Laporkan Masalah

Efek Teh Campuran Ekstrak Kencur Hitam (Kaempferia parviflora) dan Daun Pegagan (Centella asiatica) sebagai Adjuvan pada Pasien Neuritis Optik Akut

Arif Kusuma Wardhana, dr. Supanji, M.Kes., Ph.D., Sp.M(K); dr. Angela Nurini Agni, M.Kes., Sp.M(K); dr. Krisna Dwi Purnomo Jati, Sp.M

2025 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Penyakit Mata

Latar Belakang

Neuritis optik akut adalah peradangan saraf optik yang sering menyerang usia produktif dan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan secara mendadak. Degenerasi sel ganglion retina yang menyertai pada kondisi akut dapat diketahui melalui pemeriksaan Optical Coherence Tomography (OCT) dengan parameter ganglion cell inner plexiform layer (GCIPL). Terapi adjuvan dengan sifat neuroprotektif menjadi kebutuhan penting, dan kombinasi Kaempferia parviflora (kencur hitam) serta Centella asiatica (pegagan) berpotensi memberikan efek antioksidan, antiinflamasi, dan peningkatan fungsi mitokondria.

Metode

Penelitian ini merupakan uji klinis tersamar tunggal dengan desain kuasi-eksperimen melibatkan 70 pasien neuritis optik akut yang dibagi secara stratified randomization menjadi kelompok teh kombinasi ekstrak kencur hitam dan pegagan dan kelompok vitamin B12 selama 21 hari. Ketebalan GCIPL dievaluasi menggunakan OCT sebelum dan setelah intervensi dengan penilaian lanjutan hingga 3 bulan. Ketajaman visual terbaik dengan koreksi (BCVA) dan kejadian efek samping dicatat secara sistematis. 

Hasil

Dari 70 subjek yang diikutsertakan, 69 menyelesaikan penelitian. Tidak ditemukan perbedaan bermakna secara statistik pada perubahan ketebalan GCIPL maupun BCVA antara kelompok herbal dan vitamin B12 (p > 0,05) pada saat follow-up. Efek samping ringan seperti mual dan salivasi hanya dilaporkan pada kelompok herbal (5,88%), namun tidak menyebabkan penghentian terapi. 

Kesimpulan

Teh yang terbuat dari kombinasi ekstrak kencur hitam dan pegagan aman, dapat ditoleransi dengan baik, dan memiliki potensi yang sebanding dengan vitamin B12 sebagai terapi adjuvan pada neuritis optik akut. Studi dengan skala yang lebih besar sekaligus melibatkan sediaan zat aktif dari tanaman herbal diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini.


Background

Acute optic neuritis is an inflammatory condition of the optic nerve, frequently affecting individuals in their productive years and resulting in acute vision loss. Retinal ganglion cell degeneration occurring in the acute phase can be quantified using optical coherence tomography (OCT) and the ganglion cell inner plexiform layer (GCIPL) parameter. Adjuvant therapies with neuroprotective properties are vital, and a combination of Kaempferia parviflora and Centella asiatica is hypothesized to deliver antioxidant, anti-inflammatory, and mitochondrial function-enhancing effects. 

Methods

This single-blind, quasi-experimental clinical trial prospectively enrolled 70 patients with acute optic neuritis, who were stratified and randomized to receive either tea made from combined Kaempferia parviflora and Centella asiatica extracts or vitamin B12 for 21-day intervention. GCIPL thickness was evaluated by OCT before and after assessments conducted up to 3 months post-intervention. Best-corrected visual acuity (BCVA) and adverse events were systematically recorded. 

Results

From 70 enrolled subjects, 69 completed the study. There were no statistically significant differences in GCIPL thickness or BCVA change between the herbal and vitamin B12 groups (p > 0.05) at follow-up. Mild adverse effects, including nausea and increased salivation, were reported only in the herbal group (5.88%), but did not need to discontinue the therapy.

Conclusion

The tea made from a combination of Kaempferia parviflora and Centella asiatica is safe, well-tolerated, and shows comparable potential to vitamin B12 as an adjunct therapy for acute optic neuritis. Larger-scale studies involving preparations of active compounds from these herbal plants are needed to confirm these findings.


Kata Kunci : Neuritis optik akut, GCIPL, BCVA, Kaempferia parviflora dan Centella asiatica, terapi adjuvan

  1. SPESIALIS-2025-490066-abstract.pdf  
  2. SPESIALIS-2025-490066-bibliography.pdf  
  3. SPESIALIS-2025-490066-tableofcontent.pdf  
  4. SPESIALIS-2025-490066-title.pdf