Laporkan Masalah

Pengembangan Model Remaja Kuat Emosi Sehat (REKUES) Sebagai Upaya Pencegahan Masalah Emosi dan Perilaku Pada Remaja Awal

Ririn Isma Sundari, Prof. dr. Mei Neni SItaresmi, Sp.A(K), Ph.D. ; Lely Lusmilasari, S.Kp., M.Kes., Ph.D

2025 | Disertasi | S3 Kedokteran Umum

Latar Belakang: Masalah emosi dan perilaku (MEP) sering ditemukan pada usia remaja, terutama remaja awal dan dapat berakibat fatal baik pada kesehatan mental, terjadinya tindak kriminal, maupun masalah pada perfoma akademik. Tindakan pencegahan dalam penanganan masalah emosi dan perilaku pada remaja belum menjadi fokus perhatian. Kolaborasi antara remaja, orang tua, guru, dan tenaga kesehatan dibutuhkan demi komprehensivitas program pencegahan.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pencegahan MEP pada remaja awal dengan menggunakan pendekatan Model Sistem Neuman.

Metode: Penelitian ini merupakan multi-stage research yang dilakukan dalam tiga tahap. Tahap 1 bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi, subskala dominan, dan faktor risiko MEP pada remaja awal dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Tahap 2 bertujuan untuk mengeksporasi pengetahuan, pengalaman, faktor risiko dan protektif, serta need assessment program pencegahan menggunakan pendekatan kualitatif. Tahap 3 bertujuan untuk mengembangkan model, uji expert judgement, dan uji fisibilitas kepada calon pengguna.

Hasil: Penelitian tahap 1 didapatkan hasil prevalensi masalah emosi dan perilaku pada remaja awal sebesar 15,6?ngan subskala dominan emotional problem (30,1%), peer problem (10,9%), dan conduct problem (10,5%). Faktor risiko yang berpengaruh yaitu kronotipe (OR=21,11, 95% CI: 5,82-76,63), regulasi emosi (OR=5,08, 95% CI: 2,18-11,8), tingkat pendidikan ibu (OR=1,34, 95% CI: 1,12-1,94), dan komunikasi intrafamilial (OR=3,35, 95% CI: 1,45-7,74). Penelitian tahap 2 menghasilkan 4 tema mengenai pengetahuan, pengalaman, faktor risiko dan protektif, serta harapan mengenai program pencegahan MEP pada remaja awal. Tahap 3 dihasilkan Model Remaja Kuat Emosi Sehat (REKUES) yang dirancang sesuai dengan karakteristik remaja, terdiri dari 3 level pencegahan dengan sasaran remaja awal, orang tua, guru, dan tenaga kesehatan. Bentuk kegiatan terdiri dari skrining MEP, posyandu remaja berbasis sekolah, one day one prosocial, kampanye kesehatan jiwa, kelompok suportif sebaya, parenting, konseling, seminar guru, kerjasama lintas sektoral untuk pemateri, dan sistem rujukan ke tenaga kesehatan.   Program direncanakan dilaksanakan selama 1 tahun ajaran (2 semester). Hasil expert judgement menunjukkan bahwa model yang dihasilkan sangat relevan, dan hasil uji fisibilitas menunjukkan bahwa model sangat layak untuk diterapkan.

Kesimpulan: Pengembangan model REKUES ini dapat digunakan sebagai upaya pencegahan MEP pada remaja awal secara berkelanjutan. Model REKUES ini masih perlu diuji cobakan pada pengguna untuk menilai efektivitas intervensi. Diperlukan kolaborasi yang sinergis antara remaja awal, orang tua, guru, dan tenaga kesehatan untuk mengaplikasikan model secara komprehensif.



Background: Emotional and behavioral problems (EBP) are often found in adolescents, especially early adolescents, and can have fatal consequences for mental health, criminal behavior, and academic performance. Preventive measures in dealing with emotional and behavioral problems in adolescents have not been the focus of attention. Collaboration between adolescents, parents, teachers, and health workers is needed for a comprehensive prevention program.

Objective: This study aims to develop a model for preventing EBD in early adolescents using the Neuman System Model approach.

Methods: This study is a multi-stage research conducted in three stages. Stage 1 aims to identify the prevalence, dominant subscales, and risk factors of EBD in early adolescents using a quantitative approach. Stage 2 aims to explore knowledge, experiences, risk and protective factors, and need assessment of prevention programs using a qualitative approach. Stage 3 aims to develop a model, test expert judgment, and test feasibility with potential users.

Results: Phase 1 research found a prevalence of emotional and behavioral problems in early adolescents of 15.6% with the dominant subscales being emotional problems (30.1%), peer problems (10.9%), and conduct problems (10.5%). The influencing risk factors were chronotype (OR=21.11, 95% CI: 5.82-76,63), emotion regulation (OR=5.08, 95% CI:2.18-11.8), mother's education level (OR=1.34, 95% CI: 1.12-1.94), and intrafamilial communication (OR=3.35, 95% CI: 1.45-7.74). Phase 2 of the study produced 4 themes regarding knowledge, experience, risk and protective factors, and expectations regarding MEP prevention programs in early adolescents. Phase 3 produced the Emotionally Healthy Adolescent Model (REKUES), which was designed according to adolescent characteristics and consisted of three levels of prevention targeting early adolescents, parents, teachers, and health workers. The activities consist of screening for emotional and behavioral problems, school-based adolescent health posts, one day one prosocial, mental health campaigns, peer support groups, parenting, counseling, teacher seminars, cross-sectoral collaboration for resource persons, and a referral system to health workers. The program can be implemented during one academic year (two semesters). The results of expert judgment show that the model produced is highly relevant, and the feasibility test results show that the model is very fisibel to implement.

Conclusion: The development of the REKUES model can be used as a sustainable effort to prevent emotional and behavioral problems in early adolescents. The REKUES model still needs to be tested on users to assess the effectiveness of the intervention. Synergistic collaboration between early adolescents, parents, teachers, and health workers is needed to apply the model comprehensively.


 

Kata Kunci : remaja awal, masalah emosi, masalah perilaku, kronotipe, regulasi emosi, komunikasi intrafamilial

  1. S3-2025-450247-abstract.pdf  
  2. S3-2025-450247-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-450247-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-450247-title.pdf