Strategi Penerjemahan Istilah Budaya pada Takarir Film "Kucumbu Tubuh Indahku" sebagai Bentuk Resistansi dan Negosiasi Identitas Budaya
Miftah Farhantia Zamroni, Drs. Tatang Hariri, M.A., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Linguistik
Penelitian ini mengkaji strategi penerjemahan istilah budaya dalam takarir film “Kucumbu Tubuh Indahku” karya Garin Nugroho, dengan fokus pada perannya sebagai bentuk resistansi budaya dan negosiasi identitas. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi dan mendeskripsikan strategi penerjemahan istilah budaya, (2) menganalisis kecenderungan foreignization (resistansi) dan domestication (negosiasi), serta (3) menafsirkan kontribusinya terhadap konstruksi identitas tokoh dan representasi budaya Jawa kepada penonton internasional. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan komparatif. Data primer berupa dua transkrip takarir film dianalisis menggunakan strategi Newmark (1988), strategi penerjemahan Gottlieb (1992), ideologi domestikasi dan asing Venuti (1995), serta kerangka representasi aktor sosial. Hasil analisis menunjukkan terdapat 85 istilah budaya yang terbagi dalam lima kategori: budaya sosial, ekologi, organisasi sosial, gerak dan kebiasaan, serta budaya material. Strategi penerjemahan yang dominan adalah transferensi, kesepadanan fungsional, parafrase, adaptasi, dan substitusi. Foreignisasi berfungsi sebagai resistansi budaya dengan mempertahankan istilah seperti warok, lengger, dan gemblak, sedangkan domestikasi digunakan sebagai negosiasi melalui generalisasi, kondensasi, dan adaptasi. Analisis representasi aktor sosial menunjukkan bahwa identitas budaya dalam takarir ditampilkan melalui nominasi, kategorisasi, dan fungsionalisasi, memperlihatkan bagaimana tokoh dan budaya Jawa direkontekstualisasikan secara global. Penelitian ini menegaskan bahwa penerjemahan takarir bukan sekadar alih bahasa, melainkan arena ideologis yang membentuk persepsi identitas dan representasi budaya dalam wacana internasional.
This study examines the translation strategies of cultural
terms in the subtitles of the film “Kucumbu Tubuh Indahku” (Memories of
My Body) by Garin Nugroho, focusing on their role as acts of cultural
resistance and negotiation of identity. The study aims to: (1) identify and
describe the strategies used to translate culture-specific terms, (2) analyze
tendencies toward foreignization (resistance) and domestication (negotiation),
and (3) interpret their contribution to character identity construction and the
representation of Javanese culture to international audiences. This research
employs a descriptive qualitative method with a comparative approach. The
primary data consist of two subtitle transcripts, analyzed using Newmark’s
(1988) procedures for translating cultural terms, Gottlieb’s (1992) subtitling
strategies, Venuti’s (1995) domestication and foreignization ideology, and the
framework of social actor representation. The analysis identifies 85
culture-specific terms divided into five categories: social culture, ecology,
social organizations, gestures and habits, and material culture. The dominant
translation strategies are transference, functional equivalence, paraphrase,
adaptation, and substitution. Foreignization functions as cultural resistance
by preserving terms such as warok, lengger, and gemblak, while domestication
serves as negotiation through generalization, condensation, and adaptation. Drawing
on social actor representation, the study shows that cultural identity in
subtitles is expressed through nomination, categorization, and
functionalization, illustrating how both characters and Javanese culture are recontextualized
in a global setting. Overall, this study argues that subtitle translation is
not merely linguistic transfer but an ideological arena that actively shapes
perceptions of identity and cultural representation in international discourse.
Kata Kunci : penerjemahan audiovisual, istilah budaya, identitas budaya, foreignisasi, domestikasi, resistansi, negosiasi, strategi penerjemahan, representasi aktor sosial