Analisis Kualitas Bidang Tanah Bersertifikat Terpetakan Pada Lokasi PTSL Di Kabupaten Tulungagung
Lalu Ubai Abdillah, Prof. Ir. Trias Aditya K.M, S.T., M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng.
2025 | Tesis | S2 Teknik Geomatika
Sertifikat bidang tanah merupakan bukti kepemilikan
yang sah secara hukum melindungi hak pemilik, mencegah sengketa, dan mendukung
investasi yang aman. Oleh karena itu, validitas data fisik (letak, batas, dan
luas) serta data yuridis (status kepemilikan dan jenis hak) menjadi sangat
penting. Dalam kegiatan pemetaan PTSL, ditemukan ketidaksesuaian antara bidang
tanah bersertifikat terpetakan dengan kondisi aktual di lapangan, termasuk
adanya tumpang tindih dengan hasil pengukuran PTSL. Perbedaan kualitas bidang
tanah tersebut menyebabkan perlu dilakukan penataan dan penyesuaian bidang
tanah, yang berdampak pada perubahan posisi, bentuk, dan luas bidang tanah.
Penelitian ini dilakukan di Desa Nglampir dan Desa
Suwaru Kabupaten Tulungagung yang ditetapkan sebagai lokasi kegiatan
Pendaftaran Tanah Sistematis Lengap (PTSL) Tahun 2023. Analisis kualitas bidang
tanah bersertifikat terpetakan dilakukan dengan cara menguji validitas dan
reliabilitas bidang tanah bersertifikat terpetakan. Uji Validitas
dilakukan menggunakan teknik Pearson’s correlation dan uji
reliabilitas menggunakan teknik Cronbach alpha. Variabel - variabel yang
digunakan dalam uji validitas dan reliabilitas yaitu akurasi plotting,
ketepatan letak administrasi, topologi, kesesuaian bentuk dan kesesuaian luas
bidang tanah. Jumlah sampel bidang tanah bersertifikat terpetakan yang
dilakukan uji validitas dan reliabilitas sebanyak 120 bidang tanah dari kedua
desa. Proses penataan bidang tanah bersertifikat terpetakan dengan bidang tanah
pengukuran PTSL dilakukan dengan menerapkan metode Block Adjustment
menggunakan plugin PEREKAT pada software QGIS.
Hasil uji validitas menunjukkan bahwa variabel akurasi
plotting termasuk kategori rendah pada kedua desa, sedangkan ketepatan
letak administrasi berada pada kategori cukup tinggi di Desa Nglampir dan
sedang di Desa Suwaru. Untuk variabel topologi, kesesuaian bentuk, dan
kesesuaian luas, nilai validitas pada kedua desa termasuk kategori cukup
tinggi. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai 0,556 di Desa Nglampir dan
0,563 di Desa Suwaru, keduanya masih di bawah batas minimum 0,6 batas yang
dianggal reliable. Hasil penataan bidang tanah menggunakan metode Block
Adjustment dievaluasi melalui uji akurasi titik, panjang, dan luas terhadap
data pengukuran lapangan. Uji titik pada 30 sampel menunjukkan rata-rata
perbedaan koordinat ?X = 1,017 m dan ?Y = 1,068 m dengan RMSE 1,475 m,
sedangkan uji panjang pada 30 sisi bidang tanah menghasilkan rata-rata
perbedaan ?d = 0,498 m dengan RMSE 0,807 m. Perbedaan yang relatif besar ini
disebabkan oleh keberadaan outlier pada batas bidang tanah yang mengalami gap
atau overlap. Uji luas pada 143 bidang menunjukkan bahwa 93% bidang
memenuhi toleransi perubahan luas mengacu pada ketentuan Petunjuk Teknis PTSL
Tahun 2022. Hasil uji signifikansi dengan taraf kepercayaan 95%
diperoleh nilai Zo (Z hitung) yaitu 0,664 pada Desa
Nglampir dan 0,734 pada Desa Suwaru, nilai Zo pada kedua desa masih lebih kecil
dari Za (Z tabel) yaitu 1,96 artinya secara statistik hasil dapat
diterima dan membuktikan bahwa penerapan metode Block Adjustment menggunakan perangkat lunak QGIS dengan plugin PEREKAT dapat
digunakan dalam rangka penataan spasial bidang tanah pada kegiatan PTSL.
Land certificates serve as legally valid
proof of ownership, protecting the rights of the owner, preventing disputes,
and supporting secure investment. Therefore, the validity of physical data
(location, boundaries, and area) as well as juridical data (ownership status
and type of rights) is of paramount importance. During the PTSL mapping
activities, discrepancies were found between the mapped certified land parcels
and the actual conditions in the field, including overlaps with the PTSL survey
results. These variations in land parcel quality necessitate the reorganization
and adjustment of land parcels, which affect their position, shape, and area.
This study was conducted in Desa Nglampir
and Desa Suwaru, Tulungagung Regency, designated as locations for the Complete
Systematic Land Registration (PTSL) 2023 program. The quality of mapped
certified land parcels was analyzed by testing their validity and reliability.
Validity testing was performed using Pearson’s correlation, while reliability
testing employed the Cronbach’s alpha technique. The variables used in the
validity and reliability tests included plotting accuracy, administrative
location accuracy, topology, shape conformity, and area conformity of the land
parcels. A total of 120 mapped certified land parcels from both villages were
sampled for the tests. The reorganization of mapped certified land parcels with
the PTSL survey parcels was carried out using the Block Adjustment method
implemented through the PEREKAT plugin in QGIS.
The validity test results indicated that
the plotting accuracy variable was classified as low in both villages, while
administrative location accuracy was fairly high in Desa Nglampir and moderate
in Desa Suwaru. For the variables topology, shape conformity, and area
conformity, validity values in both villages were fairly high, whereas the
reliability test yielded values of 0.556 in Desa Nglampir and 0.563 in Desa
Suwaru, both below the minimum threshold of 0.6 considered reliable. The
reorganization of land parcels using the Block Adjustment method was evaluated
through accuracy tests on points, lengths, and areas against field survey data.
The point accuracy test on 30 samples showed an average coordinate difference
of ?X = 1.017 m and ?Y = 1.068 m with an RMSE of 1.475 m, while the length test
on 30 parcel sides resulted in an average difference of ?d = 0.498 m with an
RMSE of 0.807 m; the relatively large differences were attributed to the
presence of outliers at parcel boundaries experiencing gaps or overlaps. The
area test on 143 parcels showed that 93% met the area change tolerance
according to the PTSL Technical Guidelines 2022, and significance test at a 95%
confidence level yielded a Zo (calculated Z) value of 0.664 in Nglampir Village
and 0.734 in Suwaru Village. Since the Zo values in both villages are lower
than Za (critical Z) of 1.96, the results are statistically acceptable. This
finding demonstrates that the application of the Block Adjustment method using
QGIS software with the PEREKAT plugin is feasible and reliable for supporting
spatial arrangement of land parcels within the PTSL program.
Kata Kunci : Kualitas Bidang Tanah Bersertifikat Terpetakan, Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Uji Validitas dan Reliabilitas, Block Adjustment