Penilaian miRNA-21 Urin sebagai Biomarker Potensial Uuntuk Deteksi Dini dan Perkembangan Kanker Prostat yang Resisten Terhadap Kastrasi/ Castrate Resistant Prostate Cancer (CRPC)
Ibnu Widya Argo, Dr. dr. H. R. Danarto, Sp.B, Sp.U(K); Dr. dr. Indrawarman, Sp.U(K)
2025 | Tesis-Spesialis | SP UROLOGI
Pendahuluan: Kanker
prostat (PCa) adalah kanker kedua yang paling sering didiagnosis pada pria di
seluruh dunia. Terapi deprivasi androgen (ADT) secara luas digunakan untuk
mengobati kanker prostat (PCa) stadium lanjut dan metastasis lokal, tetapi
sebagian besar pasien pada akhirnya kambuh dan mengembangkan castrate
resistant prostate cancer (CRPC), yang berujung pada kematian meskipun
telah menjalani pengobatan untuk memperpanjang hidup. MicroRNA (miRNA),
terutama miRNA-21, memainkan peran kunci dalam respons inflamasi dan
perkembangan kanker. miRNA-21 dikaitkan dengan proliferasi mikrovaskuler,
invasi tumor, dan kekambuhan biokimiawi pada kanker prostat. Penelitian ini
bertujuan untuk menyelidiki ekspresi miRNA-21 dalam sampel urin dari pasien
kanker prostat dan menilai potensinya sebagai biomarker untuk memprediksi
perkembangan castrate resistant prostate cancer (CRPC).
Metode: Penelitian
ini menggunakan desain kohort retrospektif dengan analisis observasional.
Sebanyak 100 sampel urin dikumpulkan; namun, 11 pasien tidak dapat
ditindaklanjuti, sehingga menyisakan 89 sampel untuk dianalisis. qRT-PCR
digunakan untuk mengukur tingkat ekspresi miRNA-21. Data dianalisis menggunakan
uji Mann-Whitney untuk menilai perbedaan ekspresi miRNA-21. Selain itu, kurva
karakteristik operasi penerima (ROC) digunakan untuk menentukan nilai batas.
Akhirnya, analisis survival Kaplan-Meier dilakukan untuk mengevaluasi waktu
terjadinya CRPC.
Hasil: Pada kelompok non-CRPC, rata-rata ekspresi miRNA-21 adalah 0,189 ± 0,085, sedangkan pada kelompok CRPC adalah 0,708 ± 0,051. Hubungan yang signifikan ditemukan antara tingkat ekspresi miRNA-21 dan status CRPC, dengan nilai p <0>
Kesimpulan: Perbedaan
yang signifikan dalam tingkat ekspresi miRNA-21 diamati antara pasien kanker
prostat dengan dan tanpa CRPC, menunjukkan bahwa titik potong miRNA-21 secara
efektif dapat membedakan antara diagnosis. Selain itu, pasien dengan ekspresi
miRNA-21 yang tinggi mengembangkan CRPC lebih cepat, yang menunjukkan bahwa
miRNA-21 dapat berfungsi sebagai prediktor waktu perkembangan CRPC.
Introduction: Prostate
cancer (PCa) is the second most commonly diagnosed cancer in men worldwide. It
is estimated that 1,276,106 men worldwide will die from PCa in 2018. Androgen
deprivation therapy (ADT) is widely used to treat locally advanced and
metastatic prostate cancer (PCa), but most patients eventually relapse and
develop castration-resistant prostate cancer (CRPC), which leads to death
despite life-extending treatments. Early detection of CRPC is challenging due
to the variability of PSA levels. MicroRNAs (miRNAs), especially miRNA-21, play
a key role in inflammatory responses and cancer development. miRNA-21 is
associated with microvascular proliferation, tumor invasion, and biochemical
recurrence in prostate cancer. Its expression is also linked to the onset of
CRPC and metastasis, suggesting miRNA-21 as a promising biomarker for tracking
cancer progression. This study aimed to investigate the expression of miRNA-21
in urine samples from prostate cancer patients and assess its potential as a
biomarker for predicting the progression to castration-resistant prostate
cancer (CRPC).
Method: This
study employed a retrospective cohort design with observational analysis. A
total of 100 urine samples were collected; however, 11 patients were lost to
follow-up, leaving 89 samples for analysis. qRT-PCR was used to measure
miRNA-21 expression levels. The data were analyzed using the Mann-Whitney test
to assess differences in miRNA-21 expression. Additionally, a receiver
operating characteristic (ROC) curve was utilized to determine the cut-off
value. Finally, Kaplan-Meier survival analysis was conducted to evaluate the
time to the occurrence of CRPC.
Result: In the non-CRPC group, the average miRNA-21 expression was 0.189 ± 0.085, while in the CRPC group, it was 0.708 ± 0.051. A significant association was found between miRNA-21 expression levels and CRPC status, with a p-value <0>
Conclusion: A significant difference in miRNA-21 expression levels was observed between prostate cancer patients with and without CRPC, suggesting that the miRNA-21 cut-off point could effectively differentiate between the diagnoses. Moreover, patients with high miRNA-21 expression developed CRPC more rapidly, indicating that miRNA-21 could serve as a predictor of the time to CRPC progression.
Kata Kunci : miRNA-21, Kanker Prostat, CRPC