Peran Literasi Kesehatan Mental terhadap Kesejahteraan Subjektif Siswa SMP Dimediasi oleh Dukungan Sosial
Schoutenia Maria Gemma Suitela, Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog
2025 | Tesis | S2 Magister Profesi PsikologiKesejahteraan subjektif siswa menekankan pada penilaian terhadap kepuasan dan emosi yang dominan dirasakan di sekolah, yang dapat dipengaruhi oleh literasi kesehatan mental yang dimiliki dan dukungan sosial yang diterima oleh siswa. Dukungan sosial dalam penelitian sebelumnya mampu mendukung peran literasi kesehatan mental terhadap kondisi kesejahteraan subjektif. Oleh karena itu, penelitian ini menguji peran literasi kesehatan mental terhadap kesejahteraan subjektif siswa dengan dukungan sosial sebagai mediator. Partisipan penelitian terdiri dari 295 siswa SMP yang merupakan siswa kelas 7 dan 8 dari dua sekolah di Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tiga instrumen utama: Brief Adolescent Subjective Well-Being in School Scale (BASWBSS), Mental Health Literacy Questionnaire-Short Version (MHLq-SV), dan Child and Adolescent Social Support Scale (CASSS). Pengambilan data dilakukan secara langsung menggunakan kertas dan alat tulis kemudian data dianalisis menggunakan analisis mediasi sederhana. Hasil penelitian menemukan bahwa literasi kesehatan mental dapat berperan pada kesejahteraan subjektif secara langsung dan tidak langsung melalui dukungan sosial sebagai mediator. Artinya, literasi kesehatan mental yang lebih tinggi mendorong siswa lebih terbuka terhadap dukungan sosial dari orang lain, yang pada gilirannya berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan subjektif yang dimiliki.
Students’ subjective well-being is characterized by their evaluations of satisfaction and dominant emotions they experience at school, which is potentially influenced by the level of mental health literacy and perceived social support. In previous research, social support was found to be able to support the role of mental health literacy on subjective well-being. Therefore, the study aims to examine the role of mental health literacy on students' subjective well-being with social support as a mediator. The study involved 295 7th and 8th-grade junior high school students from two schools in Yogyakarta. This study used a quantitative approach with three scales to measure: Brief Adolescent Subjective Well-Being in School Scale (BASWBSS), Mental Health Literacy Questionnaire-Short Version (MHLq-SV), and Child and Adolescent Social Support Scale (CASSS). Data was collected using paper-based instruments. A simple mediation analysis was then performed on the collected data. The result showed that mental health literacy has a direct and indirect effect on junior high school students’ subjective well-being through social support as a mediator. This finding means that high level of mental health literacy leads to students’ perceived social support from people around them which in turn increases the students’ subjective well-being level.
Kata Kunci : kesejahteraan subjektif,literasi kesehatan mental,dukungan sosial,siswa SMP,subjective well-being, mental health literacy, social support, student, adolescent