Analisis spasial perubahan penggunaan lahan dikabupaten bantul tahun 2003-2008
Fitrianing Wulan, Sudrajat, S.Si., M.P.
2009 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANOtonomi daerah bagi Kabupaten Bantul, mempunyai konsekuensi logis bahwa pemerintah daerah kota harus lebih mandiri dalam pembangunan wilayahnya. Pembangunan wilayah meliputi aspek sosial, ekonomi, dan budaya baik dalam bentuk fisik maupun non fisik Pembangunan dalam bentuk fisik memberikan tekanan terhadap lahan sebagai objek dari pembangunan itu sendiri. Pembangunan mengakibatkan terjadinya perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi lahan non pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan secara spasial, faktor-faktor yang berhubungan dengan perubahan penggunaan lahan, dan kesesuaian penggunaan terhadap Rencana Umum Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bantul. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah analisis spasial menggunakan data skunder. Lingkup penelitian adalah wilayah administrasi Kabupaten Bantul dengan unit analisis wilayah administrasi kecamatan. Teknik perhitungan data menggunaan tabel frekuensi dan tabulasi silang. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pertumbuhan penduduk, luas wilayah, dan ketersediaan fasilitas sosial ekonomi sebagai variabel X, dan perubahan luas penggunaan lahan sebagai variabel Y. Secara spasial perubahan penggunaan lahan di Kabupaten Bantul menurid kecamatan hervariasi, dan dibedakan menjadi tiga kelas yaitu, rendah sedang dan tinggi. Hasil dari tabulasi silang memnunjukkan bahwa tidak adanya hubungan antara pertumbuhan penduduk, luas wilayah, dan ketersediaan fasilitas sosial ekonomi dengan perubahan luas penggunaan lahan. Adapun penggunaan lahan di Kabupaten Bantul secara umum sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bantul.
Area autonomy has a logical consequence to Bantul Regency that the region/ city government should be more independent to develop its area. The area development consists of social, economic, and culture aspects, and consists of physical and uphysical forms. The physical development gives pressure to the lands as the development objects. The development changes the using of agricultural lands into non-agricultural lands. This research aims to know the patterns of lands utilization charge, factors which are related to lands utilization change, and its concormity with the General Plan of Bantul Regency Layount. The research method used was the spatial analysis by using secondary data. The setting of the research was Bantul Regency by using sub districts as the analysis unit. The data analysis techniques used frequency table and coss tabulation. The research variables were population growth, landmas, the existence of social economic facilities as X variable, and the change of lands utilization width us Y variable. Spacially, the changes of lands utilization change in Bantul Regency were various with sub districts. The result of cross tabulation showed that there was no relationship between population growth, landmass, and the existence of social economic facilities with the change of lands utilization width. The lands utilization in Bantul Regency mostly was in line with the General Plan of Regency Layond. It was because the growth and development had not been advance yet
Kata Kunci : Perubahan penggunaan Lahan, Lahan,Penggunaan Lahan, Analisis Spasial