Laporkan Masalah

Adaptasi dan Validasi Inventory of Statements About Self-Injury (ISAS) Versi Bahasa Indonesia untuk Mengukur Fungsi Perilaku NSSI pada Remaja

Ranadhiya Pramudita, Prof. Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si.

2025 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi

Prevalensi Non-Suicidal Self Injury (NSSI) yang tinggi pada kalangan remaja menunjukkan pentingnya upaya penanganan yang tepat. Upaya menangani NSSI dimulai dengan menggunakan instrumen yang teruji untuk mendeteksi perilaku dan fungsi NSSI secara komprehensif. Inventory of Statements About Self-Injury (ISAS) dikembangkan untuk mengukur perilaku dan riwayat serta domain fungsi dari perilaku NSSI. ISAS telah divalidasi dalam Bahasa Indonesia, namun untuk populasi yang didominasi oleh dewasa muda, sehingga tidak bisa digeneralisasi penggunaannya bagi populasi remaja yang memiliki keunikan secara perkembangan dan kognitif dalam memahami item skala. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya mengadaptasi dan validasi ISAS versi remaja dalam Bahasa Indonesia dengan panduan adaptasi lintas budaya oleh Beaton dkk. (2000) dan menguji validitas berdasarkan proses respons pada 17 partisipan remaja berusia 11-17 tahun yang sudah melakukan setidaknya satu kali tindakan NSSI dalam jangka waktu satu tahun terakhir menggunakan teknik cognitive interviewing melalui metode Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian memberikan gambaran penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan dalam proses adaptasi serta gambaran sumber permasalahan pada aitem ISAS versi Bahasa Indonesia berdasarkan proses kognitif dalam merespons skala, yang terdiri dari aspek comprehension, retrieval, judgment, dan response selection. Temuan dalam penelitian ini penting sebagai pertimbangan dalam pengembangan skala maupun dalam memahami fenomena NSSI pada remaja.

The high prevalence of Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) among adolescents underscores the need for appropriate assessment tools to support effective intervention. Inventory of Statements About Self-Injury (ISAS) is widely used to measure NSSI behavior, history, and functions. Although ISAS has been validated in Indonesian, the existing study primarily involved young adult samples, limiting its applicability to adolescents who possess distinct developmental and cognitive characteristics in interpreting item contents. This study aims to adapt and validate the Indonesian ISAS for adolescents based on cross-cultural adaptation procedures by Beaton et al. (2000) and its validity evidence based on response process. Cognitive interviewing using Focus Group Discussions (FGDs) was conducted with 17 adolescents aged 11–17 who had engaged in NSSI at least once in the past year. The findings describe modifications made during the adaptation process and identify sources of item interpretation problems across cognitive domains, including comprehension, retrieval, judgment, and response selection. These results are expected to contribute in improving the scale’s suitability for adolescents and to enhance the understanding of NSSI phenomenon in adolescents.

Kata Kunci : adaptasi alat ukur, cognitive interviewing, non-suicidal self-injury, remaja, validasi alat ukur

  1. S2-2025-499190-abstract.pdf  
  2. S2-2025-499190-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-499190-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-499190-title.pdf