Laporkan Masalah

Implementasi Proyek Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) di Kabupaten Gunungkidul Propinsi DIY

MAILIRIANDI S, Dr. Samodra Wibawa

2005 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Proyek Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P210) berupa serangkaian kegiatan yang memberikan bantuan kepada masyarakat miskin dalam bentuk dana yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang diusulkan masyarakat dan bentuk pendampingan teknis yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan itu. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui gambaran implementasi P2KP dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi P2KP. Sedangkan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis Deskriptif Kualitatif dengan pertimbangan menyesuaikannya lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan ganda menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dengan responder dan metode ini lebih peka dan dapat beradaptasi dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap pola-pola nilai yang dihadapkan. Dari teori yang penulis sampaikan didepan dapatlah diketahui implementasi Proyek Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) dipengaruhi oleh Pembagian Kerja, Hirarki Otorita, Prosedur Pelaksana dan Impersonalitas Patokan utama untuk menilai kinerja proyek tersebut adalah sampai seberapa kebutuhan masyarakat penerima manfaat memperoleh dampak dari proyek ini serta permasalahan apa saja yang mempengaruhi proyek ini. Tetapi karena keterbatasan waktu, pemikiran, dan kemampuan, penelitian ini hanya menyoroti struktur birokrasi sebagai faktor yang mempengandali. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk mengkaji kinerja Implementasi Proyek Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) Di Kabupaten Gunungkidul, dalam melihat kinerja implementasi proyek yang dimaksud, digunakan data sekunder yang berasal dari Pemerintah Kabipaten Gunungkidul, dalam hal ini BAPPEDA, data primer yang berasal dari aparat pemenntah Kecamatan, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) serta masyarakat penerima manfaat. Adapun basil penelitian menunjukan adanya peningkatan jumlah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), variasi kegiatan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) ekonomi produktif juga peningkatan jumlah masyarakat yang memanfaatkan Proyek Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) Di Kabupaten Guriungkidul dan tentu saja berdampak pada masyarakat penerima manfaat proyek. Pembangunan sarana dan prasarana seperti jalan, MCK, Cov blok membutuhkan tenaga kerja yang akan meningkatan pendapatan, dan dana yang diperoleh untuk perluasan usaha yang ahkirnya meningkatkan penghasilan masyarakat. Rekomendasi spesifik yang dapat disarankan antara lain BKM meningkatkan kemampuan dalam melayani tuntutan dan kebutuhan masyarakat seperti dibidang manajerial dan bimbingan teknisnya, dalam implementasi P2KP, masyarakat diikutsertakan baik dalam perencanaan, pelaksanaan maupun pengawasan, dll.

The Project of Overcoming Urban Poorness (P2KP) consist of a series activity given aid to impecunious society in the form of fund which can be exploited to various activity proposed by society and the form of technical assistance needed in that activity execution. The observation aimed to know the picture of implementation P2KP and to know the factors influenced P2KP. While the research method used analysis of descriptive qualitative method with the consideration accommodate easier if it is facing with double fact: presenting directly relationship reality between researcher and respondent and this method is more sensitive and able to adapt with many influenced and to confronted of value pattern. From theory which writer submitted ahead knowable the implementation of project overcoming urban poorness (P2KP) was influenced by division of labor, hierarchy otorita, procedure of executor and impersonalitas directive to assess the project criterion is how far requirement beneficiation of society receiver gets the impact of this project and also any kind of problem which influences of project obtain? Because the time limitation, opinion and ability, this research only highlights bureaucracy structure as influenced factors. This research executed to studying the implementation performance of P2KP in Gunungkidul regency. In seeing the project implementation performance used secondary data from government of Gunungkidul regency, in this case BAPPEDA, the primary data come from governmental sub district, self-supporting body society (BKM), self-supporting group society (KSM) and also society of benefit receiver. As the result, this research showed the existence the amount increasing of self-supporting group society (KSM), variation of self-supporting group (KSM) of productive economic society and also the amount society increasing of (P2KP) in Gunungkidul regency and of course, the affect of project society receiver. The development of medium and pra-medium such as street, NICK, con block needed the labor to improve the earnings and fund obtained for the extension effort which improve the society production. The specific recommendation whish can be suggested for example: (BKM) must improve the ability in serving demands and society requirements such as, the area of managerial and technical tuition in implementation of P2KP, and involved the society in planning, execution and also observation, etc.

Kata Kunci : Kebijakan Pemerintah Daeerah,Implementasi Proyek P2KP, Implementation of P2KP, division of labor, Hierarchy Otorita, procedure of execution and Impersonality


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.