Penentuan Umur Optimal untuk Seleksi Genetik pada Uji Keturunan Generasi Pertama Jabon Merah (Neolamarckia macrophylla) di Wonogiri
Mirza Nur'aini Widhiati, Dr. Ir. Sapto Indrioko, S.Hut., M.P., IPU.; Dr. Ir. Arif Nirsatmanto, M.Sc.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan
Sebagai salah satu jenis cepat tumbuh yang turut
berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan kayu di Indonesia, penyediaan benih
unggul jabon merah menjadi hal yang krusial. Seleksi individu unggul secara
genetik memerlukan waktu yang lama. Pengaplikasian waktu seleksi genetik dengan
dasar 1/2 hingga
1/4 daur masih dinilai cukup memakan waktu. Penelitian
ini bertujuan untuk menentukan waktu seleksi optimal pada jabon merah dalam
rangka percepatan perolehan benih unggul. Bahan yang digunakan berupa tegakan uji
keturunan jabon merah generasi pertama di Wonogiri. Sifat diameter diamati
selama tujuh periode pengukuran untuk mengetahui tren pertumbuhan. Persamaan
untuk tren waktu parameter genetik dikembangkan melalui pemodelan persamaan
regresi estimasi komponen varians dan korelasi genetik menggunakan data
diameter pohon sebagai variabel independen. Persamaan Chapman-richard yang
dimodifikasi dapat dengan baik memprediksi korelasi genetik berdasarkan data
rasio diameter. Hasil analisis
menunjukkan umur seleksi optimal pada daur 7 tahun berada di akhir daur
sementara pada daur 15 tahun berada di umur 6 tahun. Peluang seleksi awal
teridentifikasi pada daur 15 tahun dengan besaran efisiensi perolehan genetik
mencapai 1,279 per tahun. Hal ini dapat diartikan bahwasannya hanya diperlukan
waktu 13 tahun bagi pengelola untuk dapat melewati mencapai 2 generasi apabila
seleksi dilakukan pada umur 6 tahun untuk daur 15 tahun. Dengan menggunakan
analisis GGE + BLUP, famili yang stabil dan memiliki dbh tertinggi di antaranya
famili 34, 75, dan 32 .
As one of the fast-growing species that contributes in
Indonesia's timber needs, the establishment of superior red jabon seeds is essential.
Selecting genetically superior individuals typically takes a long period of
time. Applying genetic selection based on 1/2 to 1/4
of the cycle is considered quite time-consuming. This study aims to determine
the optimal selection time for red jabon to accelerate the establishment of
superior seeds. The material used was the first generation of red jabon progeny
test in Wonogiri, East Java, Indonesia. Diameter was observed during seven
measurement periods to determine growth trends. Equations for genetic parameter
time trends were developed through modeling regression equations estimating
variance components and genetic correlations using tree diameter data as
independent variables. The modified Chapman-Richard equation was able to
accurately predict genetic correlations based on diameter ratio data with R2
reached 0.80. The results of the
analysis showed that the optimal selection age in the 7-year cycle was at the
end of the cycle, while in the 15-year cycle it was at 6 years of age. The
opportunity for early selection was identified in the 15-year cycle with a
genetic gain efficiency of 1.279 per year. It means that it would only take 13
years for tree breeder to pass two generations if selection was carried out at
6 years of age with 7 years as preparation time for a 15-year cycle. Using GGE +
BLUP analysis, families that were stable and performed high dbh were identified
as families 34, 75, and 32.
Kata Kunci : seleksi awal, korelasi genetik antar umur, efisiensi seleksi, analisis GGE + BLUP