Penanganan Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum Dalam Tindak Pidana Kepemilikan Senjata Tajam
Trisna Sanubari Dibyo Saputro, Dr. Dra. Dani Krisnawati, S.H., M.Hum.
2025 | Tesis | S2 Magister Hukum Litigasi
Penelitian hukum ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penanganan anak yang berkonflik dengan hukum dalam tindak pidana kepemilikan senjata tajam. Peneliti menganalisis temuan-temuan terkait pelaksanaan dan problematika yang terjadi dalam penanganan anak yang berkonflik dengan hukum dalam tindak pidana kepemilikan senjata tajam di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Jenis penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif-empiris dengan memperoleh 2 (dua) data, yakni data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara pengumpulan data, yaitu observasi, serta wawancara terhadap penyidik kepolisian, serta ahli hukum pidana guna memberikan pandangan yang komprehensif terkait permasalahan yang dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian yang telah dilakukan memperoleh 2 (dua) kesimpulan. Pertama, bahwa pelaksanaan terkait penanganan tindak pidana kepemilikan senjata tajam yang dilakukan oleh Anak yang terjadi saat ini di wilayah hukum Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami beberapa kendala fundamental yang berhubungan erat dengan hak-hak atas Anak dan nilai-nilai keadilan sebagaimana diakibatkan oleh ketentuan UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 yang sudah tidak relevan dengan kebutuhan dan dinamika masyarakat saat ini. Penyidik dari kepolisian juga mengalami kendala dari aspek penegakan hukum diantaranya keterbatasan implementasi diversi, kesulitan dalam pembuktian unsur kesengajaan, kendala dalam proses pemeriksaan, problematika antara penegakan hukum dan perlindungan anak, hambatan dalam penahanan anak, serta koordinasi dengan lembaga lain dalam sistem peradilan pidana anak. Kedua, reformulasi hukum pidana dalam penanganan tindak pidana kepemilikan senjata tajam, khususnya yang dilakukan oleh anak, perlu untuk dilakukan dan didasarkan pada aspek kebutuhan hukum dan prinsip kepentingan terbaik bagi anak (the best interest of the child) agar penegakan hukum yang dilakukan tidak semata-mata bertujuan untuk memberikan hukuman tetapi juga mementingkan keberlanjutan dari masa depan anak tersebut.
This legal research aims to determine and analyze the handling of children in conflict with the law in cases involving the criminal act of possession of sharp weapons. The researcher analyzed the findings related to both the implementation and problems that arise in handling such cases in the Special Region of Yogyakarta. This research employs a normative-empirical legal research approach by obtaining 2 (two) data, namely primary data and secondary data. Primary data were obtained by collecting data, namely observation and, interviews with police investigators, and criminal law experts in order to provide a comprehensive understanding of the issues and an in-depth analysis. The results of this research highlight 2 (two) conclusions. First, that the implementation related to the handling of criminal acts of possession of sharp weapons committed by children that are currently occurring within the jurisdiction of the Special Region of Yogyakarta Province faces several fundamental obstacles closely related to children’s rights and the values ??of justice. These challenges arise from the provisions of the Emergency Law Number 12 of 1951, which are no longer relevant to the current needs and dynamics of the society. Police investigators also encounter obstacles in law enforcement, including limitations in implementing diversion, difficulties in proving elements of intent, obstacles in the investigation process, dilemmas between law enforcement and child protection, issues regarding detention of children, and coordination with other institutions within the juvenile criminal justice system. Second, the reformulation of criminal law related to the crime of possession of sharp weapons, especially those committed by children, must be based on the aspect of legal needs and in aligned with the principle of the best interests of the child. This ensure that law enforcement is not solely focused at imposing punishment, but also prioritizes the continuity of the child’s future.
Kata Kunci : Anak yang Berkonflik dengan Hukum, Tindak Pidana, Kepemilikan Senjata Tajam