Laporkan Masalah

REKOMENDASI KEAMANAN DATA UNTUK DATA KESEHATAN PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI DENGAN TEKNOLOGI BLOCKCHAIN

Bahrul Ulum, Prof. Ir. Paulus Insap Santosa, M.Sc., Ph.D., IPU. , Prof. Ir. Lukito Edi Nugroho, M.Sc., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Teknologi Informasi

Keamanan data kesehatan yang dikelola Pemerintah menjadi tantangan kritis, terutama pada sistem terpusat yang rentan terhadap ancaman internal maupun eksternal seperti akses tidak sah dan manipulasi data. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan data kesehatan dengan pendekatan biaya rendah melalui integrasi teknologi blockchain dan sistem Manajemen Dasis Data Relasional (DBMS) yang telah digunakan pada aplikasi Teman Mas Abdi di Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri.

Metode penelitian dilakukan dalam tiga tahap: identifikasi masalah, perancangan sistem, dan implementasi. Pada tahap desain, data publik seperti profil fasilitas kesehatan tetap disimpan dalam DBMS, sedangkan data pribadi berupa rekam medis elektronik disimpan di blockchain menggunakan BigchainDB. Arsitektur hibrida ini menggabungkan enkripsi, sifat immutable, serta mekanisme kendali berbasis pasien. Implementasi dilakukan dengan empat node menggunakan konsensus Tendermint, yang memastikan toleransi kesalahan serta mencegah single point of failure.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa integrasi ini mampu mempertahankan sistem yang ada, meminimalkan biaya tambahan, serta mendeteksi upaya manipulasi data meskipun penyerang memiliki akses server. Dengan demikian, model hibrid DBMS–BigchainDB terbukti meningkatkan keamanan, integritas, dan privasi data kesehatan tanpa perlu mengganti sistem yang ada.

The security of government-managed health data is a critical challenge, especially in centralized systems that are vulnerable to internal and external threats such as unauthorized access and data manipulation. This research aims to improve health data security with a low-cost approach by integrating blockchain technology and a relational database management system (DBMS), which has been used in the Teman Mas Abdi application at the Kediri Regency Health Office.

The research method was conducted in three stages: problem identification, system design, and implementation. In the design stage, public data, such as health facility profiles, remained stored in the DBMS, while private data, in the form of electronic medical records, was stored on the blockchain using BigchainDB. This hybrid architecture combines encryption, immutable properties, and patient-based control mechanisms. The implementation was conducted with four nodes using Tendermint consensus, ensuring fault tolerance and preventing a single point of failure.

Test results showed that this integration was able to maintain the existing system, minimize additional costs, and detect data manipulation attempts even if an attacker had server access. Thus, the hybrid DBMS–BigchainDB model has been proven to improve the security, integrity, and privacy of healthcare data without requiring replacement of existing system.

Kata Kunci : Data Kesehatan, Keamanan, Blockchain, Enkripsi, DBMS / Health Data, Security, Blockchain, Encryption, DBMS

  1. S2-2025-501244-abstract.pdf  
  2. S2-2025-501244-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-501244-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-501244-title.pdf