Laporkan Masalah

Perbandingan Kategori NI-RADS pada Kanker Nasofaring Residif dan Non-Residif Berdasarkan Modalitas CT-Scan Kontras

Alberta Vania Handoko, dr. Yana Supriatna, Ph.D, Sp.Rad, SubSp. RI (K).; dr. Wigati Dhamiyati, Sp.Rad, Sp.Onk.Rad(K)

2025 | Tesis | S2 Kedokteran Klinik

Latar Belakang: Kanker nasofaring merupakan keganasan kepala dan leher yang  banyak ditemukan di Asia Tenggara dengan angka kekambuhan tinggi. Membedakan lesi residif dari perubahan pasca terapi pada CT-scan kontras sering  menjadi tantangan diagnostik. Neck Imaging Reporting and Data System (NI- RADS) menawarkan sistem pelaporan terstandar untuk menilai kemungkinan  residif, namun penelitian terkait penggunaannya pada kanker nasofaring di  Indonesia masih terbatas.

Tujuan: Membandingkan kategori NI-RADS antara kanker nasofaring residif dan  non-residif berdasarkan modalitas CT-scan kontras.

Metode: Penelitian cross sectional retrospektif dilakukan di RSUP Dr. Sardjito  Yogyakarta pada Juli - September 2025. Sebanyak 66 pasien kanker nasofaring  pasca terapi dengan status complete response yang memiliki hasil CT-scan kontras  dievaluasi. Dua dokter spesialis radiologi menilai kategori NI-RADS (1–4) secara  independen. Analisis data menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik dengan tingkat signifikansi p < 0>

Hasil: Dari total 66 pasien, 19 (28,88%) merupakan kelompok residif dan 47  (71,2%) non-residif. Terdapat perbedaan bermakna antara kategori NI-RADS  dengan status kekambuhan (p < 0 xss=removed xss=removed xss=removed>

Kesimpulan: Kategori NI-RADS pada CT-scan kontras menunjukkan perbedaan  signifikan antara kanker nasofaring residif dan non-residif. Skor NI-RADS tinggi  (3–4) sangat banyak ditemukan pada kelompok residif, sedangkan kategori NI- RADS 1-2 sangat banyak pada kelompok non-residif.

Background : Nasopharyngeal carcinoma (NPC) is one of the most common head  and neck malignancies in Southeast Asia, characterized by a high recurrence rate.  Differentiating recurrent lesions from post-treatment changes on contrast-enhanced  CT scans often poses a diagnostic challenge. The Neck Imaging Reporting and Data  System (NI-RADS) provides a standardized reporting system to assess the  likelihood of recurrence; however, studies evaluating its application in  nasopharyngeal carcinoma within the Indonesian population remain limited. 

Aim of The Study : To compare NI-RADS categories between recurrent and non-recurrent nasopharyngeal carcinoma using contrast-enhanced CT imaging.  

Methods : A retrospective cross-sectional study was conducted at Dr. Sardjito  General Hospital, Yogyakarta, from May to August 2025. Sixty-three post-treatment NPC patients who had achieved complete response and underwent follow-up CT scans were included. Two independent radiologists evaluated NI-RADS categories (1–4). Data were analyzed using Chi-square and logistic  regression tests, with a significance level of p < 0>

Results : Of the 66 patients, 19 (28.8%) were classified as recurrent and 47 (71.2%)  as non-recurrent. A significant association was found between NI-RADS category  and recurrence status (p < 0 xss=removed xss=removed xss=removed>

Conclusion : Contrast-enhanced CT-based NI-RADS categories demonstrated a  significant difference between recurrent and non-recurrent nasopharyngeal  carcinoma. High NI-RADS scores (3–4) were predominantly observed in recurrent  cases, whereas low NI-RADS categories (1–2) were more common in non-recurrent  cases.

Kata Kunci : Kanker nasofaring, NI-RADS, residif, CT-scan kontras

  1. S2-2025-489700-abstract.pdf  
  2. S2-2025-489700-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-489700-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-489700-title.pdf