Kajian perubahan kepemilikan lahan didesa Tegallalang kecamatan Tegallalang kabupaten Gianyar Bali
I Putu Irwan Suryana, Dr. Lutfi Muta'ali, M.T.
2009 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPenelitian ini mengungkap fenomena perubahan pemilikan lahan yang terjadi di Desa Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali. Desa Tegallalang merupakan desa dengan potensi wisata alam dan budaya yang menarik. Dengan lokasi yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Ubud desa Tegallalang juga menjadi daerah kunjungan wisatawan. Dalam penelitian ini yang dikaji adalah proses perubahan pemilikan lahan. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dari data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dari populasi 32 orang masyarakat pelaku perubahan pemilikan lahan yang terbagi berdasarkan lokasi banjar atau dusun penduduk dengan menggunakan kuesioner dan wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 32 responden yang melakukan perubahan pemilikan lahan, seluruhnya dilakukan dengan menjual lahan yang menjadi hak miliknya. Luasan total lahan yang telah dijual di desa Tegallalang mencapai 493 are. Banjar yang masyarakatnya terbanyak melakukan penjualan lahan adalah banjar Tegallalang dan banjar Gentong, masing-masing sebanyak enam orang atau sebesar 18,75%. Banjar-banjar tersebut dilalui oleh akses jalan kecamatan yang melintasi desa dari utara ke selatan dan menghubungkan kecamatan Tegallalang dengan Kecamatan lainnya. Alasan atau motivasi utama yang menjadi faktor penentu penjualan lahan adalah motif atau alasan ekonomi. Uang yang diperoleh dari hasil penjualan lahan digunakan terutama untuk merenovasi dan/atau membangun rumah. Alasan lain yang cukup mempengaruhi terjadinya penjualan lahan adalah untuk keperluan upacara adat/agama. Upacara adat di Bali memerlukan biaya yang banyak, sehingga untuk memenuhinya beberapa masyarakat tertentu menjual lahan hak miliknya
This research express land property change phenomenon happened in Tegallalang village, District Tegallalang, Sub-Province Gianyar, Bali Province. Tegallalang village is countryside with a potencial nature and cultural tourism. With location verging on direct with District Ubud, Tegallalang also becomes tourist visit area. In this research studied is processing land property change. This research applies primary data and secondary. Research method applied is descriptive method analysed from primary data and secondary data. Primary data collected from population 32 land property change perpetrator public which divided based on location of banjar or resident orchard by using questionaire and interview is not structure. Result of research indicates that out of 32 responders making a change land property, entirely is done by selling their lands. Lands total area which has been sold in Tegallalang village to reach 493 acres. Banjar which the public is doing sale of farm are banjar Tegallalang and banjar Gentong, each banjar got 6 people from all responders or 18,75%. This banjar passed by district road access getting through northerly countryside to south and connects district of Tegallalang with other district. Reason or main motivation becoming sale determinant of farm is motif or reason of economics. Money obtained from farm sales revenue is applied especially to renovate and builds house. Other reason of which enough influencing the happening of sale of land is for cultural and religion ceremony. Custom ceremony in Bali costs lot of money, so that to fulfill that some certain publics sells their land
Kata Kunci : Perubahan Pemilikan Lahan, Tegallalang, Gianyar,Land property changes, Tegallalang, Gianyar