Analisis lokasi persebaran peternakan ayam skala besar dan dampaknya terhadap pemanfaatan ruang : Kasus didesa Winong dan Jelok kabupaten Boyolali
Fitria Nur Rohmah, Rini Rachmawati, S.Si., M.T.
2010 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHAktivitas manusia dalam kehidupan ekonominya sehari-hari berdampak pada perubahan penggunaan lahan. Perubahan penggunaan lahan yang cukup pesat terjadi di Desa Winong Kecamatan Kota Boyolali dan Desa Jelok Kecamatan Cepogo yang disebabkan oleh adanya investasi di bidang peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menjelaskan pola persebaran peternakan ayam skala besar di Desa Winong Jelok (2) Mengidentifikasi faktor-faktor penentuan lokasi peternakan ayam skala besar di Desa Winong dan Desa Jelok, dan (3) Mengidentifikasi dampak peternakan ayam skala besar terhadap pemanfaatan ruang di Desa Winong Jelok. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan responden. Responden terdiri atas kelompok peternak, masyarakat sekitar lokasi peternakan, dan pemerintah setempat. Pengumpulan data dari kelompok peternak dilakukan dengan metode sensus yaitu sebanyak 25 pengusaha. Sedangkan responden dari kelompok masyarakat dan pemerintah setempat diambil untuk menambah wawasan dan keakuratan data. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis peta, analisis deskriptif spasial, dan analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pola persebaran peternakan ayam skala besar yang ada di Desa Winong dan Jelok adalah mengelompok yaitu pada daerah selatan dari kedua desa tersebut. Faktor-faktor penentuan lokasi peternakan ayam skala besar oleh peternak di daerah penelitian adalah kondisi fisik, perizinan, harga lahan/sewa lahan, ketersediaan tenaga kerja, pola tata ruang dan aksesibilitas. Dampak peternakan ayam skala besar terhadap pemanfaatan ruang digolongkan menjadi dampak positif dan negatif. Dampak positif yaitu memunculkan pemanfaatan ruang baru yang menyediakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar peternakan ayam, meningkatnya keuntungan petani dalam pengelolaan lahan pertanian dan mengembangkan jaringan jalan baru di wilayah desa setempat. Sedangkan dampak negatif yaitu menghambat usaha pengembangan fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan dan permukiman; penurunan nilai lahan baik secara fisik maupun ekonomi dan menghambat pengembangan pariwisata Solo Selo Borobudur.
Human activities in their daily economic life provide impacts on land use. Fast shifting in land use has been found in Winong village of Boyolali sub-district and Jelok Village of Cepogo sub-district caused by investment in farming sector. The present research aims to (1) explain the distribution pattern of big-scale chicken farms in Winong village and Jelok village, (2) identify the factors of deciding the location of big-scale chicken farms in Winong village and Jelok village, and (3) identify the impacts of big-scale chicken farms on the spatial use in Winong village and Jelok village. This is a qualitative research. Data were collected through the use of interviews with respondents. Interviews were conducted among respondents as informants consisting of farmer groups, community surrounding farm location, and local government. Data from farmer groups collected hy sensus wich are 25 farmers. Data from community surrounding farm location and local government taken for improve data accuration. Data analysis techniques used included map analysis, trend analysis, and descriptive qualitative analysis. Based on results of the research, it was concluded that the clustering distribution pattern of big-scale chicken farms was found in Winong village of Boyolali sub-district and Jelok village of Cepogo Sub-district; such a clustering was at the southern part of the two villages. Factors of deciding big-scale chicken farm locations, which was conducted by farmers at research site, involved physical condition, licensing, the price of land/land rental cost, labor availability, spatial lay-out pattern and accessibility. The impacts of big-scale chicken farms on spatial usage were classified into positive and negative. The positive impacts were efforts of creating new spatial usage providing job opportunities for community surrounding chicken farms; increased farmers' profit in agricultural land management, and efforts of developing new road network at local village. The negative impacts involved obstacles on the development efforts of education, health service and housing facilities; reduction in physical and economic values, and obstacles on the tourism development of Solo-Selo-Borobudur line.
Kata Kunci : Tata ruang, Pemanfaatan Ruang, Pembangunan Wilayah