Laporkan Masalah

Kajian kapasitas menahan air pada berbagai tekstur tanah dan hubungannya dengan kerapatan vegetasi penutup di kecamatan Girimulyo kabupaten Kulonprogo

Frieta Damayanti, Dr. M. Pramono Hadi, M.Sc.; Taufik Hery Purwanto, S.Si., M.Si.

2008 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Kecamatan Girimulyo termasuk dalam wilayah Kabupaten Kulon Progo yang memiliki topografi yang beragam yaitu dari topografi yang datar hingga topografi yang berbukit. Kecamatan Girimulyo termasuk dalam tipe iklim basah di bagian barat dan agak basah di daerah timur. Tingginya curah hujan di daerah ini mengakibatkan pelapukan batuan berlangsung secara intensif. Penggunaan lahan yang dominan adalah berupa tegalan yang mengandalkan curah hujan untuk pengairan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui besar pengaruh tekstur tanah dapat mempengaruhi kapasitas tanah menahan air dan (2) mengetahui hubungan kapasitas tanah menahan air dengan kerapatan vegetasi. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data primer berupa sampel tanah yang kemudian diuji di laboratorium. Titik sampel didasarkan atas klasifikasi kerapatan vegetasi khususnya tanaman palawija. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis statistik dan analisis deskriptif. Kerapatan vegetasi penutup diketahui dari observasi lapangan yang didisarkan atas luas tutupan kanopi pada masing-masing tanaman. Dari hasil kajian dapat disimpulkan bahwa kapasitas menahan air pada tanah berpasir lebih rendah dibandingkan dengan tekstur tanah lempung. Hal ini dibuktikan dengan nilai korelasi kapasitas menahan air pada tekstur lempung lebih tinggi daripada tekstur pasir. Kapasitas menahan air mempunyai hubungan yang positif dengan kerapatan vegetasi sehingga semakin tinggi kapasitas menahan air, maka kerapatan vegetasi akan semakin tinggi pula

Kecamatan Girimulyo termasuk dalam wilayah Kabupaten Kulon Progo yang memiliki topografi yang beragam yaitu dari topografi yang datar hingga topografi yang berbukit. Kecamatan Girimulyo termasuk dalam tipe iklim basah di bagian barat dan agak basah di daerah timur. Tingginya curah hujan di daerah ini mengakibatkan pelapukan batuan berlangsung secara intensif. Penggunaan lahan yang dominan adalah berupa tegalan yang mengandalkan curah hujan untuk pengairan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui besar pengaruh tekstur tanah dapat mempengaruhi kapasitas tanah menahan air dan (2) mengetahui hubungan kapasitas tanah menahan air dengan kerapatan vegetasi. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data primer berupa sampel tanah yang kemudian diuji di laboratorium. Titik sampel didasarkan atas klasifikasi kerapatan vegetasi khususnya tanaman palawija. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis statistik dan analisis deskriptif. Kerapatan vegetasi penutup diketahui dari observasi lapangan yang didisarkan atas luas tutupan kanopi pada masing-masing tanaman. Dari hasil kajian dapat disimpulkan bahwa kapasitas menahan air pada tanah berpasir lebih rendah dibandingkan dengan tekstur tanah lempung. Hal ini dibuktikan dengan nilai korelasi kapasitas menahan air pada tekstur lempung lebih tinggi daripada tekstur pasir. Kapasitas menahan air mempunyai hubungan yang positif dengan kerapatan vegetasi sehingga semakin tinggi kapasitas menahan air, maka kerapatan vegetasi akan semakin tinggi pula

Kata Kunci : Airtanah,Kapasitas menahan air,Kerapatan vegetasi penutup,Kulonprogo,DIY

  1. FRIETA_DAMAYANTI_SKRIPSI_2009-abstract.pdf  
  2. FRIETA_DAMAYANTI_SKRIPSI_2009-bibliography.pdf  
  3. FRIETA_DAMAYANTI_SKRIPSI_2009-tableofcontent.pdf  
  4. FRIETA_DAMAYANTI_SKRIPSI_2009-title.pdf