Mawaddah
Mawaddah, Prof.Dr.Phil.Janianton Damanik, M.Si.
2025 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN
Pariwisata merupakan sektor yang rentan karena sangat
bergantung pada kestabilan alam dan fluktuasi pasar. Selain itu, aktivitas
pariwisata banyak ditopang oleh sektor informal seperti pedagang, penyedia
jasa, dan pekerja harian yang beroperasi tanpa perlindungan sosial. Di dalam
sektor informal, perempuan menempati posisi paling marginal. Penelitian ini
bertujuan menggambarkan potret kerentanan penghidupan perempuan pedagang sektor
informal di kawasan wisata pantai Desa Parangtritis. Pendekatan yang digunakan
adalah kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi terhadap perempuan
pedagang. Analisis dilakukan menggunakan kerangka Livelihood Vulnerability
yang mencakup tiga dimensi: paparan (exposure), sensitivitas (sensitivity),
dan kapasitas adaptasi (adaptive capacity). Penelitian ini menunjukkan
bahwa perempuan pedagang menghadapi paparan alam dan non-alam. Paparan non-alam
berasal dari karakter sektor informal yang ditandai oleh jam kerja panjang,
pendapatan tidak menentu karena tingginya tingkat persaingan akibat mudahnya
multiplikasi usaha, ketidakteraturan cara kerja, serta ketidakpastian regulasi.
Sementara itu, paparan alam meliputi air pasang dan angin kencang, yang
disebabkan karena keterbatasan kemampuan dalam mengenali tanda-tanda alam. Perempuan
pedagang sensitif terhadap paparan yang ada, karena jelas berdampak pada
ekonomi, kesehatan dan emosional mereka. Sensitivias mereka juga turut
dipengaruhi oleh posisi gender, ketergantungan pada penghasilan suami, serta
keterbatasan akses terhadap sumber daya. Dalam menghadapi situasi sulit,
sebagian besar pedagang tidak memiliki alternatif pekerjaan maupun
diversifikasi usaha, sehingga mengandalkan pinjaman sebagai strategi bertahan
hidup. Meskipun modal sosial antar pedagang ditemukan melalui keberadaan
paguyuban, fungsi paguyuban masih terbatas pada aspek teknis. Penelitian ini
merekomendasikan penguatan peran paguyuban sebagai lembaga sosial ekonomi serta
perlindungan risiko bencana bagi perempuan pedagang di kawasan wisata pantai.
Tourism is a vulnerable sector as it heavily
depends on environmental stability and market fluctuations. Moreover, tourism
activities are largely supported by the informal sector, including vendors,
service providers, and daily wage workers who operate without social
protection. Within this sector, women occupy the most marginal position. This
study aims to portray the livelihood vulnerability of women traders in the
informal sector of the Parangtritis coastal tourism area. The study employs a
qualitative approach through in-depth interviews and observations with women
traders. Data analysis is conducted using the Livelihood Vulnerability
framework, which includes three dimensions: exposure, sensitivity, and adaptive
capacity. The findings reveal that women traders face both natural and
non-natural exposures. Non-natural exposures stem from the characteristics of
the informal sector, such as long working hours, unstable income due to high
competition and easy business replication, irregular work patterns, and
regulatory uncertainty. Meanwhile, natural exposures include tidal floods and
strong winds, exacerbated by limited ability to recognize early signs of
environmental change. Women traders are highly sensitive to these exposures, as
they directly affect their economic, health, and emotional conditions. Their
sensitivity is also influenced by gender roles, dependence on husbands’ income,
and limited access to resources. In dealing with difficult situations, most
traders lack alternative jobs or business diversification, relying instead on
loans as a survival strategy. Although social capital exists among traders
through local associations (paguyuban), their function remains limited to
technical matters. This study recommends strengthening the role of paguyuban as
socio-economic institutions and providing disaster risk protection for women
traders in coastal tourism areas.
Kata Kunci : Kerentanan penghidupan, Perempuan, Sektor Informal, Pariwisata Pantai