Laporkan Masalah

Industri kerajinan tanduk kasus di desa pucang kecamatan Secang kabupaten Magelang

M.M. Lastari I., Drs. Ign. Sugiman, M.S.; Dra. Kistini, M.S.

2000 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Industri kerajinan tanduk merupakan salah satu bentuk industri kerajinan yang berkembang di masyarakat Desa Pucang. Industri kerajinan tanduk mempunyai ciri-ciri, antara lain turun temurun (warisan) tradisional yang terlihat dari peralatan serta teknologi yang digunakan, dan padat tenaga kerja. Untuk melihat kondisi/gambaran usaha kerajinan tanduk, maka penelitian ini berjudul Industri Kerajinan Tanduk Kasus di Desa Pucang Kecamatan Secang Kabupaten Magelang. Penelitian ini dilakukan di Desa Pucang Kecamatan Secang Kabupaten Magelang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan lama usaha dengan pendapatan dari industri kerajinan tanduk, faktor-faktor produksi yang paling berpengaruh pendapatan industri kerajinan tanduk, dan mengetahui sumbangan pendapatan industri kerajinan tanduk terhadap pendapatan total rumah tangga pengusaha. Metode yang digunakan adalah sensus. Responden yang diambil adalah seluruh pengusaha industri kerajinan tanduk yang berjumlah 31 orang. Data yang digunakan ada dua macam, yaitu data primer yang diambil melalui wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner dan data sekunder diperoleh dari dinas atau instansi yang terkait yang berupa laporan per tahun dan peta-peta. Analisis data menggunakan tabel frekuensi, tabel silang, serta memakai uji statistik yang berupa korelasi product moment dari Pearson, dan regresi ganda. Hasil penelitian dari data-data yang dikumpulkan di lapangan bahwa pendapatan usaha industri kerajinan tanduk mempunyai hubungan dengan lama usaha dan modal sebagai variabel kontrol. Hubungan tersebut dinyatakan dengan nilai korelasi (r)=0,2048 yang berarti lama usaha mempunyai hubungan positif tetapi kekuatan lemah terhadap pendapatan dari usaha industri. Hubungan positif menunjukkan semakin lama pengusaha menjalankan usahanya didukung oleh modal yang dimiliki, semakin meningkat pendapatan pengusaha. Faktor produksi yang paling berpengaruh terhadap pendapatan industri kerajinan tanduk adalah bahan baku, koefisien regresi yang diperoleh sebesar 1.076 ini berarti semakin banyak bahan baku yang digunakan akan berpengaruh pada besarnya pendapatan industri karena bahan baku yang tersedia akan mempengaruhi jumlah produksi dan besar (banyak) jenis produksi. Sumbangan pendapatan untuk masing-masing pendapatan terhadap total pendapatan rumah tangga yaitu sumbangan dari usaha industri memiliki nilai terbesar 52,63% kemudian diikuti sumbangan dari usaha dagang 16,62%, jasa sebesar 15,93% dan usaha pertanian 12,82%.

Horn-handicraft industry is one of the handicraft industries in Desa pucang. This industry is specified in its characteristic, among others generated, traditional-which is shown in its technology and tools, and full utilization of manpower. Analyzing the condition of the horn-handicraf industry the research takes a title Horn-Handicraf Industry Case in Desa Pucang Kecamatan Secang Kabupaten Magelang. The research is performed in desa Pucang Kecamatan Secang Kabupaten Magelang, purpose in understanding the social economy condition of the entrepreneur, the production factor affected to the horn-handicraft industry development and the affect of the industry income to the total income of the entrepreneur. The research using sampling method which taking all horn-handicraft industry entrepreneur as respondent numbered 31 people. Two different data are used, first data primer which are taken through direct interview with questioner and second are secondary data taken from the related institutions in the form of annual report and maps. Data analysis is conducted by using cross tab and finalized with statistical test correlation and double regression. The result of the data taken from the field show that the income pf the horn-handicraft industry has a relation with the length of the work period and capital as a control variable. The relation is show with the correlation value r = 0,4969 which means the length of the work period has apositive relation but the effect to the income of the industry is weak. Positive relation shows that the longer the entrepreneurs proceed his business, the bigger the income will be. The production factor that gives the biggest effect is raw material, regression value is 1,076 which means the amount of the raw material will affect the income of the industry since thde raw material will affect the production number. The sharing of income from industry sector and non industry sector to the total income is 83,04% from the industry sector and 16,96% from non industry sector. The sharing of the industry sector based on the capital is 82,87% for the capital less than 500 thousand Rupiahs, for the amount of capital between 500 thousand Rupiahs to 1 million Rupiahs the sharing to the income is 78,30%. For the total amount of capital more 1 million Rupiahs the sharing is 83,85%.

Kata Kunci : Industri kerajinan tanduk,Secang,Magelang,Jawa Tengah

  1. S1-2000-89455-M__M__LASTARI_L-abstract.pdf  
  2. S1-2000-89455-M__M__LASTARI_L-bibliography.pdf  
  3. S1-2000-89455-M__M__LASTARI_L-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2000-89455-M__M__LASTARI_L-title.pdf