Kardiomegali (Rasio Kardiotorak > 0,50) Dan Efusi Pleura Pada Glomerulonefritis Akut Pada Anak
Debby J. May , dr. M.P. Damanik, DSAK ; dr. E. Suryadi, S.U
1998 | Skripsi | S1 KEDOKTERANGlomerulonefritis akut (GNA) masih menjadi masalah di bidang kesehatan, karena bila tidak ditangani sejak dini dapat berlanjut terus dan akhirnya dapat mengakibatkan gagal ginjal. Mengingat hal tersebut, maka perlu dilakukan tindakan-tindakan awal yang tepat dalam melakukan penanganannya. Salah satu tindakan yang dilakukan adalah pemeriksaan radiologis (foto toraks) . Pemeriksaan foto toraks diharapkan dapat menjadi salah satu penunjang dalam menegakkan diagnosis GNA dan mengevaluasi kelainan-kelainan pada jantung- paru yang timbul pada penderita GNA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perubahan patologis foto toraks penderita GNA pada anak. Dari hasil pembacaan foto toraks dapat dievaluasi perubahan besar jantung atau kardiomegali (Rasio Kardiotoraks/CTR > 0,50) dan timbulnya efusi pleura (EP). Penelitian ini juga bertujuan mengetahui prevalensi dan frekuensi penderita GNA pada anak yang mempunyai gambaran kelainan radiologik berupa kardiomegali dan efusi pleura berdasarkan umur, jenis kelamin dan infeksi pendahulunya. Penelitian ini bersifat deskriptif yang dilakukan secara retrospektif. Data penderita dikumpulkan melalui catatan medik di Unit Penyakit Anak (UPA) RSUP dr. Sardjito Yogyakarta selama 5 tahun (1 Januari 1993 - 31 Desember 1997). Subyek penelitian adalah semua anak penderita GNA yang dirawat inap di UPA RSUP dr. Sardjito Yogyakarta yang berumur sampai 14 tahun dan mendapat tindakan radiologik (foto toraks) selama dirawat inap di rumah sakit serta diukur CTR-nya dan didapati adanya EP pada hasil pemeriksaan foto toraks. Jumlah penderita GNA pada anak yang memenuhi kriteria sebagai subyek penelitian adalah 16 orang dari jumlah total kasus yang terkumpul yaitu 41 kasus. Umur penderita termuda 3 tahun sedangkan yang tertua 63 tahun. Kelompok umur penderita GNA pada anak dengan kelainan radiologik (kardiomegali dan efusi pleura) terbanyak pada kelompok umur 5 — 9 tahun (68,75%). Jumlah anak laki-laki penderita GNA adalah 11 orang (68,75%) dan anak perempuan 5 orang (31,25%). Perbandingan anak laki dan perempuan 2,2:1. Faringitis dan pioderma dapat menjadi infeksi initial penyakit GNA. EP dan kardiomegali merupakan hasil pemeriksaan radiologis yang patologik yang ditemukan pada hasil pemeriksaan foto toraks penderita. Pada foto toraks I, EP ditemukan lebih sering bermakna pada kelompok CTR > 0,50 dibandingkan dengan kelompok CTR < 0,50. Ini berarti EP dan CTR saling menyertai satu sama lain atau munculnya hampir bersamaan. Pada foto toraks II terlihat bahwa EP dan kardiomegali berkurang atau menghilang. Posisi foto toraks juga menentukan hasil pemeriksaan radiologis yang lebih sensitif dan akurat. Pada hasil pemeriksaan radiologis (foto toraks) ditemukan data yang dapat membantu para klinisi dalam menegakkan diagnosis suatu penyakit salah satunya GNA. Dengan demikian dapat diambil suatu tindakan yang tepat dalam melakukan penangannya.
Kata Kunci : Kardiomegali, Efusi pleura, glomerulonefritis akut