Laporkan Masalah

Sistem Penilaian Prediksi Mortalitas Intra-Hospital untuk Pasien dengan Cedera Tulang Belakang Cervical

Bernadeta Fuad Paramita Rahayu, Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.O.T.Subsp.O.T.B(K),; dr. Zikrina Abyanti Lanodiyu, Sp.OT

2025 | Tesis-Spesialis | S2 Orthopaedik dan Traumatologi

Latar Belakang : Cedera tulang belakang cervical merupakan salah satu masalah kesehatan global.  Adanya cedera cervical membawa dampak fungsional dan sosioekonomik yang besar, dengan tingkat mortalitas yang cukup tinggi, terutama di negara-negara miskin atau berkembang yang memiliki keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu, diperlukan identifikasi terhadap faktor prognostik untuk memandu triase, alokasi ICU, hingga edukasi risiko. 

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor prognostik terhadap mortalitas intra-hospital pada pasien dengan cedera cervikal serta menyusun sistem skor prediksi klinis untuk mortalitas. 

Metode : Penelitian ini berupa studi cross-sectional, dengan menjaring pasien cedera servikal akut yang datang ke IGD RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta pada Januari 2022–Juli 2025. Subjek dipilih dengan teknik consecutive sampling. Data yang dikumpulkan berupa usia, jenis kelamin, komorbiditas pasien, adanya polytrauma, skor ASIA, jenis cedera, waktu dari cedera hingga operasi, serta luaran mortalitas. Kemudian, dilakukan analisis bivariat dan regresi multivariat. Faktor yang didapatkan signifikan kemudian disederhanakan menjadi sistem skoring, dengan uji validitas menggunakan Hosmer-Lemeshow test. 

Hasil : Angka mortalitas intrahospital didapatkan sebesar 30,8%. Hasil regresi multivariat menunjukkan adanya tiga prediktor independen terhadap mortalitas intra-hospital: usia > 60 tahun (OR 4,39; p=0,007), skor ASIA A atau B (OR 5,26; p=0,006), dan adanya polytrauma (OR 6,13; p=0,011). Ketiga faktor tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sistem skor, dengan 1 poin untuk tiap faktor prediktif.  Prediksi mortalitas sesuai skor adalah 6% (skor 0), 24% (skor 1), 62% (skor 2), dan 90% (skor 3), dengan hasil yang selaras dengan mortalitas terobservasi. Uji kalibrasi menunjukkan kesesuaian model yang baik (Hosmer-Lemeshow p=0,553). 

Kesimpulan: Usia > 60 tahun, defisit neurologis tanpa fungsi motorik (ASIA A–B), dan adanya polytrauma merupakan faktor prognostik signifikan terhadap mortalitas intra-hospital pasien cedera cervikal. Sistem skor yang diajukan dapat menjadi alat sederhana untuk memprediksi tingkat mortalitas dan dapat diterapkan untuk membantu pengambilan keputusan klinis awal dan edukasi. Validasi eksternal pada  populasi lebih besar dan multisenter direkomendasikan. 

Background: Cervical spine injury is a global health problem. Cervical injuries have significant  functional and socioeconomic impacts, with a high mortality rate, especially in low-income or developing countries with limited resources. Therefore, identifying prognostic factors is necessary to guide triage, ICU allocation, and risk education. 

Objective: This study aims to determine prognostic factors for in-hospital mortality in patients with cervical spine injury and to develop a clinical prediction scoring system for mortality. 

Methods: This study was a cross-sectional study, recruiting patients with acute cervical injuries who presented to the emergency department of Dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta, between January 2022 and July 2025. Subjects were selected using consecutive sampling. Data collected included age, gender, comorbidities, polytrauma, ASIA score, type of injury, time from injury to surgery, and mortality  outcomes. Bivariate and multivariate regression analyses were then performed. The factors identified as significant were then used to create a scoring system, with validity tested using the Hosmer-Lemeshow test. 

Results: The intrahospital mortality rate was 30.8%. Multivariate regression results indicated three independent predictors of intrahospital mortality: age >60 years (OR 4.39; p=0.007), ASIA score A or B (OR 5.26; p=0.006), and polytrauma (OR 6.13; p=0.011). These three factors were then incorporated into a scoring system, with one point assigned to each predictive factor. Predicted mortality according to the  scores was 6% (score 0), 24% (score 1), 62% (score 2), and 90% (score 3), with results consistent with observed mortality. Calibration tests demonstrated good model fit (Hosmer-Lemeshow p=0.553). 

Conclusion : Age >60 years, neurological deficit without motor function (ASIA A–B), and the presence of polytrauma are significant prognostic factors for intrahospital mortality in patients with cervical spine injuries. The presented scoring system can be a simple tool for predicting mortality and can be applied to aid early clinical decision-making and education. External validation in a larger population and multicenter setting is recommended.

Kata Kunci : trauma cervical, mortalitas intra-hospital, faktor prognostik, skor prediksi

  1. SPESIALIS-2025-486642-abstract.pdf  
  2. SPESIALIS-2025-486642-bibliography.pdf  
  3. SPESIALIS-2025-486642-tableofcontent.pdf  
  4. SPESIALIS-2025-486642-title.pdf