Laporkan Masalah

Luaran Klinis Pada Pasien Dengan Acute Transverse Myelitis Post Infeksi Dengue

Zulfikar Ihyauddin, dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, M.Sc, Ph.D, Sp.A, Subsp.Neuro(K)

2025 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Kesehatan anak

Latar Belakang: Komplikasi neurologis infeksi dengue semakin banyak dikenali, tetapi kasus acute transverse myelitis jarang ditemukan, tanpa dokumentasi sebelumnya pada pasien anak di Indonesia.

Kasus: Seorang anak perempuan berusia empat tahun dua bulan datang dengan kelemahan tungkai bawah bilateral dan kesulitan buang air besar, sepuluh hari setelah infeksi dengue yang dikonfirmasi secara serologis. Kriteria untuk acute transverse myelitis terpenuhi, didukung oleh pencitraan resonansi magnetik yang menunjukkan lesi inflamasi dari vertebra servikal ketiga hingga vertebra toraks kedua, kultur cairan serebrospinal steril, dan IgM anti-dengue positif. Program rehabilitasi terstruktur dan suplementasi vitamin B1 dan B12 diberikan dengan pemberian kortikosteroid yang ditunda karena presentasi yang terlambat, perbaikan klinis dini, dan pertimbangan risiko dan manfaat. Perbaikan neurologis pertama kali dicatat 24 hari setelah timbulnya gejala, dengan pemulihan penuh dalam empat bulan.

Kesimpulan: Acute transverse myelitis post-dengue mungkin memiliki prognosis yang baik. Rehabilitasi intensif memainkan peran penting dalam pemulihan, bahkan tanpa terapi kortikosteroid. Tindak lanjut jangka panjang sangat penting untuk menyingkirkan gangguan demielinasi lainnya.

Background: Neurological complications of dengue infection are increasingly recognized, but transverse myelitis remains rare, with no prior documentation in Indonesian pediatric patients. Case: A four-year-two-month-old girl presented with bilateral lower limb weakness and difficulty in defecation, ten days after a serologically confirmed dengue infection.Criteria for acute transverse myelitis were fulfilled, supported by magnetic resonance imaging showing an inflammatory lesion from the third cervical to second thoracic vertebra, sterile cerebrospinal fluid culture, and positive anti-dengue IgM. A structured rehabilitation program and vitamin B1  and  B12  supplementation  were  provided;  corticosteroids  were  withheld  due  to  late presentation,  early  clinical  improvement,  and  risk–benefit  considerations.  Neurological improvement was first noted 24 days after onset, with full recovery within four months. Conclusions: Post-dengue transverse myelitis may have a favorable prognosis. Intensive rehabilitation plays imperative role in recovery, even without corticosteroid therapy. Long- term follow-up are essential to exclude other demyelinating disorders.

Kata Kunci : Acute transverse myelitis; Demam Dengue; Rehabilitasi; Anak; Prognosis

  1. SPESIALIS-2025-508014-abstract.pdf  
  2. SPESIALIS-2025-508014-bibliography.pdf  
  3. SPESIALIS-2025-508014-tableofcontent.pdf  
  4. SPESIALIS-2025-508014-title.pdf