Laporkan Masalah

Pengaruh Sari Eter Akar Bunga Tasbih (Canna Indica Linn) Terhadap Aktivitas Enzim SGPT Tikus Putih (Rattus Norvegious) Yang Meningkat Karena Parasetamol Dosis Tinggi

Humiras Ely Darma Simanjuntak, dr. Setyo Purwono, M.Kes

1999 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Akar bunga tasbih (Canna indica Linn) telah diketahui dapat digunakan sebagai pengobatan hepatitis akut. Penelitian ini dikerjakan dengan tujuan untuk mengetahui efek sari eter akar bunga tasbih terhadap aktivitas enzim SGPT yang meningkat karena efek toksik parasetamol. Delapan belas ekor tikus putih betina jenis Rattus norvegicus, umur 1-2 bulan, berat badan antara 150-180 gram dan tampak sehat dibagi secara acak menjadi 3 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 6 ekor tikus. Tikus kelompok I (K I) diberi air. Tikus kelompok II (K II) diberi parasetamol dosis tinggi (500 mg/Kg BB). Kelompok III (K III) diperlakukan seperti pada kelompok II, setelah 24 jam kemudian diberi sari eter akar bunga tasbih 4 mg/170 gr BB selama 14 hari. Penelitian menggunakan Pre test-Post test control group design. Untuk mengetahui pengaruh sari eter akar bunga tasbih terhadap akti vi tas enzim SGPT yang meningkat karena parasetamol dilakukan dengan mengamati aktivitas enzim SGPT pada hari ke-0, hari ke-7, dan hari ke-14. Data kuantitatif harga aktivitas SGPT yang diperoleh dari ketiga kelompok perlakuan tersebut selanjutnya dianalisis secara statistik metode analisa variansi (anava) dua arah dan dilanjutkan dengan uji t-student. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan aktivitas enzim SGPT pada kelompok yang mendapat parasetamol 500 mg/kg BB dan dilanjutkan pemberian sari eter akar bunga tasbih (Canna indica Linn) 4 mg/170 gr BB berbeda secara bermakna bila dibandingkan dengan kelompok yang mendapat parasetamol 500 mg/kg BB baik pada hari ke-7 (p=0,000) dan hari ke-14 (p=0,000). Hasil penelitian ini secara khusus akan memperjelas kegunaan akar bunga tasbih sebagai pengobatan hepatits akut, dan secara umum akan menambah khasanah obat-obat tradisionil.

Root of tasbih flower (Canna indica Linn) has long, been known for curing acute hepatitis. The main of proposed study is to examine the effect of tasbih's root ether extract on the activity of SGPT enzyme, which subject to rise as the toxic of paracetamol. Eighteen female white rat of type Rattus norwegicus, aged 1-2 month, weighed between 150-180 gr. and in healthy condition, is grouped randomly into 3 groups, each comprises 6 rats. Group I (G I) is served with wa ter . Group I I (G II) with high dosage paracetamol (500 mg/Kg W). Group III (GIll) is treated equally as group II, which then 24 hours later is served with 4 mg/170 g W tasbih's root ether extract for the next 14 days. The research employed pre test- post test control group designs. In order to examine the influence of tasbih's root extract on paracetamol- induced increasing activity of SGPT enzYme, the latter's activity observed on day a, 7, and 14. Quantitative data of SGPT activity values obtained from all three groups of treatments are subsequently subject to statistical analyses, bi-directional variance analysis method and t-test. Research showed that the declining activity of SGPT enzyme on the group which recieve 500 mg/Kg W paracetamol and succeeding tasbih's root (Canna indica Linn) ether extract treatment 4 mg/170 g W was significantly different from the group only receiving 500 mg/Kg W paracetamol, both on the day 7 (p=0,000) and day 14 (p=0,000). The result of the proposed study in specific will uncover the ultimate advantage of using tasbih's root as cure for acute hepatitis, and in general will enriched the traditional drug drug's domain.

Kata Kunci : Parasetamol, Akar bunga tasbih, hepatitis akut

  1. S1-FKU_1999-HumirasElyDarmaSimanjuntak-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU_1999-HumirasElyDarmaSimanjuntak-Bibliography.pdf  
  3. S1-FKU_1999-HumirasElyDarmaSimanjuntak-TableofContent.pdf  
  4. S1-FKU_1999-HumirasElyDarmaSimanjuntak-Title.pdf