Laporkan Masalah

Kajian pelayanan rute transportasi angkutan umum dan mobilitas penduduk menuju pusat-pusat pelayanan di kabupaten Dati II Bantul

Mashur Sudarsono Wira Adi, Drs. Rafael Murtomo, M.S.; Drs. Joko Christanto, M.Sc.

1994 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya, penduduk akan melakukan mobilitas ke tempat-tempat tertentu apabila barang dan jasa yang dibutuhkan tidak dapat diperoleh di tempat permukimannya. Mereka akan mendatangi pusat-pusat pelayanan yang menyediakan berbagai keperluan hidup berupa barang maupun jasa. Penduduk memerlukan pelayanan trans-portasi yang dapat membawa mereka dari tempat permuki-mannya menuju pusat-pusat pelayanan yang dikehendaki. Rute transportasi yang baik, tentunya akan dapat memenuhi kebu-tuhan mobilitas penduduk di stas. Oleh sebab itu peneliti-an ini bertujuan untuk mengetahui arah mobilitas penduduk dengan tujuan pusat-pusat pelayanan dan untuk mengetahui rute transportasi angkutan umum di daerah penelitian. Daerah penelitian dipilih Kabupaten Dati II Bantul, dengan obyek penelitian arah mobilitas penduduk dan rute transportasi angkutan umun bis dan colt. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Analisis data digunakan analisa peta, tabel silang dan tabel frekwensi. Dalam analisa peta digunakan metode tumpangsusun (overlay). Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsh mobilitas penduduk Kabupaten Bantul terutama menuju pada tiga lokasi yaitu pusat pelayanan Bantul, Imogiri dan kota Yogyakarta. Sedangkan rute transportasi umun secara garis besar terba-gi dalas empat jalur, meliputi dus jalur utama yaitu jalur Yogyakarta Inogiri, dari Imogiri terpisah menuju Diingo dan Parangtritis. Kemudian jalur Yogyakarta Bantul, dari Bantul terpisah menuju Srandakan dan Samas. untuk Srandakan terpisah menuju Pandasimo dan Kabupaten Kulon Progo. Dus jalur yang lain yaitu jalur Yogyakarta Piyungan Dlingo dan Yogyakarta Parangtritis (tidak melalui Inogiri). Arah mobilitas penduduk menuju pusat pelayanan ter-tentu, dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu ada ti-daknya rute yang melewati pusat pelayanan tersebut, lokasi strategis, dan kelengkapan barang dan jass yang tersedia di pusat-pusat pelayanan tersebut. Sedangkan perkembangan rute transportasi umum dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain arah mobilitas penduduk, lokasi strategin suatu pusat pelayanan, dan peningkatan kesejahteraan penduduk. Dapat dikatakan rute transportasi unun di daerah penelitian berkembang mengikuti arah mobilitas penduduk. Dalam peningkatan pelayanan transportasi angkutan usus, diperlukan pengelolaan yang baik. Pemberian nomor Jalur dan rute perjalanannya serta mempublikasikan kepada sasyarakat merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan. Penelitian lebih lanjut mengenai kesemusian jumlah sarana transportasi dan jumlah kebutuhan penduduk sangat diperlukan bagi kebutuhan perencanaan pelayanan transportasi di masa yang akan datang.

People will move to another place if there if are not sufficient goods and services which are needed in their residence. They will go to centre places which provide their needs either goods or nervices. People need transportation services to take then from their residence to the centre place that they want. The good routes of transportation will suffice their mobility. Hence this research wants to knows their mobility destinations and the routes of public transportation in the research area. Bantul regency is chosen as the research area, and the objectives of the study are the destinations mobility and the routes of public transportation especially bus and colt (station wagon). This research uses secondary data. Analysis of data uses sap snalysis, orossing table, and table of frequency. The map analysis uses overlay method. The research shows that the nobility of Bantul resident is directed to the three centre place: Bantul, Imogiri and Yogyakarta. And there are four routes of public, the two main routes are: Yogyakarta Imogiri, from Inogiri divides to Dlingo and Parangtritis, and Yogyakarta Bantul, from Bantul divides to Srandakan and Saman, Srandakan divides to Pandanaimo and Kulon Progo regency. The next two routes are Yogyakarta Piyungan Dlingo and Yogyakarta Parangtritis. The mobility is influenced by the routes of public transportation, strategic location of the centre places and their suffient goods and and services. And the increasing of the routes are influenced by the direction of mobility, the strategic location of centre places, increasing of resident's welfare. It can be said routes of public transportation in the research. increase according to the direction of mobility. and the that To increase the public transportation services needs a good nagement. Giving a clear route number, destinations and announce then is an alternative way that we can do. It is good to make another research deals with public transportation

Kata Kunci : Transportasi angkutan umum, Mobilitas penduduk,Bantul,DIY

  1. S1-1994-2779-MASHUR_SUDARSONO_WIRA_ADI-abstract.pdf  
  2. S1-1994-2779-MASHUR_SUDARSONO_WIRA_ADI-bibliography.pdf  
  3. S1-1994-2779-MASHUR_SUDARSONO_WIRA_ADI-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1994-2779-MASHUR_SUDARSONO_WIRA_ADI-title.pdf