Arahan pola tanam tanaman pangan berdasarkan sebaran pola curah hujan di kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta
Marisya Aurora Destiany, Emilya Nurjani, S.Si., M.Si.
2010 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPertanian merupakan sektor ekonomi andalan di Kabupaten Gunung Kidul. Salah satu bidang pertanian yang diusahakan adalah tanaman pangan. Pertanian di Kabupaten Gunung Kidul pada umumnya dilakukan pada lahan kering tadah hujan yang mengandalkan keberadaan hujan sebagai sumber air utama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola curah hujan dan tipe iklim di wilayah Kabupaten Gunung Kidul, dan memberikan arahan pola tanam tanaman pangan yang tepat didasarkan atas informasi pola curah hujan dan tipe iklim. Metode yang digunakan adalah metode Balitklimat 2007, yang kemudian dikoreksi dengan hasil perhitungan evapotranspirasi metode Thornwaithe-matter. Kisaran curah hujan tahunan di masing-masing kecamatan di Kabupaten Gunung Kidul adalah diantara 1298 mm hingga 2493 mm. Berdasarkan Metode Balitklimat 2007, hal ini menunjukkan bahwa terdapat daerah dengan iklim kering dan daerah dengan iklim basah di Kabupaten Gunung Kidul. Adapun pola hujannya bervariasi antara II A dan III A. Pola hujan II A berarti mempunyai curah hujan 1000-2000 mm/tahun dengan pola tunggal (simple wave). Sedangkan pola hujan III ? menunjukan bahwa daerah tersebut mempunyai curah hujan 2000-3000 mm/tahun dengan pola tunggal (simple wave). Dari hasil kajian dan perhitungan, diperoleh informasi bahwa daerah dengan pola curah hujan IIA dapat melakukan penanaman Padi Merah pada bulan Oktober hingga Desember, dan dilanjutkan dengan penanaman Padi Gogo/Kacang Tanah pada bulan Januari hingga Maret. atau, melakukan penanaman Ubi Kayu/Ketela Pohon selama bulan Oktober hingga Maret. Sementara itu, daerah dengan pola curah hujan IIIA dapat melakukan dua kali periode penanaman, yakni penanaman padi sawah, pada bulan November hingga bulan Februari, dan dilanjutkan dengan penanaman Jagung/Kacang Kedelai pada bulan Maret dan April.
Agriculture is particular economy sector in Gunung Kidul Sub-Province. One part of agriculture that striven in Gunung Kidul area is food crop planting. Agricultures in Gunung Kidul Sub-Province are generally conducted in rainfed dry land, that have a very high dependence with rainfall. The aim of this research are to identify the rainfall pattern and climate type in Gunung Kidul Sub-province, then trying to arrange an instruction for food crop planting pattern based on that rainfall pattern and climate type. The technique of analysis in this research comes from Balitklimat 2007, then completed and corrected by evapotranspiration calculation with Thornwaithe-Matter method. Numbers of rainfall in each district in Gunung Kidul Sub-province are vary between 1298 mm to 2493 mm per year. Based on Balitklimat 2007 method, this numbers show that there are some areas with dry climate and there are also some areas with wet climate in Gunung Kidul Sub-province. The rainfall pattern are vary between IIA and IIIA. Rainfall pattern II A is for areas that have rainfall between 1000-2000 mm/year with a simple wave. While Rainfall pattern III A is for areas that have rainfall between 2000-3000 mm/year with a simple wave. The result of the analysis and calculation in this research are the plant pattern information for food crop. Areas with rainfall pattern IIA are able to plant Red Paddy along October to December, then plant Dry Paddy/Peanut along January to March. Or plant the Cassava as the alternative plant pattern along October to March. Meanwhile, areas with rainfall pattern IIIA are capable to plant food crop in two periodes. First periode is for paddy plant along November to February, and continued with Corn/Soy Bean for March to April as second periode.
Kata Kunci : Pola Tanam tanaman, Pola Curah Hujan,Pertanian,Gunungkidul,DIY