Laporkan Masalah

Validitas Diagnostik New Formula untuk Membedakan Talasemia Alfa dan Defisiensi Besi

Devina Amanta Setiawan, Dr. dr.Tri Ratnaningsih, M.Kes, Sp.PK. Subsp.B.D.K.T.(K), Subsp.H.K.(K),; dr. Riat El Khair, MSc., Sp.PK, Subsp.P.I.(K),QHIA, M.A.R.S

2025 | Tesis | S2 Kedokteran Klinik

Latar belakang: Talasemia alfa dan defisiensi besi (DB) merupakan penyebab anemia mikrositik hipokromik yang umum dijumpai. Keduanya menunjukkan gambaran penurunan Hemoglobin A2 (HbA2), sehingga alur skrining talasemia yang ada saat ini sulit membedakan keduanya dan berisiko menyebabkan kesalahan diagnosis serta tatalaksana yang membahayakan pasien. New Formula (NF), indeks yang mengombinasikan HbA2 dengan parameter sel darah merah dapat menjadi metode skrining yang lebih akurat, praktis, dan ekonomis untuk membedakan kedua penyakit di atas. Penelitian terkait validitas diagnostik NF masih terbatas, terutama penentuan cut-off optimal dan penilaian Area Under the Curve (AUC) yang belum pernah dilakukan pada populasi di Indonesia.

Tujuan: Menilai validitas diagnostik NF untuk membedakan antara talasemia alfa dan DB.

Metode: Penelitian potong lintang ini dilakukan di Departemen Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium FK-KMK UGM. Sampel diambil secara consecutive sampling dari peserta skrining talasemia dengan eritrosit mikrositik atau hipokromik. Diagnosis ditegakkan berdasarkan kadar feritin serum (untuk DB), serta tes cepat imunokromatografi (ICT) Anti Hb Bart dan/atau analisis genetik (untuk talasemia alfa). Analisis receiver operating curve (ROC) dilakukan untuk menilai validitas diagnostik NF.

Hasil: Dari 82 subjek penelitian, 45 (55%) dikelompokkan sebagai DB dan 37 (45%) sebagai talasemia alfa. Ditemukan perbedaan signifikan pada rerata HbA2 (2,63±0,39 vs 2,83±0,39; p=0,041) dan NF (10,20±1,50 vs 9,19±1,25; p=0,002)  antara kelompok DB dan talasemia alfa. Cut-off optimal NF adalah <9>cut-off HbA2 ?2,25, yang memiliki AUC 0,605, akurasi 59,76%, sensitivitas 100%, dan spesifisitas 26,67%.

Kesimpulan: New Formula menunjukkan validitas diagnostik yang baik dalam membedakan talasemia alfa dan DB serta dapat digunakan sebagai alat skrining

Background: Alpha-thalassemia and iron deficiency (ID) are common causes of microcytic hypochromic anemia. Both conditions show decreased levels of Hemoglobin A2 (HbA2), which makes it difficult for current thalassemia screening algorithms to differentiate between them, leading to a risk of misdiagnosis and harmful patient management. The New Formula (NF), an index that combines HbA2 with red blood cell parameters, could be a more accurate, practical, and economical screening method to differentiate the two conditions. Research on the diagnostic validity of NF is still limited, especially the determination of an optimal cut-off and Area Under the Curve (AUC) assessment, which has not been conducted in the Indonesian population.

Objective: To assess the diagnostic validity of NF for differentiating between alpha-thalassemia and ID.

Methods: This cross-sectional study was conducted at the Department of Clinical Pathology and Laboratory Medicine, FK-KMK UGM. Samples were taken by consecutive sampling from thalassemia screening participants with microcytic or hypochromic erythrocytes. Diagnosis was established based on serum ferritin levels (for ID), and the immunochromatographic rapid test (ICT) for Anti-Hb Bart and/or genetic analysis (for alpha-thalassemia). A receiver operating curve (ROC) analysis was performed to assess the diagnostic validity of NF.

Results: Of the 82 study subjects, 45(55%) were classified as ID and 37(45%) as alpha-thalassemia. Significant differences were found in the mean of HbA2 (2.63±0.39 vs 2.83±0.39;p=0.041) and NF (10.20±1.50 vs 9.19±1.25;p=0.002) between the ID and alpha-thalassemia groups. The optimal cut-off for NF was <9>

Conclusion: The New Formula shows good diagnostic validity in differentiating alpha-thalassemia from ID and can be used as an initial screening tool.

Kata Kunci : talasemia alfa, defisiensi besi, mikrositik hipokromik, HbA2, New Formula

  1. S2-2025-490062-abstract.pdf  
  2. S2-2025-490062-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-490062-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-490062-title.pdf