Implikasi Yuridis Pembatalan Perjanjian Pinjam Meminjam Uang Yang Disertai Dengan Jaminan Hak Tanggungan Terhadap Jual Beli Hak Atas Tanah Dan Bangunan (Studi Putusan Nomor 24/Pdt.G/2024/PN Smg)
Salma Aidina Afifah, Dr. Taufiq El Rahman,S.H.,M.Hum
2025 | Tesis | S2 Magister Hukum
Penelitian ini memiliki 2 (dua) tujuan.
Pertama, untuk mengetahui dan menganalisis mengenai kesesuaian putusan
pengadilan nomor 24/Pdt.G/2024/PN Smg dengan norma hukum perjanjian di
Indonesia. Kedua, untuk mengetahui dan menganalisis implikasi yuridis
pembatalan perjanjian pinjam meminjam uang yang disertai dengan jaminan Hak
Tanggungan terhadap jual beli hak atas tanah dan bangunan (Studi Putusan
Pengadilan Nomor 24/Pdt.G/2024/PN Smg).
Jenis penelilian ini yuridis normatif
yang dilakukan dengan cara meneliti data sekunder, didukung dengan wawancara
kepada narasumber. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan
pendekatan kualitatif sehingga menghasilkan penelitian hukum deskriptif.
Berdasarkan hasil analisis, diperoleh 2
(dua) kesimpulan. Pertama, Putusan Pengadilan Negeri Nomor 24/Pdt.G/2024/PN Smg
yang membatalkan perjanjian pinjam meminjam uang antara Developer dengan KSP
Graha Mandiri belum sesuai dengan norma hukum perjanjian di Indonesia. Pembatalan
perjanjian pinjam meminjam melalui putusan tersebut menyimpangi asas
kepribadian yang mensyaratkan bahwa perjanjian hanyalah mengikat bagi para
pihak yang membuat perjanjian sehingga pihak yang dapat memohonkan pembatalan
perjanjian tersebut hanyalah para pihak dalam perjanjian atau pihak ketiga yang
berkepentingan atau memiliki legal
standing. Kedua, Pembatalan perjanjian pinjam meminjam uang yang disertai
dengan jaminan Hak Tanggungan membawa implikasi yuridis bahwa seluruh prestasi
yang telah diserahkan secara timbal balik harus dikembalikan. Pihak ketiga
sebagai pihak yang menguasai objek sengketa wajib dilindungi oleh hukum karena
tergolong sebagai pembeli beriktikad baik, sehingga terhadap jual beli hak atas
tanah antara Developer dengan Hesty adalah sah.
This
Research has 2 (two) objectives: first, to find out and analyze the conformity
of court decision number 24/Pdt.G/2024/PN Smg with the legal norms of
agreements in Indonesia. Second, to to find out and analyze the legal
implications of the nullification a loan agreement secured by a mortgage (Study
Of Court Decision Number 24/Pdt.G/2024/PN Smg). This
type of research is normative legal research, using secondary data, supported
by interviews with informants. The data obtained is then analyzed using a
qualitative approach to establish descriptive legal research. Based
on the result of the analysis, two conclusion were reached. First, district
court decision No. 24/Pdt.G/2024/PN Smg which nullification the loan agreement
between the Developer and KSP Graha Mandiri is not accordance with the legal
norms of agreements in Indonesia. The nullification of the loan agreement
through this decision deviates from the privity of contract principle which
required that the egreement is only binding on the parties who made agreement
or the third party who is interested or had legal standing on it.Second, the
nullification of the loan agreement accompanied by a mortgage carries the legal
implication that all reciprocal performances must be returned. The third party,
as the party in control of the disputed object, must be protected by law
because it is classified as a buyer in a good faith, so the sale and purchase
agreement between the Developer and Hesty Kurnia is valid.
Kata Kunci : Pembatalan Perjanjian, Hak Tanggungan, Perjanjian Pinjam Meminjam Uang