Laporkan Masalah

Dinamika Pengelolaan Sampah Melalui Program Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (KUPAS) Di Kalurahan Panggungharjo Kapanewon Sewon Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta

Sherina Ismi Amelia, Dr. Agus Joko Pitoyo, S.Si., M.A., Dr. Noorhadi Rahardjo, M.Si., P.M.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Kalurahan Panggungharjo adalah salah satu wilayah yang memanfaatkan TPA Piyungan untuk membuang sampah. Kalurahan Panggungharjo memiliki Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (KUPAS) didirikan pada awal tahun 2013. KUPAS awalnya merupakan turunan usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kalurahan Panggungharjo sebagai salah satu unit usaha yang berupa pelayanan masyarakat dan lingkungan. Seiring berjalannya waktu, pada awal tahun 2025 KUPAS mengalami perubahan kelembagaan. Pengelola KUPAS saat ini beralih dari BUMDes ke perusahaan swasta yaitu PT APA PLASTIK INDONESIA (APLASINDO). 

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dinamika perubahan kelembagaan KUPAS, mengkaji pelaksanaan program kerja KUPAS sebelum dan sesudah perubahan kelembagaan dan merumuskan strategi kelembagaan KUPAS dalam penanganan sampah. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dengan pihak pengelola KUPAS, pihak Kalurahan Panggungharjo, pihak swasta, dan masyarakat yang mengetahui terkait perubahan kelembagaan KUPAS. 

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Selama menjadi unit usaha BUMDes, KUPAS mengalami beberapa perubahan model bisnis dari tahun 2012 dengan hingga tahun 2025. Peralihan kelembagaan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu perubahan kepemimpinan lurah Panggungharjo, pemasukan dan pengeluaran KUPAS tidak seimbang dan penolakan dari warga. (2) Perubahan kelembagaan berpengaruh pada perubahan program kerja KUPAS. Saat ini, KUPAS mengalami beberapa perubahan dalam program kerja yaitu pengepresan Polyethylene Terephthalate (PET), PET goes to school, pirolisis, dan program pelatihan pengelolaan sampah. (3) Strategi kelembagaan KUPAS dalam penanganan sampah menggunakan analisis DPSIR (Driving Force, Pressure, State, Impact, Response). Driver; dari permasalahan ini adalah peralihan kepemimpinan lurah Panggungharjo, tidak seimbangnya pemasukan dan pengeluaran KUPAS, sehingga harus disubsidi dari unit usaha BUMDes yang lain. Pressure; yaitu memperoleh penolakan dari masyarakat sekitar terkait bau dan bising yang ditimbulkan, selain itu berhentinya kerja sama dengan Pasti Angkut juga menjadi salah satu faktor karena mengurangi jumlah pelanggan. State; pengurus KUPAS mendirikan PT APLASINDO untuk menaungi kelembagaan KUPAS. Impact; yang dirasakan setelah perubahan kelembagaan adalah penurunan jumlah pelanggan, penyempitan cakupan layanan KUPAS karena tidak ada penjemputan langsung ke rumah, perubahan fokus pengolahan sampah menjadi anorganik (PET), dan hanya menerima dari bank sampah dan sekolah-sekolah mitra. Response; yang harus dilakukan adalah kolaborasi antar pihak Kalurahan Panggungharjo, swasta, sekolah, kampus dan masyarakat sekitar, melakukan inovasi teknologi seperti mengembangkan teknologi pirolisis dan diversifikasi produk daur ulang, serta kolaborasi dengan sekolah-sekolah untuk mendidik anak-anak TK dan SD bijak dalam memilah sampah

Kalurahan Panggungharjo is one area that utilizes TPA Piyungan as a landfill for waste disposal. Kalurahan Panggungharjo has a Waste Management Business Group (Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (KUPAS)) established in early 2013. Initially, KUPAS was a subsidiary business of the Village-Owned Enterprise (Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)) of Kalurahan Panggungharjo as a public and environmental service unit. Over time, in early 2025, KUPAS underwent institutional changes. The management of KUPAS has shifted from BUMDes to a private company, namely PT APA PLASTIK INDONESIA (APLASINDO).

The purpose of this study is to examine the dynamics of KUPAS’s institutional changes, to review the implementation of KUPAS’s work programs before and after the institutional changes, and to formulate institutional strategies for KUPAS in waste management. The research method used is qualitative, and data were collected through interviews with KUPAS managers, representatives of Kalurahan Panggungharjo, private parties, and community members familiar with the institutional changes in KUPAS.

The results of the study show that: (1) While functioning as a unit under BUMDes, KUPAS underwent several business model changes from 2012 until 2025. The institutional transition was influenced by several factors including changes in the leadership of the lurah Panggungharjo, imbalance between KUPAS’s income and expenses, and community rejection. (2) The institutional change affected KUPAS’s work programs. Currently, KUPAS has made several changes in its programs, including PET (Polyethylene Terephthalate) compression, PET goes to school, pyrolysis, and waste management training programs. (3) The waste management strategy at KUPAS Kalurahan Panggungharjo uses the DPSIR analysis framework (Driving Force, Pressure, State, Impact, Response). Driving Force: the issue arises from the change in lurah Panggungharjo leadership and financial imbalance causing subsidies from other BUMDes business units. Pressure: rejection from the surrounding community due to odor and noise pollution, plus the termination of partnership with Pasti Angkut, which reduced the number of customers. State: KUPAS management established PT APLASINDO to oversee KUPAS’s institutional framework. Impact: after institutional changes, there was a decline in customers, narrowing of KUPAS’s service coverage as there was no longer direct household pickup, a shift of focus toward processing inorganic waste (PET), and accepting waste only from waste banks and partner schools. Response: necessary actions include collaboration among Kalurahan Panggungharjo, private sector, schools, universities, and local community; technological innovations such as developing pyrolysis technology and diversifying recycled products; and cooperation with schools to educate kindergarten and elementary students to wisely sort waste.

Kata Kunci : Pengelolaan Sampah, KUPAS

  1. S2-2025-529334-abstract.pdf  
  2. S2-2025-529334-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-529334-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-529334-title.pdf