Laporkan Masalah

Kajian perkembangan karakter kekotaan pada desa-desa di kawasan aglomerasi perkotaan Yogyakarta

M. Ivan Syamsyahputra, Drs. Agus Sutanto, M.Sc.; Drs. H.B.S. Eko Prakoso, M.SP.

2006 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Fenomena pemekaran kota di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa menunjukkan gejala peningkatan yang sangat intensif. Hal tersebut terjadi pula di Kawasan Aglomerasi Perkotaan Yogyakarta, sebagai dampak perlimpahan fungsi dan kegiatan perkotaan dari Kota Yogyakarta. Salah satu dampak yang mudah diidentifikasikan adalah perkembangan karakter kekotaan. Penelitian dengan judul Kajian Perkembangan Karakter Kekotaan Desa-Desa di Kawasan Aglomerasi Perkotaan Yogyakarta bertujuan (1) menganalisa perkembangan karakter kekotaan desa-desa di Kawasan Aglomerasi Perkotaan Yogyakarta, dan (2) mengkaji indikator yang menentukan perkembangan karakter kekotaan desa-desa di Kawasan Aglomerasi Perkotaan Yogyakarta. Penelitian yang dilakukan memakai pendekatan deskriptif-analitis, bersifat kuantitatif dan berbasis pada analisis data sekunder. Lingkup daerah penelitian meliputi 42 desa yang tersebar di delapan kecamatan yang berbatasan dengan Kota Yogyakarta yang direkomendasikan oleh YUDP sebagai satu-kesatuan ruang Kawasan Aglomerasi Perkotaan Yogyakarta. Perkembangan karakter kekotaan diindikasikan melalui indikator kepadatan penduduk, pertumbuhan penduduk, lahan terbangun, penduduk bermatapencaharian non pertanian, rumah tangga pengguna air bersih, rumah tangga pengguna listrik, rumah tangga pengguna telepon, kepadatan jalan aspal, aksesibilitas wilayah dan ketersediaan fasilitas pelayanan kekotaan. Indikator tersebut dianalisis dengan analisis faktor dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan antara tahun 1990-2003, terjadi peningkatan jumlah desa yang diklasifikasikan perkembangan karakter kekotaannya tinggi, hal ini menandakan pula terjadinya perluasan kenampakan fisik Kota Yogyakarta, namun perkembangan karakter kekotaan tidak menunjukkan dinamika perkembangan yang cepat. Dari ekstraksi dan analisis faktor terhadap 10 indikator perkembangan karakter kekotaan pada tahun 2003 dihasilkan tiga faktor utama penentu perkembangan karakter kekotaan yaitu 37,59% dipengaruhi oleh penggunaan lahan, 18,24% dipengaruhi ketersediaan infrastruktur, dan 12,28% dipengaruhi aktivitas penduduk, sedangkan sisanya diduga dipengaruhi oleh faktor investasi pihak swasta dan kebijakan pemerintah. Hasil penelitian ini juga membagi wilayah ke dalam lima tipologi wilayah pengembangan berdasarkan perkembangan karakter kekotaannya sebagai implikasi kebijakan, yaitu tipe wilayah 1, tipe wilayah 2, tipe wilayah 3, tipe wilayah 4 dan tipe wilayah 5. Penelitian menyarankan perlunya dilakukan usaha-usaha untuk menyebarkan peluang-peluang ekonomi dan fasilitas pelayanan kekotaan dalam wilayah yang lebih luas sehingga membangkitkan sumberdaya lokal untuk menjadi daya tarik wilayah dan mampu memberi perkuatan bagi wilayah pinggiran kota.

he phenomena of urban sprawl in Indonesia, especially in Java shows increasing dication intensively. These are also happen to Yogyakarta Urban Agglomeration Region, impact of spill over urban function and urban activity from Yogyakarta City. One of mpact that easy to identify is urban character improvement. The research titled Study of rban Character Improvement on Villages in Yogyakarta Urban Agglomeration Region ms (1) to analyze urban character improvement on Villages in Yogyakarta Urban zglomeration Region and (2) to study the indicator which determine of urban character provement is research use analytical-descriptive approach, quantitative and based on secondary ta analysis. Scope of area research comprise 42 villages in 8 districts which border on ogyakarta City, that recommended by YUDP as space unity of Yogyakarta Urban glomeration Region. Urban character improvement is indicated by population density, pulation growth, developed land, non-agricultural workforce, watered household, ctrified household, telephoned household, paved road density, regional accessibility and silability of urban service facilities. These indicators are analyzed by factor analysis ng SPSS programs. result shows that between 1990-2003, there is increasing of number of villages ssified as higher urban character improvement. This indicates expansions of physical nscape of Yogyakarta City, but the improvement cannot define in fast dynamics. raction and factor analysis to 10 indicator of urban character improvement in 2003 alt 3 major factor which determine urban character improvement, that is as much 59% influenced by land utilization, 18,24% influenced by infrastructures availability 12,28% influenced by population activity, and the remainder determine by another or. The research result also divides area to 5-development region typology pursuant to character improvement, that is region type 1, region type 2, region type 3, region type 4 region type 5. The research recommend necessary effort to spread economical ortunity and urban service facilities in broader area, so that rise up local resources to be on drawing force and able to give reinforcement for urban fringe areas.

Kata Kunci : Perkembangan kota,Aglomerasi perkotaan, Yogyakarta,DIY

  1. S1-2006-150488-M_IVAN_SYAMSYAHPUTRA-abstract.pdf  
  2. S1-2006-150488-M_IVAN_SYAMSYAHPUTRA-bibliography.pdf  
  3. S1-2006-150488-M_IVAN_SYAMSYAHPUTRA-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2006-150488-M_IVAN_SYAMSYAHPUTRA-title.pdf