Laporkan Masalah

Faktor-faktor determinan pendapatan asli daerah (PAD) antar kabupaten/kota diprovinsi Jawa Tengah

Ichwan Arief Junaidi, Drs. Joko Christanto, M.Sc.

2009 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

INTISARI Berdasarkan prinsip desentralisasi keuangan, setiap daerah dituntut untuk dapat melakukan pengelolaan keuangan daerah. Dalam mewujudkan hal tersebut salah satu cara yang ditempuh ialah dengan berusaha meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Namun adanya perbedaan karakteristik antar daerah dapat menimbulkan perbedaan perolehan PAD. Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan PAD diantaranya adalah; jumlah penduduk, tingkat kekotaan, investasi, dan PDRB. Tujuan dari penelitian ini adalah; (1) mengetahui karakter dari penerimaan PAD antar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah tahun 2002-2006 (2) mengetahui bagaimana variasi spasial dari karakter penerimaan PAD antar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah tahun 2002-2006 (3) mengetahui hubungan antara perubahan faktor faktor geografis dengan perubahan penerimaan PAD antar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah dari tahun 2002-2006 (4) mengetahui dan menganalisis faktor-faktor determinan yang berpengaruh terhadap penerimaan PAD yang ada díkabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2006 Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis peta untuk menjawab tujuan kedua, statistik korelasi untuk menjawab tujuan ketiga dan diskriminan analisis untuk menjawab tujuan keempat. Unit analisis dari penelitian ini adalah kabupaten/kota. Hasil dari penelitian ini diantaranya yaitu: Perubahan PAD dari tahun 2002-2006 di 35 kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah cenderung mengalami peningkatan untuk setiap tahunnya dan terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah dalam hal nilai rasio PAD terhadap luas wilayah maupun jumlah penduduk, hal ini menunjukkan bahwa kota mempunyai produktivitas lahan dan produktivitas SDM yang lebih baik daripada kabupaten. Sektor retribusi daerah merupakan sektor yang paling banyak menjadi andalan kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah dengan sumbangan terhadap total PAD Provinsi mencapai 44,64%. Variasi spasial dari karakter penerimaan PAD antar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah cenderung mengelompok, dimana khusus untuk variasi spasial dilihat dari klasifikasi PAD menunjukkan zona selatan yang secara kondisi sosial ekonomi merupakan daerah kurang maju secara sosial ekonomi dibandingkan dengan zona tengah dan utara Jawa Tengah ternyata justru didominasi oleh daerah dengan PAD yang tinggi diantaranya mengelompok di Kabupaten Cilacap, Banyumas dan Kebumen. Sementara itu dari kelima faktor geografis hanya perubahan jumlah fasilitas pelayanan yang mempunyai korelasi yang kuat dengan perubahan PAD pada tahun 2004/2005 dan faktor yang paling berpengaruh (determinan) terhadap penerimaan PAD antar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2006 adalah PDRB.

According to the financial decentralization principle, each region obliged to be able to manage their financial affairs. Thus, to accomplish these conditions they have to enhance their locally generated revenue (PAD). However, there are characteristics differences in each region that could affect differences in PAD. The factors that affect the PAD differences are; total population, hierarchy of city, investment, and gross regional domestic product (PDRB). The aims of this research are; (1) to know the characteristic of each regencies and/or cities PAD's earnings in Central Java provinces year 2002-2006 (2) to know how the spatial variation of that earnings are (3) to know the relation between changes in geographical factors and dynamical of PAD's earnings (4) to know and analyze the determinant factors that affect the PAD's earnings on 2006. The methods used in this research are quantitative method using map analysis technique for answering the 2nd aim, correlative statistics for the 3rd aim, and discriminant statistical analysis for the 4 4th, aim. The analysis unit from this research is regencies and/or cities. The result of this research are: The PAD changes in 2002-2006 on 35 regencies and/or cities of Central Java provinces generally increase in each year. And have significant differences between regencies and cities in Central Java province such as on PAD ratio to area of region and to number of population, it shows that city has more land and human resources productivities than regency. Region retribution sector is the major sector whose compose 44.64% of the total PAD province. Spatial variations from the PAD's earning character in 2002-2006 in each region are generally clustered. Especially for spatial variation, from the PAD classification show although the southern zone have less socio-economic condition than the middle or northern zone, they have high PAD clustered in Cilacap, Banyumas, and Kebumen regency. Meanwhile, from five geographical factors, only the changes of service facility amount factor have strong correlation with PAD changes in 2004-2005 and the most affecting factor to regencies and/or cities PAD earnings in Central Java Province in 2006 is PDRB.

Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah (PAD), Karakter PAD, Faktor Geografis, Variasi Spasial, Faktor Determinan,locally generated revenue (PAD), PAD characteristics, geographical factor, spatial variation, determinant factor

  1. S1-2009-187577-Abstract.pdf  
  2. S1-2009-187577-Bibliography.pdf  
  3. S1-2009-187577-TableofContent.pdf  
  4. S1-2009-187577-Title.pdf