada pasien kanker paru dan berpotensi menurunkan kualitas hidup. Pemahaman mengenai hubungan antara kondisi psikologis dan kualitas hidup sangat penting untuk mengoptimalkan penatalaksanaan pasien secara holistik.
Tujuan: Mengetahui angka prevalensi gejala depresi dan kecemasan, menganalisis hubungan antara depresi, kecemasan, dan tingkat spiritualitas dengan kualitas hidup, dan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pada pasien kanker paru di rawat jalan RSUP Dr. Sardjito.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) pada 85 pasien kanker paru di Poli Paru RSUP Dr. Sardjito. Instrumen yang digunakan meliputi HADS untuk menilai depresi dan kecemasan, EORTC QLQ-C30 untuk menilai kualitas hidup, dan SWBS untuk menilai spiritualitas. Analisis dilakukan secara bivariat dengan uji Fisher’s Exact Test dan multivariat untuk menentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup.
Hasil: Dari 85 responden, gejala depresi ringan ditemukan pada 11,8%, depresi sedang pada 1,2%, dan depresi berat pada 1,2% pasien, sedangkan gejala kecemasan ringan dialami oleh 7,1% pasien. Analisis menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara depresi dan kecemasan dengan kualitas hidup (p < 0>
Kesimpulan: Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara gejala depresi dan kecemasan dengan kualitas hidup pasien kanker paru, serta hubungan positif antara spiritualitas dan kualitas hidup.
Kata kunci: Kanker paru, depresi, kecemasan, kualitas hidup, spiritualitas, HADS, EORTC QLQ-C30, SWBS
ABSTRACT
ASSOCIATION OF DEPRESSIVE AND ANXIETY SYMPTOMS WITH QUALITY OF LIFE AMONG LUNG CANCER PATIENTS AT
DR. SARDJITO HOSPITAL
Maria Seraphine Agusta1, Agus Siswanto2, Nur Rahmi Ananda3
1Internal Medicine Resident FKKMK UGM
2 Division of Psychosomatic, Internal Medicine Department FKKMK UGM
3Divison of Pulmonology, Internal Medicine Department FKKMK UGM
Background: Lung cancer is one of the leading causes of cancer-related mortality worldwide and often imposes a significant psychological burden on patients. Symptoms of depression and anxiety are common psychological problems among individuals with lung cancer and may adversely affect their quality of life. Understanding the relationship between psychological conditions and quality of life is crucial for optimizing holistic patient care.
Objective: To determine the prevalence of depressive and anxiety symptoms, analyze the relationship between depression, anxiety, and spirituality with quality of life, and identify factors associated with quality of life among outpatients with lung cancer at Dr. Sardjito General Hospital.
Methods: This cross-sectional study included 85 patients with lung cancer attending the Pulmonology Clinic at Dr. Sardjito General Hospital. The Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) was used to assess depression and anxiety, the EORTC QLQ-C30 to evaluate quality of life, and the Spiritual Well-Being Scale (SWBS) to assess spirituality. Data were analyzed using Fisher’s Exact Test for bivariate analysis and multivariate analysis to determine factors associated with quality of life.
Results: Among 85 respondents, mild depression was found in 11.8%, moderate depression in 1.2%, and severe depression in 1.2% of patients, while 7.1% experienced mild anxiety. Statistical analysis revealed a significant negative association between depression and anxiety with quality of life (p < 0>
Conclusion: There was a significant negative relationship between depressive and anxiety symptoms and quality of life, while spirituality showed a positive association with quality of life in patients with lung cancer.
Keywords: Lung cancer, depression, anxiety, quality of life, spirituality, HADS, EORTC QLQ-C30, SWBS
Kata Kunci : Kata kunci: Kanker paru, depresi, kecemasan, kualitas hidup, spiritualitas, HADS, EORTC QLQ-C30, SWBS