Pola persebaran permukiman di kec. Cawas kab. Klaten propinsi Jawa Tengah dan kecamatan Ngawen kabupaten Gunungkidul propinsi D.I. Yogyakarta
Idris Ihwanudin, Drs. Widiyanto, M.S.; Djaka Marwasta, S.Si., M.Si.
2007 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian pola persebaran permukiman ini dilakukan di Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten Propinsi Jawa Tengah dan di Kecamatan Ngawen Kabupaten Gunungkidul Propinsi DI Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk pola persebaran permukiman yang terjadi di daerah penelitian dan faktor geografi apa saja yang mempengaruhi terbentuknya pola persebaran persebaran permukiman tersebut Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis tetangga terdekat (Nearest Neighbour Analysis) yaitu menggunakan skala "T" untuk mengukur pola persebaran permukiman. Cakupan penelitian adalah batas administrasi kecamatan dengan unit analisisnya adalah desa. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang didapat dari survey lapangan dan data sekunder di dapat baik dari peta maupun dari data instansi terkait. Citra Landsat 7ETM+ digunakan untuk interpretasi permukiman dan non permukiman yang dijadikan dasar untuk menentukan bentuk pola persebaran permukiman. Overlay peta dilakukan untuk mengetahui hubungan pola persebaran permukiman dan variabel geografi pengaruh. Analisis statistik crosstab-correlations dilakukan untuk mengetahui seberapa besar dan kuat hubungan dan pengaruh variabel pengaruh terhadap terbentuknya pola persebaran permukiman. Penelitian ini menggunakan tujuh variabel geografi pengaruh yaitu kemiringan lereng, ketinggian tempat, kemudahan mendapat air, daya dukung tanah, kepadatan penduduk, persentase luas sawah terhadap lahan pertanian, tekanan penduduk terhadap lahan pertanian dan tingkat aksesibilitas (kepadatan jalan). Hasil dari penelitian ini, bahwa pola persebaran permukiman di daerah penelitian bervariasi yaitu mengelompok, acak, dan teratur dengan skala T berkisar 0,298-1,570 yang berarti mengelompok sampai teratur. Pola persebaran permukiman acak mendominasi daerah penelitian. Variabel geografi yang berpengaruh dan mempunyai hubungan kuat terhadap terbentuknya pola persebaran permukiman adalah kemiringan lereng dan tingkat aksesibilitas (kepadatan jalan) dengan approx.sig dari crosstab-correlations sebesar 0,000 dan 0,005. Variabel geografi yang paling tidak berpengaruh dan mempunyai korelasi paling rendah adalah kepadatan penduduk dengan nilai approx.sig 0,662.
The research of housing distribution pattern is done at Cawas Sub-District Klaten Regency Central Java and at Ngawen Sub-District Gunungkidul Regency Special Province of Yogyakarta. The research aims to know housing distribution pattern which happened at the research areas and the factors which influences them. The research used the survey method applying the nearest neighbor analysis te. using "T" Scale to measure housing distribution pattern. The scoop of the research is the sub-district administrative borders while the analysis unit is the villages. The used data are primary data and secondary one. The primary data are the data gained from field survey while the secondary one are those gained from maps and publication of some. The research uses 7ETM+ landsat image to interprete housing and non housing area as a basis to define housing distribution pattern. The map overlaying is done to find relationship between the pattern of housing and the geographical factors. Crosstab-correlation statistic analysis was used to find factors the relationship and the influence of the affecting variables housing distribution pattern. The research used seven affecting geographical variables ie. the slope gradient, the elevation, the accessibility to get water, the soil capability, the population density, the land people ratio, the land pressure and the accessibility level (road density). The result shows that the pattern of housing distribution in the research area varies from custered, random, and uniform. T scale varies from 0,298 to1,570 it means clustered into uniform. The random pattern of housing distribution dominates the researched area. The geographical factors which influence the form of housing distribution are the slope gradient and the accessibility level (road density) with approx.sig value of crosstab-correlations 0,000 and 0,005. The geographical factor which does not influence the form of housing distribution the population density with the approx.sig value 0,662.
Kata Kunci : Pola, persebaran, permukiman, skala T, hubungan, pengaruh,Pattern, distribution, housing, T scale, correlation, influence