Urban Design Toolkit Berbasis Persepsi Subjektif Terhadap Kenyamanan Termal Berjalan Kaki
Abi Dzar Ghifari, Isti Hidayati, S.T., M.Sc., Ph.D.
2025 | Tesis | MAGISTER RANCANG KOTA
Persepsi kenyamanan termal merupakan salah satu aspek penting dalam pengalaman berjalan kaki. Berbagai pendekatan telah dilakukan untuk mengatasi persoalan ini, namun pendekatan berbasis pengguna yang lebih subjektif kerap diabaikan. Padahal, penelitian terdahulu menunjukkan bahwa suhu netral tidak selalu menjadi kondisi yang disukai—bisa lebih panas atau lebih dingin. Penelitian ini bertujuan mempelajari bagaimana persepsi subjektif tersebut dapat dimanfaatkan untuk merumuskan urban design toolkit yang aplikatif, mampu berkolaborasi dengan pengukuran suhu objektif, sekaligus berdiri sebagai solusi mandiri. Fokus penelitian diarahkan pada dua konsep: psikogeografi (di mana asal daerah seseorang mempengaruhi persepsinya terhadap ruang) dan thermal alliesthesia (kondisi ketika tubuh manusia menyeimbangkan faktor fisiologis dan psikologis hingga menghasilkan rasa nyaman). Pengumpulan data dilakukan secara berurutan melalui survei daring (362 responden) dan survei lapangan (14 partisipan). Analisis terdiri atas lima tahap: (1) histogram dari jawaban survei daring untuk menentukan titik wajib berhenti pada survei lapangan; (2) Covariance-Based Structural Equation Modelling (CB SEM) pada data survei daring untuk konfirmasi teori psikogeografi; (3) Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS SEM) pada data survei lapangan untuk melihat hubungan antarindikator yang berpotensi memicu thermal alliesthesia; (4) analisis Natural Language Processing (NLP) untuk menelaah kejanggalan dalam hasil CB SEM; dan (5) triangulasi melalui tanya jawab dengan partisipan survei lapangan guna memvalidasi faktor signifikan dari hasil PLS SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap persepsi suhu adalah persepsi keteduhan, kebisingan dan tingkat berdebu. Temuan ini menghasilkan arahan yang kontekstual bagi kawasan Pogung, sekaligus dasar dari kerangka urban design toolkit yang dapat direplikasi untuk penelitian di kawasan lain.