Laporkan Masalah

Karakteristik Klinis dan Beban Pembiayaan Penyakit Neuritis Optik di Indonesia Berdasarkan Pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional 2015-2023

Hanis Fatkhul Rizki, dr. Indra Tri Mahayana Ph.D, Sp.M, dr. Firman Setya Wardhana, M.Kes., Sp.M(K), dr. Banu Aji Dibyasakti, Sp.M

2025 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Penyakit Mata

Latar Belakang: 

Neuritis optik dengan Multiple Sclerosis (MS) dan Neuromyelitis Optica Spectrum Disorder (NMOSD) menyebabkan gangguan penglihatan yang irreversible dengan angka kekambuhan yang tinggi sehingga memicu kebutuhan akan fasilitas kesehatan yang berkepanjangan dan menyebabkan tingginya beban pembiayaan dalam setiap siklus penangannannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik klinis dan beban pembiayaan neuritis optik berdasarkan data Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) selama periode 2015–2023.


Metode Penelitian:

Penelitian ini merupakan studi retrospektif, deskriptif-analitik menggunakan data sekunder JKN dari tahun 2015 hingga 2023. Sampel mencakup seluruh peserta BPJS dengan diagnosis neuritis optik (ICD-10: H46) pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKRTL). Beban pembiayaan dihitung berdasarkan tarif INA-CBG’s.

Hasil:

Ditemukan 75.629 kasus neuritis optik dari total 2.501.251 data kepesertaan BPJS Kesehatan per tahun 2015-2023. Kasus meningkat tiga kali lipat dari tahun 2015-2023, dengan penurunan sementara selama pandemi Covid-19. Mayoritas pasien berusia 40–64 tahun dan berjenis kelamin perempuan (55%). Distribusi kasus  tertinggi terdapat di Regional I sebesar 71,2%. Analisis pearson menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara jumlah kasus dengan jumlah penduduk, dokter mata, dan neurooftalmologis (r = 0,981-0,989; p < 0>


Kesimpulan:

Kasus dan beban biaya neuritis optik di Indonesia meningkat signifikan pada periode 2015-2023. Distribusi kasus terpusat di Regional I yang berkorelasi dengan ketersediaan tenaga medis. Dengan pemerataan tenaga medis, akses diagnostik dan strategi pembiayaan yang efisien dapat meningkatkan kualitas pelayanan pasien neuritis optik di Indonesia.


Background:
Optic neuritis associated with Multiple Sclerosis (MS) and Neuromyelitis Optica Spectrum Disorder (NMOSD) causes irreversible visual impairment and frequent relapses, leading to prolonged healthcare needs and a high financial burden in each treatment cycle. This study aimed to assess the clinical characteristic financial burden of optic neuritis based on data from the Indonesian National Health Insurance (JKN) during 2015–2023.

Methods:
This is a retrospective, descriptive-analytic study using secondary data from National Health Insurance between 2015–2023. The sample includes all participants diagnosed with optic neuritis (ICD-10: H46) at advanced referral healthcare facilities (FKRTL). The financial burden was calculated using Indonesian Case-Based Groups (INA-CBG’s) tariffs.

Results:
A total of 75.629 optic neuritis cases were recorded from 2,501,251 National Health Insurance’s participants between 2015-2023. The number of cases increased three fold during these period, with a temporary decline during the COVID-19 pandemic. Most patients were aged 40–64 years and female (55%), with the highest case distribution in Region I at 71.2%. Pearson’s analysis showed a significant positive correlation between the number of cases and the population, ophthalmologists, and neuro-ophthalmologists (r = 0.981–0.989; p < 0>

Conclusion:
The  incidence  and  financial  burden  of  optic  neuritis  in  Indonesia  increased significantly from 2015 to 2023. The concentration of cases in Region I correlates with the distribution of medical personnel. Equal distribution of medical personnel, diagnostic access, and efficient financing strategies are needed to enhance the quality health services of optic neuritis care in Indonesia.

Kata Kunci : Neuritis optik, Jaminan Kesehatan Nasional, beban pembiayaan, INA-CBG’s

  1. SPESIALIS-2025-490430-abstract.pdf  
  2. SPESIALIS-2025-490430-bibliography.pdf  
  3. SPESIALIS-2025-490430-tableofcontent.pdf  
  4. SPESIALIS-2025-490430-title.pdf