ANALISIS JASA EKOSISTEM DAN PERAN PARA PIHAK DALAM KOPRODUKSI JASA EKOSISTEM DI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERBABU
Eqia Masdya Yudhistira, Dr. Ir. Hero Marhaento, S.Hut., M.Si., IPM.; Ir. Prasetyo Nugroho, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan
Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) menyediakan jasa ekosistem yang penting bagi wilayah di sekitarnya seperti air, habitat, potensi wisata alam, dan budaya. Namun, tingginya aktivitas masyarakat di dalam kawasan dan kejadian kebakaran hutan telah meningkatkan degradasi hutan dan lahan yang menyebabkan berkurangnya jasa ekosistem di TNGMb. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis jasa ekosistem di TNGMb dan 2) menganalisis peran para pihak dalam koproduksi jasa ekosistem di TNGMb. Jasa ekosistem dianalisis menggunakan pemodelan InVEST dan Recreation Opportunity Spectrum (ROS), sedangkan peran para pihak dalam koproduksi jasa ekosistem dianalisis menggunakan Social Network Analysis pada UCINET 6.
Hasil analisis menunjukkan TNGMb memiliki total volume potensi hasil air sebesar 149,5 juta m3/tahun dengan kontribusi tertinggi pada zona rimba; potensi simpanan karbon sebesar 1,91 juta ton C (328,2 ton C/ha) yang belum menjadi prioritas dalam rencana strategis; kualitas habitat tertinggi berada pada zona rimba, sementara habitat surili jawa (Presbytis fredericae) teridentifikasi pada kawasan barat laut memiliki kualitas habitat rendah; dan teridentifikasi peluang rekreasi pada zona pemanfaatan yang belum dikembangkan di Desa Munengwarangan, Desa Gondangsari, dan Desa Lencoh
Jejaring sosial koproduksi jasa ekosistem air bersifat sentralistis bertumpu pada Kepala Balai TNGMb dan Kelompok Izin Pemanfaatan Air (IPA) sebagai aktor sentral. Jejaring sosial koproduksi jasa ekosistem habitat bersifat desentralisasi dan berbasis komunitas yang melibatkan jumlah aktor terbanyak yakni 19 pihak dengan Kelompok Pecinta Alam (KPA) dan Resort memegang peran vital sebagai perantara di tingkat tapak. Banyaknya keterlibatan pihak eksternal menggambarkan koproduksi yang lebih kompleks. Jejaring sosial koproduksi jasa ekosistem wisata didominasi oleh skema kerja sama, di mana pemegang Perizinan Berusaha Pengusahaan Sarana Wisata Alam (PBPSWA) menjadi motor penggerak utama, didukung oleh Kepala Balai TNGMb sebagai perantara jejaring dan Resort sebagai pelaksana teknis lapangan.
Kata Kunci : invest, jasa ekosistem, jejaring sosial, recreation opportunity spectrum, taman nasional gunung merbabu