Laporkan Masalah

Hubungan antara Ekspresi Mi-RNA 21 dan Kejadian Hiperkoagulasi pada Pasien Glioblastoma

RAKYAN ARTHA DEWI RACHMAT, dr. Rachmat Andi Hartanto Sp.BS, Subs.N-Onk(K) ; dr. Rusdy Ghazali Malueka Sp.S, N-Onk(K), Ph.D

2025 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Penyakit Syaraf

Latar Belakang: Glioblastoma (GBM) adalah tumor otak ganas yang sering disertai komplikasi hiperkoagulabilitas, yang ditandai dengan peningkatan risiko tromboembolisme vena dan kadar D-dimer. Microribonucleic acid (miRNA) 21 merupakan onkogen yang terekspresi berlebih pada GBM dan diketahui berperan dalam regulasi hemostasis. Meskipun demikian, hubungan langsung antara ekspresi mi-RNA 21 dengan kejadian hiperkoagulasi pada pasien glioblastoma belum pernah diteliti secara mendalam.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ekspresi mi-RNA 21 dengan kejadian hiperkoagulasi pada pasien glioblastoma.

Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder dari 41 pasien glioblastoma yang memenuhi kriteria inklusi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Ekspresi mi-RNA 21 diukur dari sampel serum. Kejadian hiperkoagulasi didefinisikan secara operasional sebagai peningkatan kadar D-dimer di atas nilai normal (> 500 ng/dl). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dan Mann-Whitney untuk menilai hubungan antar variabel.

Hasil: Dari 41 subjek penelitian, 22 pasien (53,7%) mengalami hiperkoagulasi. Median nilai mi-RNA 21 adalah 3,33 (rentang 0,00-22,66). Berdasarkan analisis Receiver Operating Characteristic (ROC), didapatkan titik potong (cutoff point) mi-RNA 21 sebesar 5.535. Pasien dengan kadar mi-RNA 21 tinggi cenderung lebih banyak mengalami hiperkoagulasi (71,4%) dibandingkan dengan kelompok mi-RNA 21 rendah (44,4%), namun perbedaan ini tidak signifikan secara statistik (p=0,100). Uji Mann-Whitney juga tidak menunjukkan perbedaan kadar mi-RNA 21 yang signifikan antara kelompok yang mengalami hiperkoagulasi dan yang tidak (p=0,424).

Kesimpulan: Peningkatan ekspresi Mi-RNA 21 tidak ditemukan berhubungan secara signifikan dengan peningkatan kejadian hiperkoagulasi pada pasien glioblastoma dalam penelitian ini.

Background: Glioblastoma (GBM) is a malignant brain tumor often accompanied by hypercoagulability complications, characterized by an increased risk of venous thromboembolism and elevated D-dimer levels. Microribonucleic acid (miRNA) 21 is an oncogene overexpressed in GBM and is known to play a role in regulating hemostasis. However, a direct relationship between mi-RNA 21 expression and hypercoagulability in glioblastoma patients has not been thoroughly studied.

Objective: This study aims to determine the relationship between mi-RNA 21 expression and hypercoagulability in glioblastoma patients.

Metods: This observational cross-sectional study used secondary data from 41 glioblastoma patients who met the inclusion criteria at Dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta. Mi-RNA 21 expression was measured from serum samples. Hypercoagulability was defined as an increase in D-dimer levels above normal level (>500 ng/dl). Data analysis was performed using the Chi-square and Mann-Whitney tests to assess the relationship between variables.

Results: Out of 41 subjects, 22 (53.7%) experienced hypercoagulability. The median mi-RNA 21 value was 3.33 (range 0.00-22.66). Based on Receiver Operating Characteristic (ROC) analysis, the mi-RNA 21 cutoff point was 5.535. Patients with high mi-RNA 21 levels were more likely to experience hypercoagulability (71.4%) compared to the low mi-RNA 21 group (44.4%), but this difference was not statistically significant (p=0.100). The Mann-Whitney test also showed no significant difference in mi-RNA 21 levels between the hypercoagulable and non-hypercoagulable groups (p=0.424).

Conclusion: Increased mi-RNA 21 expression was not significantly associated with an increased incidence of hypercoagulability in glioblastoma patients in this study.

Kata Kunci : Glioblastoma, mi-RNA 21, hiperkoagulasi, D-dimer, tromboembolisme vena

  1. SPESIALIS-2025-468436-abstract.pdf  
  2. SPESIALIS-2025-468436-bibliography.pdf  
  3. SPESIALIS-2025-468436-tableofcontent.pdf  
  4. SPESIALIS-2025-468436-title.pdf