Laporkan Masalah

Perilaku merokok penduduk Indonesia : Analisis data Sakerti 3 tahun 2000

Ika Dianti Paramita Sari, Drs. Sukamdi, M.Sc.; Drs. Agus Sutanto, M.Sc.

2009 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Perilaku merokok merupakan masalah kesehatan di berbagai negara. Tingkat merokok secara umum sudah menurun pada orang dewasa di negara maju, tapi mengalami peningkatan di negara berkembang. Konsumsi rokok Indonesia berada pada urutan kelima dari seluruh konsumsi rokok dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji perilaku merokok penduduk Indonesia tahun 2000 menurut jenis kelamin, tempat tinggal, propinsi, pendidikan, umur, dan status ekonomi. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif menggunakan rancangan studi potong lintang. Metode yang dipakai dalam penelitilian ini adalah metode analisis data sekunder menggunakan analisis tabel silang dan chi-kuadrat yang diolah dengan program SPSS menggunakan data SAKERTI 3 tahun 2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perokok di Indonesia adalah laki-laki, berasal dari rumah tangga miskin, berpendidikan rendah, dan tinggal di desa. Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang, makin sedikit yang jadi perokok serta penduduk miskin segmen terbesar rokok, artinya kemiskinan bukan rintangan bagi penduduk miskin untuk merokok. Pola merokok yang ditemukan di Indonesia sesuai dengan teori epidemi tembakau dan ditemukan di seluruh propinsi penelitian SAKERTI 3. Perilaku merokok yang terus meningkat ini akan berdampak buruk terhadap kesehatan yang tidak terlihat dalam waktu dekat. Indonesia perlu meminimalisir perilaku merokok dengan meratifikasi Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (Framework Convention on Tobacco Control-FCTC), dengan enam strategi pengendalian dampak tembakau yang dilancarkan WHO yaitu MPOWER: (M)onitor penggunaan tembakau dan kebijakan pencegahannya, (P)erlindungan terhadap asap rokok; (O)ptimalkan dukungan untuk berhenti merokok; (W)aspadakan masyarakat akan bahaya tembakau, (E)liminasi iklan, promosi dan sponsor rokok, (R)aih kenaikan cukai rokok. Kebiasaan merokok dimulai di usia muda, untuk itu diperlukan pendidikan dini tentang bahaya merokok.

Smoking behavior is a health problem in many countries. Smoking rates have declined overall in adults in developed countries, but has increased in developing countries. Cigarette consumption in Indonesia is the fifth of world cigarette consumption. The purpose of this study was to investigate the smoking behavior of the Indonesian population in 2000 according to gender, residence, province, education, age, and economy status. The approach used in this study is a quantitative approach using cross-sectional study design. The method used in this research was secondary data analysis methods using cross table analysis and chi-square which is processed by SPSS program using the data SAKERTI 3 in the year 2000. The results showed that smokers in Indonesia is a man, come from poor households, less educated, and lived in the village. The higher one's education level, the fewer who were smokers as well as the largest segment of poor people smoking, poverty means not a barrier for poor people to smoke. Smoking patterns found in Indonesia in accordance with the theory of the tobacco epidemic and found in all provinces research SAKERTI 3. This increasing smoking behavior will cause vicious health impact which is not visible in the near future. Indonesia needs to minimize smoking behavior by ratifying the Framework Convention on Tobacco Control (FCTC), by six proven policies: (M) onitor tobacco use and prevention policies, (P)rotect people from tobacco smoke, (O)ffer help to quit tobacco use, (W)arn about the dangers of tobacco, (E)nforce bans on tobacco advertising, promotion and sponsorship, and (R)aise taxes on tobacco. Smoking started at a young age, it is necessary for early education about the smoking hazard.

Kata Kunci : merokok, status ekonomi, SAKERTI,smoking behavior, economic status, IFLS

  1. S1-2009-175726-IKA_DIANTI_PARAMITA_SARI-abstract.pdf  
  2. S1-2009-175726-IKA_DIANTI_PARAMITA_SARI-bibliography.pdf  
  3. S1-2009-175726-IKA_DIANTI_PARAMITA_SARI-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2009-175726-IKA_DIANTI_PARAMITA_SARI-title.pdf