Pengaruh Implementasi Kebijakan Likuiditas Basel III terhadap Risiko Perbankan Indonesia
Griselda, Kusdhianto Setiawan, Sivilekonom., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Sektor perbankan memegang peran krusial dalam
menjaga stabilitas perekonomian Indonesia. Dalam menghadapi berbagai tantangan
global, likuiditas menjadi aspek fundamental untuk mencegah risiko sistemik.
Regulasi Basel III yang diadopsi OJK, yaitu net stable funding ratio
(NSFR) dan liquidity coverage ratio (LCR), dirancang untuk
memperkuat ketahanan bank terhadap risiko likuiditas jangka panjang dan jangka
pendek.
Penelitian ini menganalisis bagaimana
implementasi NSFR dan LCR memengaruhi earnings volatility (EV) dan interest rate spread (IRS) bank
di Indonesia. Studi dilaksanakan menggunakan analisis regresi data panel
terhadap 13 bank di Indonesia untuk periode 2019-2024. Hasil analisis data
panel menunjukkan temuan yang beragam.
NSFR terbukti efektif menurunkan earnings volatility dan sekaligus meningkatkan interest
rate spread, mengindikasikan bahwa pendanaan jangka panjang yang stabil
tidak hanya memperkuat ketahanan bank tetapi juga profitabilitasnya. Di sisi
lain, LCR memang berkontribusi positif terhadap peningkatan interest rate
spread, namun tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap fluktuasi
laba bank. Temuan ini menyimpulkan bahwa regulasi likuiditas secara umum terimplementasi
dengan baik, meskipun dampak LCR terlihat lebih kompleks dan terbatas pada
aspek profitabilitas jangka pendek, sehingga memberikan implikasi penting bagi
regulator dan pelaku industri dalam merancang strategi manajemen risiko
likuiditas yang optimal.
The banking sector plays a crucial role in
maintaining the stability of the Indonesian economy. In facing various global
challenges, liquidity becomes a fundamental aspect of preventing systemic risk.
The Basel III regulations adopted by the Financial Services Authority (OJK),
namely the Net Stable Funding Ratio (NSFR) and the Liquidity Coverage Ratio
(LCR), are designed to strengthen banks' resilience against long-term and
short-term liquidity risks.
This research analyzes how the implementation
of NSFR and LCR affects the earnings volatility (EV) and interest rate spread
(IRS) of banks in Indonesia, as indicators of risk and profitability. The study
was conducted using panel data regression analysis on 13 banks in Indonesia for
the period 2019-2024. The results of the panel data analysis show diverse
findings.
The NSFR proved effective in reducing earnings
volatility while simultaneously increasing the interest rate spread, indicating
that stable long-term funding not only strengthens bank resilience but also its
profitability. On the other hand, the LCR did contribute positively to the
increase in the interest rate spread; however, it did not have a significant
influence on bank profit fluctuations. These findings conclude that liquidity
regulations are generally well-implemented, although the impact of the LCR appears
more complex and limited to short-term profitability aspects, thus providing
important implications for regulators and industry players in designing optimal
liquidity risk management strategies.
Kata Kunci : Basel III, Risiko, Likuiditas Net Stable Funding Ratio, Liquidity Coverage Ratio, Earning Volatility, Interest Rate Spread